Monday, June 11, 2018

Belajar dari kehidupan Musa

Alkitab menulis:
Musa yang seharusnya binasa ternyata oleh pengaturan Tuhan, Musa hidup dan dididik dalam hikmat orang Mesir (Kitab Keluaran 2:1-10 dan Kisah Para Rasul 7:20-22).
Musa muda berkuasa atas perkataan, apapun yang dikatakan/diperintahkan  pasti dijalankan;
dia juga berkuasa atas perbuatan- kebal hukum, diceritakan dia semaunya membunuh orang Mesir yang berkelahi dengan orang Ibrani saudaranya.
Tapi Tuhan tidak memakai Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir pada saat itu, saat Musa sedang punya kekuatan penuh.

Justru  pada saat Musa terpuruk, saat ia melarikan diri dari Firaun, saat dia hanya sebagai penggembala ... Allah mengutus Musa.
Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”
Keluaran 3:10

Kenapa harus mengutus Musa saat Musa hanya seorang penggembala?
Kalau kita teliti ... Inisiatif berasal dari Allah(Keluaran 3 ayat 7dan 8), dan Allah BERKUASA dan MAMPU untuk:
- membinasakan semua orang Mesir supaya menjadi kepunyaan bangsa Israel
- langsung membawa bangsa Israel ke Tanah Perjanjian.
Ternyata Allah menghargai proses.... demi pertumbuhan rohani.

Langsung menurutkah Musa?
Alkitab mencatat, Musa berusaha ingkar sebanyak 5x
- Tetapi Musa berkata kepada Allah: “SIAPAKAH AKU INI? , maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?”
Keluaran 3:11
- Lalu Musa berkata kepada Allah: “TETAPI apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? -- apakah yang harus kujawab kepada mereka?”
Keluaran 3:13
- Lalu sahut Musa: “BAGAIMANA jika mereka tidak percaya kepadaku dan tidak mendengarkan perkataanku, melainkan berkata: Tuhan tidak menampakkan diri kepadamu?”
Keluaran 4:1
- Lalu kata Musa kepada Tuhan : “Ah, Tuhan, aku ini TIDAK PANDAI bicara, dahulu pun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah.”
Keluaran 4:10 dan
- Tetapi Musa berkata: “Ah, Tuhan, UTUSLAH kiranya siapa saja yang patut Kauutus.” Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Musa .....
Keluaran 4:13‭-‬14a

Ketidak PD an Musa adalah manusiawi.
Dan proses 40 tahun perjalanan bangsa Israel ke tanah perjanjian menjadi proses panjang yang menjadi pelajaran berharga bagi kehidupan iman kita.
Tuhan berjanji menyertai dan Ia tidak ingkar janji, Allah menyertai perjalanan bangsa Israel dengan tiang awan disiang hari dan tiang api dimalam hari.
Selama itu bangsa Israel mengalami mujizat turunnya manna(roti dari langit) yang tiap hari hanya boleh dipungut secukupnya karena klo lebih akan menjadi busuk berulat tapi pada hari keenam boleh memungut 2xlipat untuk persediaan hari Sabat dimana manna tidak turun lagi.

Turunnya 10 Perintah Allah yang ditulis oleh jari Tuhan sendiri untuk dipatuhi.

Tapi Musa hanya bisa melihat Tanah Perjanjian diakhir hidupnya, Musa tidak dimampukan masuk kesana.
Ulangan 34:4  Dan berfirmanlah Tuhan kepadanya: “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana.”

Musa yang menerima tugas dan janji penyertaan dari mulut Tuhan sendiri TIDAK dimampukan masuk/menikmati tanah perjanjian.
So..... Kita adalah SAMA sebagai manusia ciptaan Tuhan, tak perlu sombong atau minder karena jabatan dan proses kehidupan.
Saling ingatkan dan doakan adalah kehendak Allah.
Ibrani 10 :24 - 25 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

Jalankan hukum kasih dengan semaksimal mungkin.
Matius 22 :37-40
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”