Monday, September 22, 2008

Semua terjadi atas ijinNYA.....

Pada kebaktian syukur di rumah sdr David & Helen,ada kata-kata pendeta Dede yang "melekat" dihatiku :"Semua yang terjadi atas diri kita pasti sudah seijinNYA dan pasti ada hikmah dibalik itu".

Yang jadi masalah,kalau kejadian yang menimpa kita itu "pahit" menurut ukuran kita,lalu kita bertanya-tanya...kok TUHAN tega-teganya memberi pencobaan kepada kita,padahal kita sudah berniat baik,padahal kita...bla..bla..bla.....(
semua yang baik-baik menurut kita).

Kalaupun kita merasa ...semua orang "salah" menurut ukuran kita,ingatlah ilustrasi tentang rumah seribu cermin,ketika seekor anjing pemarah masuk kerumah tersebut, dia mendapati semua anjing yang ada disana pemarah seperti dirinya,dia merasa sia-sia datang kerumah itu,berbeda ketika seekor anjing yang kesepian memasuki rumah tersebut..dia melihat banyak teman yang seperti dirinya ,yang senang melihat banyak teman...ekspresi kegembiraannya memantul dari cermin-cermin tersebut dan membuat dia bahagia.Diapun berjanji akan kembali lagi kerumah yang sama yang di hindari oleh anjing pemarah.

Jadi kalau kita merasa semua yang disekitar kita "salah dan menyakitkan",mari kita merenung diri,merefleksikan diri kita dalam keheningan ,berusaha mendengar kataNYA.
Anggap saja yang pahit-pahit yang kita alami adalah obat untuk iman kita agar kita dapat tumbuh didalam iman yang sehat.
Seperti ketika kita masuk kerumah seribu cermin,lingkungan dan orang-orang disekitar kita "memantulkan" apa yang kita punya,apa yang kita simpan dihati kita.

Refleksi diri:
Oktober 2005...Pada saat "roda kehidupan " Indra berada di posisi bawah,ada "bimbingan" tanganNYA, aku menemukan "gift" untuk Indra, sebuah walltiles...disana tertulis:


DON'T QUIT
When things go wrong as they sometimes will,
When the road you're trudging seems all uphill,
When the funds are low,and the debts are high,
And you want smile,but you have to sigh,
When care is pressing you down a bit-----
Rest if you must,

but don't you quit !!!

Jadi ...sekarang..kalo cuma menghadapi customer yang "rada-rada" ....Itu ..kecilllll ..ya In?
kalo cuma 10 jam naik bus ke Balikpapan + 2 jam ke Samarinda.....kecillll.

Demikian juga dengan Dian....10 Februari 2006,pada saat sedang bingung....

I'm really sorry mom...and dad...for every worry and all..
Tell me mom...dad...what should I do now?....

Saat berhadapan dengan masalah sedemikian, terbukti hubungan batin kami nyambung dengan kekuatan yang "super"......benar Ki?

Apapun pengalaman yang "pahit" yang kami alami,TIADA SESAL DIHATI KAMI....semua terjadi atas ijin KAU dan terima kasih TUHAN atas semuanya,kalau tidak,kami tidak seperti sekarang.
Terima kasih juga atas "dua permata" kami yang telah KAU "asah".
TERIMA KASIH TUHAN.....

Saturday, September 20, 2008

Our 27th........

Setahun lagi.....hari ini adalah 27th our anniversary...kemarin Dian 23 th.
Pasang surut kehidupan telah kami alami,semua "terbingkai" direlung hati kami.
Satu yang kami makin yakin....ENGKAU lah pimpinan kami.
Dalam tanganMU kami berserah.
Pakai kami sebagai alatMU,untuk memuliakan namaMU.
Halleluya....Amin.

Our 27th........

Setahun lagi.....hari ini adalah 27th our anniversary...kemarin Dian 23 th.
Pasang surut kehidupan telah kami alami,semua "terbingkai" direlung hati kami.
Satu yang kami makin yakin....ENGKAU lah pimpinan kami.
Dalam tanganMU kami berserah.
Pakai kami sebagai alatMU,untuk memuliakan namaMU.
Halleluya....Amin.

Monday, September 15, 2008

Kasih Vs Takut ........

Hanya ada dua keadaan dimana perintah kita dijalankan oleh orang lain atau orang yang kita beri perintah.
1.Karena merasa takut
2.Karena perintah itu memang bagus dan layak untuk dijalankan...bahasa egois nya..kita mempunyai wibawa yang "pas" untuk memberikan perintah tersebut ^_^.

Dijaman era demokrasi sekarang ini,bahkan memberi perintah kepada anak balita pun tidak segampang jaman baheula.
Tidak percaya? coba tanya kepada yang sudah ber"pangkat" opa dan oma, mana yang lebih gampang ....memberi perintah kepada anak-anak mereka dulu atau kepada cucu-cucu mereka sekarang?
Anak-anak sekarang sudah kritis,mereka sudah bisa menimbang-nimbang apakah perintah tersebut layak dilaksanakan(mudah dan menguntungkan mereka) atau tidak.

Kebebasan kita berpendapat adalah harga diri kita yang paling tinggi yang dianugrahkan Tuhan kepada diri kita sebagai pribadi,makhluk ciptaanNYA yang paling sempurna.Tak ada seorangpun yang boleh merampasnya dari kita(tanpa seijin kita).

Sebaliknya sebagai orang dewasa yang mengaku kristen,bukan CUMI(CUma MIrip) kristen seperti yang di kotbahkan pak Mulyadi di Pos Pelayanan Gatot, semestinya kita tidak boleh bangga ketika seseorang melaksanakan perintah kita hanya karena merasa takut.
Orang tua yang baik bukan menanamkan rasa takut kepada anak-anak mereka dan tidak takut kepada orang tua bukan berarti kurang ajar.
I Yohanes 4:18 Didalam kasih tidak ada ketakutan:kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan:sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut,ia tidak sempurna didalam kasih.
Bukan rahasia lagi...tidak gampang menjadi orang tua jaman sekarang....Anak-anak sekarang butuh dan perlu TELADAN, sinkron antara perkataan dan prilaku sehari-hari.
Perkataan adalah hasil olah otak atas bahan yang ada di hati kita yang keluar dari mulut kita dan menjadi prilaku kita yang terlihat,terbaca dan menjadi ukuran/nilai orang-orang disekitar kita terhadap diri kita.

Matius12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan,dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.

Amsal 27:19 Seperti air mencerminkan wajah,demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

Bagaimana dengan anda?
Tuhan berkati selalu ..............

Kasih Vs Takut ........

Hanya ada dua keadaan dimana perintah kita dijalankan oleh orang lain atau orang yang kita beri perintah.
1.Karena merasa takut
2.Karena perintah itu memang bagus dan layak untuk dijalankan...bahasa egois nya..kita mempunyai wibawa yang "pas" untuk memberikan perintah tersebut ^_^.

Dijaman era demokrasi sekarang ini,bahkan memberi perintah kepada anak balita pun tidak segampang jaman baheula.
Tidak percaya? coba tanya kepada yang sudah ber"pangkat" opa dan oma, mana yang lebih gampang ....memberi perintah kepada anak-anak mereka dulu atau kepada cucu-cucu mereka sekarang?
Anak-anak sekarang sudah kritis,mereka sudah bisa menimbang-nimbang apakah perintah tersebut layak dilaksanakan(mudah dan menguntungkan mereka) atau tidak.

Kebebasan kita berpendapat adalah harga diri kita yang paling tinggi yang dianugrahkan Tuhan kepada diri kita sebagai pribadi,makhluk ciptaanNYA yang paling sempurna.Tak ada seorangpun yang boleh merampasnya dari kita(tanpa seijin kita).

Sebaliknya sebagai orang dewasa yang mengaku kristen,bukan CUMI(CUma MIrip) kristen seperti yang di kotbahkan pak Mulyadi di Pos Pelayanan Gatot, semestinya kita tidak boleh bangga ketika seseorang melaksanakan perintah kita hanya karena merasa takut.
Orang tua yang baik bukan menanamkan rasa takut kepada anak-anak mereka dan tidak takut kepada orang tua bukan berarti kurang ajar.
I Yohanes 4:18 Didalam kasih tidak ada ketakutan:kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan:sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut,ia tidak sempurna didalam kasih.
Bukan rahasia lagi...tidak gampang menjadi orang tua jaman sekarang....Anak-anak sekarang butuh dan perlu TELADAN, sinkron antara perkataan dan prilaku sehari-hari.
Perkataan adalah hasil olah otak atas bahan yang ada di hati kita yang keluar dari mulut kita dan menjadi prilaku kita yang terlihat,terbaca dan menjadi ukuran/nilai orang-orang disekitar kita terhadap diri kita.

Matius12:37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan,dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.

Amsal 27:19 Seperti air mencerminkan wajah,demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.

Bagaimana dengan anda?
Tuhan berkati selalu ..............

Sayang ?

Alkisah,ada seorang anak cowok(kita sebut B) yang dipindah dari tempat kerjanya yang lama(yang sudah lumayan nyaman) ke daerah, terpisah dengan istri dan kedua orang tuanya, setelah ada "pergesekan" dengan manajer yang baru diangkat.
Kepada sang bunda si anak beralasan, si manager ini judes, sentimen dengan dia.

Waktu terus berlalu, si anak tetap berkerja didaerah, kadang sang istri ikut dia, tidur di mess perusahaan, kadang si istri tingal di Banjarmasin dengan kedua orang tuanya. Didaerah ia menggaji seorang pesuruh untuk masak dan cuci pakaiannya.

Kemarin, sang bunda cerita denganku bahwa istrinya owner ngomong dengan anaknya "Enak ada kamu juga di Banjarmasin, sekarang tante sakit kepala terus".
Selanjutnya si bunda bercerita, ponakan si owner (yang sekolah di Singapore dan belum lulus) akan datang meng audit pekerjaan si manager, karena si owner mencurigai si manager "nakalan".
Dulu ... si manager juga mau diberhentikan, tapi karena terikat kontrak,susah! mesti bayar berapa kali lipat gaji. an kontrak si manager baru habis Agustus tadi.
"Mestinya yang audit tu si A(auditor ternama di Banjarmasin,jar dia hebat jar"...lanjut sang bunda.
Aku : " Khan ada anak cowok si owner? (yang juga lulusan luar negeri dan sudah waktunya masuk dunia usaha juga.)
Bunda B :" Mana berani dia dengan si manager tu"
Aku :"??????????"

Entah karena aku terlalu simple berpikir atau apapun itu....
Aku bilang sama sang bunda:"Bodoh sekali si istri owner tu, mau sakit kepala sendiri, pindahkan aja si B ke Banjarmasin, kalau itu memberi rasa nyaman yang artinya membantu dia.
Temukan "kenakalan" si manager(masa susah sih?) Kalau memang si manager melakukannya, dan terbukti, pecat dia! apalagi masa kontraknya sudah habis. Iya nggak sih?

Aku merasa si bunda di "kacangi" si anak........Rasa "sayang" sang bunda(selalu membetulkan tindakan dan situasi si anak) membuat si anak tetap berada di lembah kehidupan.
Memang tidak mudah memaparkan kebenaran kepada anak kita, buah kasih kita, tapi seperti yang tertulis di alkitab :"Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita ,tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya(Ibrani 12:11).....
Mensupport anak kita untuk mendaki lereng menuju level kehidupan yang lebih tinggi bukan berarti kita harus selalu membenarkan apa yang dilakukannya.
Alkitab pun menulis bahwa Tuhan menghajar dan menyesah orang yang dikasihiNYA,dan kalau kita bebas dari ganjaran,kita adalah bukan anak DIA(Ibrani 12:6-7)

Bagaimana dengan anda?

Saturday, September 13, 2008

Sorry.............



Ini yang menjadi sebab aku belum "ngepos" yang baru hehehehe

Enjoy it.......>_<

Sorry.............



Ini yang menjadi sebab aku belum "ngepos" yang baru hehehehe

Enjoy it.......>_<

Saturday, September 06, 2008

Mantu......

Rut adalah mantu yang sempurna bagi Naomi,* ...perempuan yang lebih berharga bagimu daripada tujuh anak laki-laki(Rut 4:15),karena apa?
Karena Rut pada saat ditinggal mati suaminya Mahlon ,ketika diminta Naomi untuk kembali ke orangtuanya ,Ruth menolak dan tetap ikut bersama Naomi pulang kembali ke Betlehem-Yehuda.seperti yang tertulis di Rut 1:16 ..........;sebab kemana engkau pergi,kesitu jugalah aku pergi,dan kemana engkau bermalam,disitu jugalah aku bermalam:bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.".................sampai maut memisahkan aku dari engkau..(ayat 17).
Karena Rut juga lah tali kekeluargaan antara Naomi dengan pihak suaminya Elimelekh yaitu Boas, tersambung kembali.

Mempunyai mantu idaman seperti Ruth adalah dambaan ibu-ibu kristen,asal kita para ibu yang bakal jadi ibu mertua juga mempunyai iman,karakter seperti Naomi(paling tidak mengarah kesana...iya nggak?).
Ini yang b e r a t !! ;)

Aku punya pengalaman
Ada seorang ibu,masih ada hubungan keluarga denganku...ketika anak ceweknya menikah(mendapat mantu laki-laki),dia kasih nasehat ke anak ceweknya..."laki-laki tu harus selalu di ikuti,jangan dibiarkan berangkat-berangkat sendiri"----ada benarnya juga sich......^_^

Tapi,salahnya...pada saat anak cowoknya menikah(dapat mantu perempuan),dia bilang(dihadapan aku lho...asli!! aku saksi di TKP.. ^_^) " Laki-laki tu jangan selalu di ikuti,biar ja inya(dia) tulak(berangkat) sendiri.."

Nah lo?......kacau nggak?......nggak konsisten dia jadi orang tua...
Dan kalian tau akhirnya?....anak cowoknya CERAI dengan si menantu setelah "berkarya" dua orang cucu.
Memang tidak gampang jadi orang tua,bimbingNYA(lewat firman-firmanNYA) adalah modal utama.

Cermin diri....
Aku bukan mantu seperti Rut bagi mertuaku,dalam hal menyembah Allah ,tapi aku ikut Allah calon suamiku(yang notabene anak cowok mertuaku) ,dan puji Tuhan....Tuhan beri jalan yang benar bagiku sampai sekarang,semua yang kuingin dan kumau...satu persatu menjadi kenyataan.

Harapan
Kalau tiba waktunya aku mendapat mantu perempuan....aku ingin "karma"ku terjadi,dan aku akan menjadi "Naomi".....~~ bahagianya ~~
Kenapa hanya untuk mantu perempuan?...karena aku tidak mau jadi batu sandungan bagi orang tua lain untuk mendapat mantu seperti Rut(menyembah Allah yang sama) bagi anak laki-laki mereka.(Aku masih paternalistik ya???....toleransi dan demi kebaikan sesama "sejawat - para mami deh ceritanya... >_<)
Kalo tiba waktunya aku mendapat mantu laki-laki...mudah-mudahan ia se iman dengan kami.
Amin.

Ps
Terinspirasi dari kotbah Pdt Dede pada Sabath pagi ini.Thanks to him.

Thursday, September 04, 2008

Kasih vs Disiplin

"Tau lah si A yang punya toko perhiasan yang gede tu? itu adalah keponakanku, orang tuanya dulu kere benar".
"A dari kecil membantu ditoko suamiku. Pulang sekolah tanpa makan langsung ke toko, makan di toko, bantu-bantu ditoko lalu pulang dengan uang jajan"
"Mamanya hemat benar, makan seadanya,uang yang dikumpulkannya dibelikannya emas, bukan perhiasan melainkan emas mentah,10 gram demi 10 gram..........
Ketika A lulus sekolah dan bekerja di kota Surabaya sekian lama, ketika mamanya sudah merasa "modal" nya cukup,maka dipanggillah A kembali lagi ke kampung, mulai buka toko perhiasan di kios kecil di pasar tradisional.....Sekarang A sudah jadi "boss", senang mama papanya sekarang,
anakku maka..............gagal.....*sigh* Curhat seorang ibu padaku.

Satu lagi .... fakta,bahwa antara mencurahi anak kasih sayang dan mejebloskannya ke jurang kegagalan hanya setipis kulit bawang.

Bagaimanapun kita menyayangi anak kita,disiplin harus tetap di terapkan padanya, seperti yang tertulis di nas alkitab,

Amsal 29;15 Tongkat dan teguran mendatangkan hikmat, tetapi anak yang dibiarkan mempermalukan ibunya.

Amsal 29;17 Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu,dan mendatangkan sukacita kepadamu

Ibrani 12;11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita.Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Tidak gampang memang jadi orangtua yang bertanggungjawab,bagaimana?

Saturday, August 30, 2008

Amazing......

Baru aku mem posting "Saat-saat sesak".....aku terima forward artikel ini dari Gun...
Amazing hah? (...terpana...)
Bisa dapat "conection" nya?....mudah-mudahan... ^_^



Seorang pembicara, Dr. Wan, menceritakan pengalamannya ketika ia dan seisi
keluarganya tinggal di Eropa. Satu kali mereka hendak pergi ke Jerman.
Dengan mengendarai mobil tanpa henti siang dan malam, mereka membutuhkan
waktu tiga hari untuk tiba di sana . Mereka sekeluarga pun masuk ke dalam
mobil -- dirinya, istrinya, dan anak perempuannya yang berumur 3 tahun. Anak
perempuan kecilnya ini belum pernah bepergian pada malam hari. Malam pertama
di dalam mobil, ia ketakutan dengan kegelapan di luar sana .

*"Mau kemana kita, papa?" * *

*"Ke rumah paman, di Jerman." *

*"Papa pernah kesana ?"

*"Belum." *

*"Papa tahu jalan ke sana ?" *

*"Mungkin, kita dapat lihat peta." * *[Diam sejenak]

"Papa tahu cara membaca peta?" *

*"Ya, kita akan sampai dengan aman.."*

*[Diam lagi] "Dimana kita makan kalau kita lapar nanti?" *

*"Kita bisa berhenti di restoran di pinggir jalan." *

*"Papa tahu ada restoran di pinggir jalan?"*

*"Ya, ada." *

*"Papa tahu ada dimana?" *

*"Tidak,tapi kita akan menemukannya. "*

Dialog yang sama berlangsung beberapa kali dalam malam pertama, dan juga
pada malam kedua. Tapi pada malam ketiga, anak perempuannya ini diam. Dr.
Wan berpikir mungkin dia telah tertidur. Tapi ketika ia melihat ke cermin,
ia melihat anak perempuannya itu masih bangun dan hanya melihat-lihat ke
sekeliling dengan tenang. Dia bertanya-tanya dalam hati kenapa anak
perempuan kecil ini tidak menanyakan pertanyaan-pertanya annya lagi.

*"Sayang, kamu tahu kemana kita pergi?"*

*"Jerman, rumah paman." *

*"Kamu tahu bagaimana kita akan sampai ke sana ?" *

*"Tidak" *

*"Terus kenapa kamu tidak bertanya lagi?" *

*"
Karena papa sedang mengemudi." * * *


Jawaban dari anak perempuan kecil berumur 3 tahun ini kemudian menjadi
kekuatan dan pertolongan bagi Dr. Wan selama bertahun-tahun, ketika dia
mempunyai pertanyaan-pertanyaan dan ketakutan-ketakutan dalam perjalanannya
bersama Tuhan. Ya, *
BAPA kita sedang mengemudi*. Kita mungkin tahu tujuan

kita (seperti anak kecil yang tahu mau ke 'Jerman' tanpa mengerti di
mana atau apa itu sebenarnya). Kita tidak tahu jalan ke sana , kita tidak dapat
membaca peta, kita tidak tahu apakah kita akan menemukan rumah makan
sepanjang perjalanan. Tapi gadis kecil ini tahu hal terpenting, -- *Papa
sedang mengemudi* -- dan dia aman.

Dia tahu papanya akan menyediakan semua yang dia butuhkan. Kenalkah engkau
Bapa anda, Gembala Agung, sedang mengemudi hari ini? Apa sikap dan respon
anda sebagai seorang penumpang, anak-Nya yang dikasihi-Nya?

Kita mungkin telah menanyakan terlalu banyak pertanyaan sebelumnya, tapi
kita dapat menjadi anak kecil itu, belajar menyadari fokus terpenting adalah
'*Papa sedang mengemudi*'.
Tuhan adalah Bapa bagi anda. Ijinkan IA
untuk mengemudikan hidup anda. Maka kekuatiran bukan menjadi milik anda lagi.

* * * * *Mazmur 23:2-3* *Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku
di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. *

Wednesday, August 27, 2008

Saat-saat sesak......

"Banyak perkara...yang tak dapat kumengerti....mengapakah harus terjadi...di dalam kehidupan ini......
Satu perkara...yang kusimpan dalam hati....tiada sesuatu kan terjadi.....tanpa Allah peduli..............."
demikian sepenggal syair lagu rohani yang menjadi favorit telingaku.

Dalam kehidupan ini tidak sedikit moment dimana kita merasa Allah tidak peduli kepada kita,kenapa kesesakan tidak pernah jauh dari kita? Mengapa harus kita? dan banyak lagi "mengapa" yang kita pertanyakan kepada Tuhan.
Kita merasa segala perbuatan baik(menurut ukuran kita)yang telah kita perbuat ,tidak mendapat "nilai" dari Tuhan.

Pengkhotbah 3 ayat 11 mengatakan : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.........

Sebelum waktunya tersebut tiba,itulah moment dikala kita merasa dalam kesesakan,kita merasa di uji,banyak kritikan yang kita terima.Saat itu adalah saat Tuhan sedang "bekerja" pada kita,mempersiapkan segala kebutuhan kita.Mempersiapkan karakter kita agar layak menerima berkatNYA,jangan sampai berkat yang dicurahkanNYA menjadi kutuk,karena ketidakmampuan karakter kita untuk menyandangnya.
Kalau kita pasrah ,tetap bertahan dan tetap focus,tetap membuka hati dan pikiran kita,niscaya semua proses(ujian dan kritikan) tersebut akan memberi kita hikmah (bahan untuk introspeksi diri) dan akan menjadi landasan yang kuat untuk kita menjalani kehidupan selanjutnya,kita akan menjadi manusia baru yang lebih baik(diharapkan!).

Ada kata bijak...."Anak tangga diciptakan agar kita bisa menuju tempat yang lebih tinggi" ,untuk mencapai tempat tinggi itu,kita perlu mengeluarkan usaha dan tenaga.Makin tinggi tempat yang ingin kita capai,makin banyak tenaga dan usaha yang harus kita keluarkan.

Yang perlu kita ingat....Jangan sampai moment kesesakan kita tersebut menjadi sia-sia, dalam artian....setelah kita melewati masa-masa sulit tersebut kita tidak menjadi manusia baru yang lebih baik....
Bukan harus menjadi sempurna(Hanya Tuhan yang sempurna),tapi menjadi sedikit lebih baik, lebih baik , lebih bijak...dalam berkata-kata,dalam berprilaku,dalam bertanggung jawab terhadap segala perbuatan kita.

Apapun keadaan,kesesakan yang sedang dihadapi,tetaplah bertahan(selalu turut firmanNYA),berharap dan percaya bahwa DIA pasti sediakan yang terbaik bagi kita.

Ini hanya curahan hati dan pikiranku....mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca.
Tuhan berkati




Saat-saat sesak......

"Banyak perkara...yang tak dapat kumengerti....mengapakah harus terjadi...di dalam kehidupan ini......
Satu perkara...yang kusimpan dalam hati....tiada sesuatu kan terjadi.....tanpa Allah peduli..............."
demikian sepenggal syair lagu rohani yang menjadi favorit telingaku.

Dalam kehidupan ini tidak sedikit moment dimana kita merasa Allah tidak peduli kepada kita,kenapa kesesakan tidak pernah jauh dari kita? Mengapa harus kita? dan banyak lagi "mengapa" yang kita pertanyakan kepada Tuhan.
Kita merasa segala perbuatan baik(menurut ukuran kita)yang telah kita perbuat ,tidak mendapat "nilai" dari Tuhan.

Pengkhotbah 3 ayat 11 mengatakan : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.........

Sebelum waktunya tersebut tiba,itulah moment dikala kita merasa dalam kesesakan,kita merasa di uji,banyak kritikan yang kita terima.Saat itu adalah saat Tuhan sedang "bekerja" pada kita,mempersiapkan segala kebutuhan kita.Mempersiapkan karakter kita agar layak menerima berkatNYA,jangan sampai berkat yang dicurahkanNYA menjadi kutuk,karena ketidakmampuan karakter kita untuk menyandangnya.
Kalau kita pasrah ,tetap bertahan dan tetap focus,tetap membuka hati dan pikiran kita,niscaya semua proses(ujian dan kritikan) tersebut akan memberi kita hikmah (bahan untuk introspeksi diri) dan akan menjadi landasan yang kuat untuk kita menjalani kehidupan selanjutnya,kita akan menjadi manusia baru yang lebih baik(diharapkan!).

Ada kata bijak...."Anak tangga diciptakan agar kita bisa menuju tempat yang lebih tinggi" ,untuk mencapai tempat tinggi itu,kita perlu mengeluarkan usaha dan tenaga.Makin tinggi tempat yang ingin kita capai,makin banyak tenaga dan usaha yang harus kita keluarkan.

Yang perlu kita ingat....Jangan sampai moment kesesakan kita tersebut menjadi sia-sia, dalam artian....setelah kita melewati masa-masa sulit tersebut kita tidak menjadi manusia baru yang lebih baik....
Bukan harus menjadi sempurna(Hanya Tuhan yang sempurna),tapi menjadi sedikit lebih baik, lebih baik , lebih bijak...dalam berkata-kata,dalam berprilaku,dalam bertanggung jawab terhadap segala perbuatan kita.

Apapun keadaan,kesesakan yang sedang dihadapi,tetaplah bertahan(selalu turut firmanNYA),berharap dan percaya bahwa DIA pasti sediakan yang terbaik bagi kita.

Ini hanya curahan hati dan pikiranku....mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi pembaca.
Tuhan berkati




Thursday, August 21, 2008

Lunak & Kerasnya kehidupan...........

Andrie Wongso :
"Apabila anda lunak kepada diri anda,maka kehidupan akan keras terhadap anda.Sebaliknya,apabila anda keras terhadap diri anda,maka kehidupan akan lunak bagi anda"

Kata-kata bijak diatas bukan sekedar isapan jempol biasa,dari dulu dari awal kehidupan perkawinanku dengan Gun,kami biasa "ditempa",terutama aku.
Dari seorang remaja yang taunya cuma sekolah dan olah raga,menjadi seorang istri dan setahun kemudian menjadi seorang ibu dari seorang bayi yang lahir prematur(yang selalu jadi langganan dokter anak ke dokter anak lainnya).......Untungnya Gun selalu berada disamping(salah satu "plus point" punya hubby yang dah "matang dipohon alias mature" hehehe)

Balik ke topik....
Dalam mengantar anak-anak menuju kedewasaan,dibenakku dah tertanam,entah darimana asalnya...mungkin dari pengamatan dan pengalaman orang-orang disekitarku yang ter"enter" di otakku.....bahwa **Sedikit sekali anak orang kaya yang bisa sukses**.
Salah satu teman Gun malah mengakui,dulu orangtuanya sanggup menyekolahkan dia ke luar negeri,sekarang dia sendiri tidak mampu mengirim anaknya seperti yang orangtuanya perbuat bagi dia,padahal dia hanya menerima dan menjalankan perusahaan yang didirikan oleh orangtuanya,tak terbayangkan apabila dia harus membina bisnis dari awal.Suatu pengakuan yang miris bukan?

Pergolakannya.....Haruskah kita menjadi orangtua yang susah/miskin untuk memperoleh anak yang sukses?
Faktanya......
Banyak orangtua yang miskin yang juga tidak menghasilkan anak-anak yang sukses. Nah loe.......

Sebagai seorang ibu yang dulunya pernah di "banned" untuk menimba ilmu keluar Banjarmasin,aku hanya bercita-cita,setamat SMA nanti,anak-anakku maunya mendapat fasilitas untuk dikirim ke luar negeri dalam rangka pertukaran pelajar,walaupun akan membuang waktu 1 tahun(itu yang aku tau dari pengalaman SMA ku menerima pelajar dari LN),paling tidak sebagai orangtua aku bisa memberi "rasa luar negeri" bagi anak-anakku.
Pada saat Indra sudah berganti seragam dari merah ke biru(SMP)...aku sudah mulai "ujuk-ujuk" Gunawan untuk mencari info mengenai siapa yang mempunyai wewenang untuk itu........(karena aku sendiri kurang PD untuk berurusan dan "penyakit" itu tetap "still" sampai sekarang hihihihi...,untungnya Indra dan Dian tulen!! ke warisan gen sang babe...... ^_^)
Ternyata Tuhan Maha Pemberi,entah darimana asal dan sumbernya....Indra dan Dian,setamat SMP dapat meneruskan skul nya ke Oz dan menetap disana sampai 8 tahunan + rumah(sebagai bonusNYA).

Bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuat dan menanggung resiko atas perbuatannya sudah aku tanamkan dari kecil.
Contoh kasus,
Dian (awal kelas 1 SD) ,dapat hukuman dari guru nya karena tidak mengerjakan PR,ketika diminta untuk menyampaikan pesan bahwa mami papinya dipanggil ke sekolah untuk menghadap guru.
Dia menjawab :"Bu,yang salah Kiki,hukum Kiki aja,jangan panggil mami papi"
Ibu gurunya yang bengong....!! Karena dia tau,hukuman dari maminya lebih berat,ya kada Ki?
Aku tau kasus ini dari ibu gurunya sendiri,karena selama SD,aku dan Gun selalu antar anak-anak sekolah sampai bel masuk berbunyi.

Berbohong adalah dosa(setuju?),aku juga tidak suka anak-anak berbohong.Namanya anak-anak,walau dah diperingati tetap aja ada ketahuan bohongnya.
Hukuman dari berbohong.....kunyah cabe rawit!
Efek negatifnya(pengakuan dosa sang nyak)....sampai sekarang Dian trauma makan cabe *)>,mudah-mudahan segera sembuh *wish*...enak lho........(ingat Bu Kris dan Leko >__<)

Sekarang ,dari segala suka duka menjalani proses melimpahkan kasih sayang dan menjalankan disiplin,aku patut mengucapkan puji syukur kepada DIA,Tuhan kita yang Esa dan Maha Kuasa atas segala berkat yang dilimpahkanNYA bagi kami.
Aku sudah merasa mulai "memanen" dan mulai merakit "rocking chair".... untuk meninabobokan junior-juniornya anak-anak....waekekekekee.....
Keep going with Him anak-anakku,DIA pasti luruskan dan mudahkan jalan bagi kalian dalam menapaki kehidupan ini.
Tetapkan berusaha dan tingkatkan kerja keras kalian,berilah posisi pemimpin bagi DIA,biarkan DIA berkarya bagi kalian.
God bless.

Tuesday, August 05, 2008

Dugong pake odol..........

Aku : Haloo
Dia : Haloo
Aku : Siapa nih?
Dia : Masa kamu lupa sih?
Aku : aduh...sorry banget,bener aku lupa,siapa ya....
Dia : Masa kamu lupa? khan kamu yang kasih aku nomor ini kemarin?
Aku :(mulai kesel,tapi tetap ber etika)....siapa ya? bener2 aku hari ini lagi heng nih...ada apa ya?
Dia : Masa kamu lupa sih...kamu kan kemarin pinjam hp mas K dan kasih no hp kamu mas..
Aku :(yakin dia salah nomer,karena dia panggil aku mas...(walau suaraku memang "ngebass",tapi kalau dia benar-benar mau kontak aku pasti tau aku khan? yang bukan "mas" ^_^) Kamu salah sambung nih...nomer aku 081151****...
Dia : (Kayanya tidak menyimak nomer yang aku sebutkan,karena dia tetap dan langsung nyerocos......) Katanya mau kenalan denganku?....
Aku : ASEM!!! dugong............keisengan amat...(padahal aku lagi nyiangin udang 5 kg ....asem...asemmmm)
Kamu salah sambung mbak!!!......
Dia : Ya sudah,kalau nggak mau kenalan....
Aku : KLIK!.....benar-benar dugong pake odol deh.....

Aku yakin deh,si mbak ini sedang me"marketing" alias "menyales" (asal kata "sales ~ sale") dirinya....Kalo pas ada yang nyangkut,lumayan tuh.....

Pas lunch,aku cerita dengan Gun,ternyata dia juga pernah dapat telpon yang serupa.Malah pada saat dia bilang salah sambung dan ditutup,eh malah di sms.....boleh kenalan nggak? Gile!!

Sekarang kayanya banyak cara yang ditempuh untuk me"marketing" diri.Jalan singkat untuk sebuah pencapaian materi yang modalnya hanya makan nasi + lauk 3 x sehari dan rayuan serta tingkah yang "gombal".....
Belum tau dia kalo kena "Bonus HIV"...NYAhoo tuh.....

Moralnya....
Bagi kalian ...yang masih single maupun yang lagi "in relationship"...hati-hati!
Kasus kaya yang aku alami(dan hasil penjabarannya) ini bisa juga menimpa kalian dan orang-orang dekat kalian.
Pemecahannya tergantung "kadar" kalian..
Ambil pelajaran dan hikmah dari posting ini...,mudah-mudahan bisa menjadi masukan yang ber efek tindakan atau perbuatan positif bagi kalian.

Tuhan jaga dan berkati selalu.

Dugong pake odol..........

Aku : Haloo
Dia : Haloo
Aku : Siapa nih?
Dia : Masa kamu lupa sih?
Aku : aduh...sorry banget,bener aku lupa,siapa ya....
Dia : Masa kamu lupa? khan kamu yang kasih aku nomor ini kemarin?
Aku :(mulai kesel,tapi tetap ber etika)....siapa ya? bener2 aku hari ini lagi heng nih...ada apa ya?
Dia : Masa kamu lupa sih...kamu kan kemarin pinjam hp mas K dan kasih no hp kamu mas..
Aku :(yakin dia salah nomer,karena dia panggil aku mas...(walau suaraku memang "ngebass",tapi kalau dia benar-benar mau kontak aku pasti tau aku khan? yang bukan "mas" ^_^) Kamu salah sambung nih...nomer aku 081151****...
Dia : (Kayanya tidak menyimak nomer yang aku sebutkan,karena dia tetap dan langsung nyerocos......) Katanya mau kenalan denganku?....
Aku : ASEM!!! dugong............keisengan amat...(padahal aku lagi nyiangin udang 5 kg ....asem...asemmmm)
Kamu salah sambung mbak!!!......
Dia : Ya sudah,kalau nggak mau kenalan....
Aku : KLIK!.....benar-benar dugong pake odol deh.....

Aku yakin deh,si mbak ini sedang me"marketing" alias "menyales" (asal kata "sales ~ sale") dirinya....Kalo pas ada yang nyangkut,lumayan tuh.....

Pas lunch,aku cerita dengan Gun,ternyata dia juga pernah dapat telpon yang serupa.Malah pada saat dia bilang salah sambung dan ditutup,eh malah di sms.....boleh kenalan nggak? Gile!!

Sekarang kayanya banyak cara yang ditempuh untuk me"marketing" diri.Jalan singkat untuk sebuah pencapaian materi yang modalnya hanya makan nasi + lauk 3 x sehari dan rayuan serta tingkah yang "gombal".....
Belum tau dia kalo kena "Bonus HIV"...NYAhoo tuh.....

Moralnya....
Bagi kalian ...yang masih single maupun yang lagi "in relationship"...hati-hati!
Kasus kaya yang aku alami(dan hasil penjabarannya) ini bisa juga menimpa kalian dan orang-orang dekat kalian.
Pemecahannya tergantung "kadar" kalian..
Ambil pelajaran dan hikmah dari posting ini...,mudah-mudahan bisa menjadi masukan yang ber efek tindakan atau perbuatan positif bagi kalian.

Tuhan jaga dan berkati selalu.

Saturday, August 02, 2008

Jujur lagi...jujur lagi....tetap jujur !!

Hari ini Sabtu tgl 02/08/2008, hari Sabath......Beberapa hari setelah aku menyelesaikan draft blogku yang mengulas buku " The memory keeper's daughter"

Dan lagi-lagi aku tidak bisa menyembunyikan,bagaimana DIA memang maha tau dan dekat dengan kita....
Pendeta Dede,hamba Tuhan yang baru pulang dari cutinya menyampaikan firman sabathnya yang berjudul "Dalam Pengawalan Ilahi" yang intinya kalau kita mau selalu diberkatiNYA dalam menjalani kehidupan ini serta memperoleh keselamatan kekal diakhir jaman,maka kita harus bisa dan mampu menjaga dan mengawal hati kita,supaya tidak menyeleweng.
Kita harus berpegang pada KEJUJURAN dan KETULUSAN.(Kondisi "hati" yang tertinggi)
Amsal 4:23 ... Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,karena dari situlah terpancar kehidupan)

"Orang SALEH,JUJUR dan TAKUT TUHAN" Biasanya tidak akan pernah menjadi kaya dan sukses.....bunyi idiom yang menjadi batu sandungan .
Siapa bilang?
Allah telah berfirman dan menyatakan dalam kitabnya...
Ayub1:1 Ada seorang laki-laki ditanah US bernama Ayub;orang itu SALEH dan JUJUR;ia TAKUT akan ALLAH dan menjauhi kejahatan.
:3 ..........................,sehingga orang itu adalah yang TERKAYA dari semua orang disebelah timur.

Jelas....Kekayaan dalam materi(yang menjadi tujuan hampir semua umat manusia yang normal) tidak tertutup bagi orang yang saleh,jujur dan takut akan Tuhan.
Yang terpenting.... kita telah mempersiapkan diri dan karakter kita untuk layak menerima anugrahNYA,maka semua itu akan dicurahkan bagimu.

Mematok keuntungan bukan sesuatu hal yang tidak jujur(Siapa yang mau melakukan transaksi bisnis kalau tidak memberi keuntungan?).Anda tidak jujur seandainya anda mengatakan kepada yang membeli...."Aku jual barang ini padamu dengan tidak untung....padahal tetap ada untung...AHA..! kamu ketahuan(singing mode on ^_^) berbohong lagi,tidak jujur lagi....
Mengurangi isi,mengganti kwalitas, sedikit dari banyak ketidakjujuran yang sering kita dapati dalam perniagaan....
Mari kita koreksi diri kita sendiri,dimanakan posisi prilaku dan karakter kita dalam kelayakan menerima berkat dariNYA?

Filipi 1:9 Dan inilah doaku,semoga kasihmu makin berlimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.
Halleluya.

Jari manis dan cincin kawin......

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)

1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar) ,terlihat bentuknya "heart/kasih"
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan...


http://elinksgroup.googlepages.com/home


4
. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Thanks to Thomas untuk forward nya,hingga memudahkan berbagi ini....hanya tinggal copy paste ^_^

Jari manis dan cincin kawin......

Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari Manis??

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)

1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar) ,terlihat bentuknya "heart/kasih"
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan...


http://elinksgroup.googlepages.com/home


4
. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Thanks to Thomas untuk forward nya,hingga memudahkan berbagi ini....hanya tinggal copy paste ^_^

Thursday, July 31, 2008

"The memory keeper's daughter"

Akhir-akhir ini aku lagi "reading addicted", 5 hari hubby bertugas ke Sby,aku menamatkan 2 buku setebal 465 halaman,hal mana udah berpuluh tahun tidak pernah kulakukan lagi.(yang menunjang...setiap pagi..indra dan kiki dikasih "sign" bonus....free lunch....alias lunch masing-masing..hhahahaha),dan maminya segera mencari PW reading position di our "kursi dewa".

Buku "The memory keeper's daughter"by Kim Edwards.....kerennn...bercerita tentang kehidupan tragis yang dialami keluarga kecil yang seharusnya layak dan pantas menerima kebahagiaan.
Kekelaman hidup mereka dimulai dari kebohongan putih yang dibuat si suami yang mengambil keputusan sendiri tanpa diketahui sang istri demi menghindari(menurut perhitungan/analisanya) masa depan yang suram(demi kebahagiaan dan kenyamanan si istri dan putrinya???) yang didasari oleh trauma masa kecilnya.

Ketika kita berusaha sendiri,maka TUHAN akan "give up"....DIA akan membiarkan kita berjalan sendiri,walaupun jalan kita itu hanya menuju lorong buntu.
Beda ,kalau kita mengundang DIA untuk berjalan didepan kita,menjadi "komandan" kita,maka DIA akan segera menanggung dan memikul beban kita,asal....... kita hidup benar dan jujur.

Jangan pernah berpikir untuk mulai menyimpan kebohongan dalam menjalani kehidupan ini,walaupun itu"kebohongan putih"
Bila anda mulai berbohong,apapun alasannya,maka hidup anda akan berjalan diatas kebohongan demi kebohongan...kebohongan yang satu dibuat untuk menutup kebohongan sebelumnya.
Kita akan berpaling dan tutup mata dari kebohongan yang dibuat oleh keluarga kita yang lain,merasa tidak layak untuk mengungkapkan kebenaran, karena kitapun berselubung kebohongan(tak ada yang bisa melawan hati nurani kita sendiri bukan? dan ..berperang dengan hati nurani sungguh akan sangat menguras energi kehidupan kita)

The memory keeper's daughter mengungkapkan bahwa walaupun kita sukses dan baik hati,semuanya akan sia-sia(tidak dapat kita nikmati) hanya karena kebohongan ada di kita.
Sebuah buku yang layak dibaca untuk pencerahan nurani kita.