Monday, March 17, 2014

Penikahan dan prilaku anak..Daniel Chu

Ini adalah sesi pertama Seminar Suami Istri by Daniel Chu, saya tidak bisa hadir dan mengikuti...thank to Yenny Gunawan yang bersedia sharing....

Hubungan suami istri  erat hubungannya dengan kehidupan anak-anak  kelak. Anak-anak  melihat, memperhatikan dan merekam semua  yg menyangkut  pernikahan kedua ortunya.
Anak-anak  adalah mahluk  yang piawai mencontoh/ meniru/ meneladani seseorang..
Yg paling anak-anak  takutkan adalah bila melihat kedua ortu mereka bertengkar...
Didalam  otak anak ada 2 hal yg akan terekam saat mereka melihat kedua ortu mereka  bertengkar:
1. Anak akan berpikir: wo bu hao alias saya tidak baik
2. Saya tidak perlu ada dalam situasi ini, atau mungkin saya tidak ingin berada dalam rumah ini...
Saat anak-anak  menyentuh usia tunas muda dan remaja, kadang ortu kaget dan bingung ketika anaknya dapat mengeluarkan perkataan yang pedas.. Mengapa? Karena  mereka  merekam dan melihat bagaimana cara orang tua nya bertengkar  di rumah...

Bagaimana solusi yang baik.....
1. Kita harus berusaha menemukan 1 cara u/ bertengkar
Kita sebagai suami - istri harus bisa membina hubungan yg baik...kalaupun kita harus bertengkar, JANGAN  bertengkar di hadapan anak...
Misal: 1. Kita marah pada pasangan kita via sms...
          2. Pergi ke restoran spt Mc donald..jadi anak-anak bisa bermain, dan kita bertengkar pun suaranya tidak begitu terdengar.. Karena disana suasana cukup riuh...
          3. Carter kapal kecil/ klotok yg suaranya cukup nyaring(hanya bisa di Banjarmasin
J.. Dan kita berdua  bisa bertengkar tanpa mengganggu org lain
          4. Kalo memang harus terus bertengkar  juga, kedua pihak harus bikin appoinment/ janji suatu tempat untuk dapat  bertengkar dengan baik...apakah cukup 1 minggu 1x bertengkar atau 2 minggu 1 x bertengkar tergantung pd kesepakatan 2 belah pihak...
(from me….ada ilmu baru…katanya kalau mau mulai bertengkar atau mau marah….hitung dulu dalam hati 1 sampai dengan sepuluh dengan tempo yang normal).

2. Mohon pertolongan roh Tuhan untuk membantu kita memperbaiki hubungan kita dengan pasangan kita, buka hati kita untuk  pasrah dan rela...
Tuhan menciptakan otak manusia itu luar biasa. Otak berfungsi u/ntuk merekam sesuatu( mirip seperti mesin foto cuci cetak).. Hal-hal  yang paling menyedihkan terletak pada memori bagian paling bawah, sebaliknya hal-hal yg menyenangkan berada di bagian atas. Seolah-olah ada 1 kunci yang bisa mengunci memori yang menyedihkan..
Kapan kunci memori tentang hal yang menyedihkan ini bisa terbuka/ terkuak kembali?
Saat peristiwa menyedihkan itu terulang kembali.
Saat anak-anak  kita menikah dan menghadapi persoalan dgn pasangannya, hal-hal kecil kadang bisa menjadi sesuatu yang besar,... Mengapa? Karena memori bagian bawah ( kotak memori paling dasar) ttg hal-hal  yang menyedihkan terbuka lagi... satu per satu memori yang menyedihkan , keluar / terkuak kembali...
Ketika kita marah itu sama dengan kita sedang melukai otak kita...

3.Kedua belah pihak HARUS SATU KATA!
Saat papah memarahi anak, mama TIDAK BOLEH membela anak …..demikian juga sebaliknya...
Tujuan apa? supaya otak anak tidak kebingungan.....Satu input! Hal tersebut TIDAK BAIK!


ANAK MELIHAT APA YANG DIA LIHAT
Anak-anak memperhatikan bagaimana cara ortu  menyelesaikan masalah. Mereka memperhatikan ekspresi dan bagaimana cara ortu mereka bicara saat bertengkar.
Semua ekspresi cara ortu bicara akan ditirukan oleh anak kita.
Para ilmuwan meneliti saat ini, bahwa anak-anak  yang suka diperdengarkan lagu-lagu rohani ; yang senang membaca Alkitab ternyata membuat otak anak lebih berwarna dan lebih tenang.
Penting sekali sebagai ortu, kita bisa membangun mezbah keluarga seumur hidup ...ini sangat berpengaruh besar pada memori anak-anak kita...
Kalau hari ini kita melihat iman kepercayaan anak kita tidak tumbuh... Mengapa? Anak melihat pada ortunya...Kita berusaha menekankan pada anak penting datang beribadah, tapi kita sebagai ortu juga jarang beribadah...Bagaimana iman anak kita bisa bertumbuh?


Cara makan juga diteliti berpengaruh pada otak...
Orang yang suka makan cepat, biasa ada masalah dengan otaknya... Orang seperti ini biasa cenderung bertemperamen  tinggi dan punya emosi yang tidak stabil.
Demi anak-anak, perhatikan dan perbaiki cara makan kita..
- makanlah  perlahan
- bicarakan hal yang baik selama makan
- minimal 1 minggu sekali harus duduk makan bersama.


Akhir kata, PERNIKAHAN SANGAT BERDAMPAK BESAR BAGI PERTUMBUHAN ANAK..



Friday, March 14, 2014

Belajar dari kehidupan Simson.

Sebagai umat kristen, kita pasti mengimani bahwa Alkitab adalah Firman-Nya dimana Tuhan bisa berkomunikasi dengan kita.
Banyak tokoh di Alkitab yang ditulis dengan maksud menjadi SURI TELADAN(yang baik) dan menjadi PERINGATAN(yang tidak baik) bagi kita semua.

Salah satu tokoh Alkitab adalah Simson
Simson adalah seorang nazir Allah, seseorang yang dipersiapkan Allah dalam misi menyelamatka orang Israel dari bangsa Filistin (hakim-hakim 13:5  Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."  Sayangnya Simson tidak memelihara kekudusan hidupnya. Dia hidup dengan semau-maunya;
* Kawin dengan gadis Filistin dan ketika dikhianati, Simson dengan seenaknya saja memberikan istrinya ke bekas pengiringnya(Hakim-hakim pasal 14)
* Gampang jatuh cinta, asal ambil perempuan...istilah gaul sekarang "paly boy" cap kampung :). Perempuan sundalpun di hampirinya (Hak 16:1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia; ayat 4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila).
* Kekuatan yang dimilikinya, memenangkan perang melawan orang-orang Filistin untuk kepentingan pribadinya demi mendapatkan perempuan-perempuan dan juga harta/materi bukan demi memuliakan nama Tuhan. (Hakim-hakim pasal 14 dan 15)

Di akhir hidupnya Simson baru sadar atas segala kesalahan yang dia lakukan, setelah ia di butakan dan dipermalukan oleh orang-orang Filistin, DIA BERBALIK KEPADA ALLAH: (Hak 16:28, 30  Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin." Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu LEBIH BANYAK dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.)  …apakah ini yang disalahartikan oleh pelaku bom bunuh diri? Perang dijaman sekarang adalah perang terhadap diri sendiri, keinginan daging, hawa nafsu, bukan lagi perang kepada suatu bangsa/rakyat.

Kita diciptakan Tuhan bukan sebagai:
Robot; yang diprogram Tuhan untuk hanya melakukan sesuai kehendak-Nya, tidak juga sebagai budak; yang tidak bebas menentukan masa depannya.
Tapi kita diciptakan sebagai manusia bebas, yang mempunyai pilihan dan berhak memilih, tentu saja harus siap mempertanggungjawabkan pilihan kita kelak.

Firman-Nya member petunjuk ; Ulangan 30:19-20  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."


Imanuel.






Sunday, March 02, 2014

AKHIR JAMAN?

Filipi 1:27  Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

Filipi 2:15  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Roma 1: 21 – 32  Sebab SEKALIPUN MEREKA MENGENAL ALLAH, MEREKA TIDAK MEMULIAKAN DIA  sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran  yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.  Karena itu Allah menyerahkan   mereka  kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.  Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta  dan memuja dan MENYEMBAH MAKHLUK  DENGAN MELUPAKAN PENCIPTANYA yang harus dipuji  selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan  mereka kepada hawa nafsu  yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.  Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki , dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan  mereka. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:  penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.  Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju  dengan mereka yang melakukannya. ….dalam pikiran “nakal “saya….coba lihat para anggota dewan(koruptor yang belum ketahuan)  dan keinginan mereka merevisi Undang-Undang yang (katanya) melemahkan KPK—yang bakal menjerat mereka setelah KPK menemukan bukti yang kuat. Salah satunya merevisi bahwa Mahkamah Agung tidak boleh memperberat hukuman yang telah diputuskan oleh pengadilan dibawahnya (tepok jidat deh). Juga legalisasi Negara bahkan pemimpin agama akan penikahan sejenis, bukankah sekarang kita telah berada di jaman yang mempunyai ciri-ciri akhir jaman yang sering disebut-sebut di Alkitab? 

Thursday, February 13, 2014

Hukum Kasih

Apakah 10 hukum Allah sudah tidak lagi berlaku dan telah digantikan Yesus dengan 2 hukum yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia? Apakah ini merupakan perintah baru?

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:37-40

Kalau seandainya 10 hukum sekarang sudah tidak berlaku lagi, berarti kalau saya membunuh orang atau mencuri atau berdusta atau mempunyai allah lain sudah tidak berdosa lagi?.
Ayat diatas sangat betul dan tidak ada yang salah, namun jangan sampai anda salah mengerti. Berdoa dan ikutilah penjelasan di bawah ini.

Pembaca yang saya hormati, Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8) dan Hukum Allah adalah Hukum Kasih. Kasih terbagi 2 yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia (Matius 22:37-39 yaitu ayat diatas). Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua, total = 10 Hukum Allah (Keluaran 20:3-17).

Inilah sebabnya dikatakan ayat diatas dalam ayat 40 (Matius 22:40) bahwa “pada kedua hukum inilah (kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia) tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Artinya adalah Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua berikutnya.

10 Hukum Allah tidak dihapus Yesus dengan perkataan ini (ayat Matius 22:37-40 diatas), mengapa? Karena isi 10 Hukum Allah adalah Kasih kepada Allah (4 hukum pertama) dan Kasih kepada sesama manusia (6 hukum kedua). Mari kita lihat:

Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada Allah? Bila anda Kasih kepada Allah, maka anda akan menuruti 4 hukum pertama, yaitu:

Hukum ke-1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Hukum ke-2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Hukum ke-3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Hukum ke-4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Hukum ke-1 sampai ke-4 adalah bukti cinta kita kepada Allah, penjabaran dari "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada sesama manusia? Bila anda Kasih kepada sesama manusia, maka anda akan menuruti 6 hukum kedua, yaitu:

Hukum ke-5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Hukum ke-6: Jangan membunuh.

Hukum ke-7: Jangan berzinah.

Hukum ke-8: Jangan mencuri.

Hukum ke-9: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

Hukum ke-10: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Hukum ke-5 sampai ke-10 adalah bukti cinta anda kepada sesama  manusia.

Perhatikan gambar di bawah ini:



Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.Yohanes 13:34

Banyak sekali orang yang salah mengerti dengan ayat ini lalu tidak lagi menuruti 10 Hukum Allah, Yohanes yang menulis ayat ini adalah Yohanes kekasih atau Yohanes murid Yesus, adalah Yohanes yang sama yang menulis I,II dan III Yohanes mari kita lihat kata Yohanes sendiri dalam kitab I Yohanes 2:7

Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. I Yohanes 2:7

Link aslinya http://charleysakul.net/hidupbaru/imandanhukumtaurat.html

Mudah-mudahan bermanfaat dan menguatkan kita untuk melakukan kebenaranNya...jangan sampai kita di tolakNya pada saat kita mengharapkan hadiratNya kelak......Imanuel.

Monday, February 10, 2014

Daniel Chu: Perkawinan menurut Alkitab


Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan MENINGGALKAN ayahnya dan ibunya dan BERSATU dengan istrinya, sehingga keduanya MENJADI SATU daging. 

Daniel Chu mengupas ayat ini dalam Seminar Perkawinan yang diadakan Gereja Yesus Sejati pada hari Minggu tgl 9 Februari 2014, saya sharing versi saya:

Ada 3 tahapan dalam ayat ini:
1. "Meninggalkan ayahnya dan ibunya" ...firman ini diucapkan Allah pada masa penciptaan, Adam dan Hawa diciptakan, jadi tidak punya ayah dan ibu, jadi bagaimana mereka bisa meninggalkan ayah dan ibu? Itulah MISTERI ALKITAB! Allah kita Maha Kuasa, Maha Tahu, DIA sudah rancang segala jalan yang terbaik(untuk ditaati dan setia) bagi umat-Nya jauh melampaui masa/waktu.

Anak-anak dibawah 6 tahun, menyerap/merekam semua perkataan dan prilaku orang-orang terdekat yang berada disekitarnya, mereka tidak langsung mengekspresikan apa yang mereka rekam, mereka hanya merekam dan close!tersimpan rapi di memori mereka dan pada saat mereka dewasa dimana hati nurani mereka mulai "terpakai" biasanya pada saat jatuh cinta(ada main perasaan), apa yang terekam mulai terekspose. Jadi bagaimanapun juga perkataan dan perbuatan anak-anak kita adalah hasil "tanam" dari orang tuanya. Pengaruh orangtua adalah dasar dari cara pandang dan cara pikir anak-anak kita.
Jadi sebagai orangtua kita harus didik dan ajar anak kita tentang yang baik dan benar, pembinaan rohani harus sejak dini. Diharapkan saat mereka menghadapi masalah mereka bisa berpikir mandiri, cara pikir pemecahan masalah yang dihadapi adalah pengaruh tradisi/orangtua atau alkitab/jalan Tuhan.

"meninggalkan ayahnya dan ibunya" bukan diartikan berpisah! yang benar adalah "MANDIRI!". Berapa banyak anak yang secara pisik pisah dari orangtua tapi secara finansial dan potensial masih bergantung pada kedua orangtuanya? ketika menghadapi masalah dengan pasangan, curhat dan lapor kepada orangtua dengan harapan orangtua dapat memecahkan masalah mereka. Mereka lupa, mereka akan balik tidur satu kamar lagi dan bisa lebih mesra lagi sedangkan orangtua sudah di "input" hal negatif.

"meninggalkan ayahnya dan ibunya", mandiri dalam pemikiran dan prilaku adalah langkah pertama yang HARUS dilakukan dalam usaha mencapai perkawinan yang sukses, hal ini tidak memakan waktu sebentar kata Daniel Chu, bisa berlangsung sampai 15 tahun. 

2. "bersatu dengan istrinya" ... setelah langkah pertama kita jalankan(Tuhan pasti bantu kalau kita menghadapi masalah dalam mencapainya, asal kita memang berniat serius kata Daniel Chu lagi), kita baru bisa melangkah yang kedua "bersatu dengan pasangan kita", bukan saja  bersatu secara pisik tapi juga BERSATU DALAM ROHANI. Disini pembinaan iman sangat serius diperlukan/ dibenahi. Sebagai orang dewasa kita sudah harus bisa membedakan mana prilaku "bawaan" hasil input dulu(selama 6 tahun pertama) dan bagaimana seharusnya prilaku yang sesuai dengan firman.
Pembinaan rohani sangat diperlukan karena hatilah menjadi dasar segala prilaku dan perbuatan kita kepada sesama terutama kepada pasangan kita.

Maleakhi 2 :15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? KETURUNAN ILAHI! jadi JAGALAH DIRIMU! dan janganlah orang TIDAK SETIA terhadap isteri dari masa mudanya. 

3. "keduanya menjadi satu daging"
Kita dan pasangan kita bukanlah sebagai parohan jiwa sebagai selama ini kita ketahui, bukan saling melengkapi.
Pernikahan secara kristen adalah dimana 1+1=1; kita adalah masing-masing manusia sempurna, mempelai wanita Kristus saat DIA(mempelai pria) datang menjemput kelak.


Saat kita menikah dengan pasangan kita, kita  ibarat ditempatkan dalam sebuah ruangan dimana hanya ada kita berdua dan Tuhan, jadi apa yang ingin kita katakan atau perbuat kepada pasangan kita, pikirkan lebih dahulu apakah itu berkenan/tidak mendukakan Tuhan sebagai Pencipta kita dan juga pasangan kita? Bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak mencintai apa yang ditaroh Tuhan disamping kita sebagai "wakil" Tuhan dalam rangka membentuk Kerajaan Sorga di dunia?. Pasangan kitalah yang benar-benar mengetahui "isi" kita, secara kasat dan rohaniah; jadi diharapkan pasangan saling support dan membangun kearah kebaikan.


Kejadian 2:25  Mereka keduanya TELANJANG, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka TIDAK MERASA MALU
"menjadi satu daging" ibarat kita bercermin sendirian dalam keadaan telanjang, melihat diri kita sendiri seutuhnya dan tidak merasa malu, kita mampu melihat kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri dicermin, diharapkan saat kita ingin memperbaiki kelemahan pasangan kita, kita merasa memperbaiki diri kita sendiri.


Instropeksi diri bagi para mama dan ama....kebanyakkan wanita(mama dan ama) lebih memilih "bersatu" dengan anak atau cucu dibanding dengan pasangannya....kalau anak/cucu susah makan atau sakit, serasa mama/ama yang sakit; kalau pasangan pulang kantor minta dilayani dan mama/ama sedang melayani anak/cucu...langsung pasangan diminta melayani diri sendiri sementara anak/cucu dikejar-kejar sambil aaa...aaa...mangap-mangap untuk nyuapin si anak/cucu ... Lol
Anak DIDIDIK, BERSATUnya dengan pasangan kita; bukan sebaliknya! :) 

Amsal 22:6 DIDIKLAH orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu..... 

Memang berat melepas pengaruh/wibawa/ketergantungan anak atas orangtua- ketergantungan anak kepada orangtua merupakan "kepuasan/keegoan" tersendiri...Daniel Chu mengibaratkan seorang mama yang mendokrin anaknya: "Selalu datang ke mama kalau ada masalah, mama pasti bantu! nah, saat anaknya yang sudah punya cucu bermasalah tetap lapor ke mama; walau mama sudah jalan dengan tongkat masih datangi mantu yang menganggu anaknya untuk membela sang anak, lalu stroke setelah memarahi mantunya hahahahhahaha)
Firman-Nya menyatakan: MANDIRIKAN ANAK! BERSATULAH DENGAN PASANGAN.


Thank you to Daniel Chu atas pencerahannya....semoga kita berjumpa lagi tahun depan.

Tuesday, December 24, 2013

Why Some Christians Don't Celebrate Christmas - by Jerold Aust

Terjemahan bebas dari potongan-potongan yang aku anggap perlu di share, semoga jadi penguatan agar KEBENARAN-NYA makin nyata! 

I soon learned that the Bible didn't teach Christmas. I also found that its origins have nothing to do with the Bible. It was an important lesson about things I'd long assumed to be true.
Just because some 2 billion people—roughly 1 billion Catholics and another billion in Protestant faiths—observe Christmas, does that make it right? Does it really matter one way or the other?
Saya segera tahu bahwa ALKITAB TIDAK MENGAJARKAN (untuk merayakan)NATAL. Saya juga menemukan bahwa asal-usulnya tidak ada hubungannya dengan Alkitab. Itu adalah pelajaran penting tentang hal yang saya akan lama dianggap benar.
Hanya karena  2 miliar orang - sekitar 1 miliar umat Katolik dan Protestan miliar lain merayakan natal, apakah itu membuatnya menjadi suatu kebenaran?


If the Christmas holiday is an important celebration to honor the birth of Jesus Christ, why is it nowhere mentioned in the Bible? Why didn't Christ instruct His closest followers, His 12 chosen apostles, to keep Christmas? Why didn't they institute or teach it to the early Church?
Before you answer, consider that Jesus gave great authority to His 12 apostles, assuring them that they will hold positions of great importance and responsibility in His Kingdom (Matthew 18:18; 19:28; Luke 22:29-30
Jika Natal merupakan perayaan penting untuk menghormati kelahiran Yesus Kristus, mengapa TIDAK ada satupun disebut  dalam Alkitab?
Mengapa Kristus  tidak menginstruksikan pengikut terdekatnya, 12 rasul-Nya yang dipilih, untuk menjaga perayaan Natal?
Mengapa mereka tidak mengajarkannya kepada gereja mula-mula?
Sebelum Anda menjawab, ingat, Yesus telah memberikan otoritas yang besar kepada 12 rasul, meyakinkan mereka bahwa mereka akan memegang posisi penting dan tanggung jawab dalam Kerajaan-Nya (Matius 18:18; 19:28; Lukas 22:29-30.

Jesus never told His followers to celebrate Christmas, but He did warn us not to adhere to false, man-made religious doctrines: "And in vain they worship Me, teaching as doctrines the commandments of men" (Mark 7:7). The truth is, Christmas and other non-biblical religious holidays constitute vain or empty worship of Christ.
Yesus tidak pernah mengatakan kepada para pengikut-Nya untuk merayakan Natal, tetapi Dia memperingatkan kita untuk tidak mematuhi yang palsu, doktrin agama buatan manusia: "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." (Markus 7:7). Yang benar adalah, Natal dan hari libur keagamaan non-Alkitab lainnya merupakan ibadah yang sia-sia atau penyembahan yang kosong.

But since Jesus never taught His apostles to keep Christmas, nor did they ever teach it to the Church though they had years of opportunity to do so, shouldn't that make us question whether Christmas is something Jesus really wants or appreciates?
So how did Christmas become such a widespread practice if the Bible doesn't sanction it, if Christ didn't observe it and if He never taught His disciples and the early Church to celebrate it?
History shows that Christmas does not represent Christ. It misrepresents sound biblical teaching and is in opposition to God's truth. God wants us to worship Him in truth (John 4:23-24), not fable.
In Deuteronomy 12:28-32, God told His people to worship only in the ways He commanded, telling them "Whatever I command you, be careful to observe it; you shall not add to it nor take away from it." He explicitly ordered them not to copy or adopt the religious practices of the pagans, calling such practices "abomination [ s ] . . . which He hates."

Sejarah menunjukkan bahwa Natal tidak mewakili Kristus. Ini salah mengartikan ajaran Alkitab yang sehat dan bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Tuhan ingin kita menyembah Dia dalam kebenaran-Nya (Yohanes 4:23-24  Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan MENYEMBAH BAPA DALAM ROH DAN KEBENARAN; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. ALLAH ITU ROH dan barangsiapa menyembah Dia, harus MENYEMBAH-NYA DALAM ROH DAN KEBENARAN."), bukan dongeng.
Dalam Ulangan 12:28-32  DENGARKANLAH BAIK-BAIK SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian untuk selama-lamanya, apabila engkau melakukan apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahmu." ............(32) SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU HARUSLAH KAMU LAKUKAN DENGAN SETIA, JANGANLAH ENGKAU MENAMBAHINYA ATAUPUN MENGURANGINYA.  Dia secara eksplisit memerintahkan mereka untuk tidak menyalin atau mengadopsi praktik keagamaan dari orang-orang kafir, menyebut praktek-praktek seperti "kekejian  ... yang Dia benci."

The crucial question is, do we worry more about what others think or about what God requires? Also, can other human beings give us salvation? If honoring God's truth determines our salvation, then why honor men over God?
Jesus Christ said to those who appeared religious but denied the power of His true teaching, "But why do you call Me 'Lord, Lord,' and do not do the things which I say?" (Luke 6:46; compare Matthew 7:21. Since Christ is opposed to Christmas, why would any thoughtful Christian observe it?
Walking in Jesus' footsteps in a world that doesn't is never easy. But it is much better and eminently more rewarding than following the empty ways of the world.
God tells us in 1 John 2:15-17: "Do not love the world or the things in the world. If anyone loves the world, the love of the Father is not in him. For all that is in the world—the lust of the flesh, the lust of the eyes, and the pride of life—is not of the Father but is of the world. And the world is passing away, and the lust of it; but he who does the will of God abides forever."

Pertanyaan penting adalah , APAKAH KITA LEBIH KHAWATIR TENTANG APA YANG ORANG LAIN PIKIRKAN ATAU APA YANG DIKEHENDAKI ALLAH? Juga , bisakah  manusia lain memberi kita keselamatan? Jika menghormati kebenaran Allah menentukan keselamatan kita , lalu mengapa kita lebih patuh pada(peraturan yang dibuat) manusia di atas Allah?
Yesus Kristus berkata kepada mereka yang memunculkan agama tetapi membantah KEBENARAN-NYA."  Lukas 6:46  "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal KAMU TIDAK MELAKUKAN APA YANG AKU KATAKAN?; Bandingkan Matius 7:21  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, MELAINKAN DIA YANG MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU YANG DI SORGA .
Karena tidak ada perintah Kristus untuk merayakan Natal, hendaklah sebagai orang kristen yang bijaksana lebih memperhatikan hal ini.
Berjalan dijalan Yesus (menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya) tidak pernah mudah. Tapi itu jauh lebih baik dan nyata lebih berharga daripada mengikuti cara-cara kosong dunia.

Allah memberitahu kita dalam 1 Yohanes 2:15-17  " Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia, Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi ORANG YANG MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH TETAP HIDUP SELAMA-LAMANYA.

link aslinya 

Why Some Christians Don't Celebrate Christmas - article by Jerold Aust

Wednesday, December 11, 2013

Natal bagi Gereja Yesus Sejati


Kenapa Gereja Yesus Sejati TIDAK merayakan NATAL padahal orang-orang kristen seluruh dunia merayakannya pada setiap 25 Desember?
Gereja Yesus Sejati mengakui dan percaya akan NATAL/KELAHIRAN Kristus Yesus tapi Gereja Yesus Sejati tidak merayakannya, karena:
Sebagai umat kristen kita mengimani Alkitab/Injil adalah firmanNya, yang menjadi dasar patokan kita dalam berprilaku menjalani kehidupan didunia ini.
Didalam Alkitab tidak ada satu ayatpun menyinggung tanggal lahir Yesus, tidak ada satupun perintah yang tertulis di alkitab untuk memperingati hari lahirnya; yang ada perintah untuk memperingati kematiannya,seperti yang tertulis di

I Korintus 11: 24 dan 25
24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya(SEKETUL roti yg tidak beragi) dan berkata:"Inilah tubuhKu,yang diserahkan bagi kamu;PERBUATLAH ini menjadi PERINGATAN akan Aku!"
25 Demikian juga Ia mengambil cawan,sesudah makan,lalu berkata:"Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimateraikan oleh darahKu:PERBUATLAH ini,setiap kali kamu meminumnya,menjadi PERINGATAN akan Aku.

Ke empat penulis kitab Injil(Matius ,Lukas,Markus dan Yohanes) sama sekali tidak pernah menulis tentang tanggal lahir Yesus .Namun ke empatnya mencatat secara sistematis proses kematian Tuhan Yesus, dari ditangkap, disidang, disiksa, disalibkan, mati, dikubur dan bangkit dari kematian pada hari ketiga.Mengapa?

KARENA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN TUHAN YESUS ADALAH PUNCAK DARI SEGALA RENCANA PENYELAMATANNYA. Dan secara khusus Yesus memerintahkan semua pengikutNya untuk memperingati kematianNya,bukan kelahiranNya.

Yesus adalah Allah yang kekal, Ia MENJADI manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa asal dengan tumpahan darah-Nya yang suci karena Ia lahir oleh Roh Kudus, bukan anak karena sperma dan sel telur manusia -- ini diakui oleh 3 agama samawi( Kristen, Islam dan Yahudi), dan supaya apa yang diperbuat-Nya bisa menjadi teladan dan mampu dilakukan kita manusia.(Ibrani 4:5 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.)
Ada ilustrasi yang pas mengenai Allah menjadi manusia seperti kita, baca disini 

Yesus Kristus sudah ada sebelum Ia datang kedunia ( Yohanes 1:1-18).
Sebagai Allah yang kekal,apakah Yesus memerlukan tanggal lahir yang akan membuatNya sama seperti manusia fana umumnya?

Ulangan 4:2 janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya,dengan demikian kamu BERPEGANG PADA PERINTAH TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

Ulangan 12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia,janganlah engkau menambahinya atau menguranginya

Kalau ayat-ayat tersebut terdapat pada perjanjian lama,maka mari kita renungkan ayat penutup keseluruh Alkitab yang kita imani sebagai firmanNya

Wahyu 22 : 18-19
18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dalam kitab ini:Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini,maka Allah akan MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA yang tertulis didalam kitab ini

19 dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini,maka Allah akan MENGAMBIL BAGIANNYA dari pohon kehidupan dan dari kota kudus,seperti yang tertulis didalam kitab ini.

Dan jangan sampai juga kita menjadi "penggenap" firman-Nya di Markus 7: 6-9  Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini MEMULIAKAN AKU DENGAN BIBIRNYA, PADAHAL HATINYA JAUH DARI PADA-KU. PERCUMA mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.  YESUS BERKATA  pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu MENGESAMPINGKAN PERINTAH ALLAH, SUPAYA KAMU DAPAT MEMELIHARA ADAT ISTIADATMU  SENDIRI.

Jadi, mana yang kita pilih....Adat istiadat/tradisi/kebiasaan yang dilakukan oleh orang banyak? atau bertahan pada firman-Nya walau dipandang "aneh" oleh orang kebanyakan?.

Hidup adalah pilihan dan keselamatan adalah tanggungjawab masing-masing pribadi.

Haleluya ... 

PS
Penulis hanya me rewind apa yang diterima, berlandaskan alkitab.
Jauhhh dari merasa paling benar tapi hanya menunaikan "tugas", memberitakan Injil-Nya.
Hidup adalah pilihan....Penghakiman hanya milik DIA.



Monday, December 09, 2013

Dosa; manusiawi dan yang membawa maut.

Manusia tak pernah luput dari dosa (1 Yohanes 1:8-9 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita)

Ada 2 jenis dosa; yang tidak membawa maut dan yang membawa maut
(1 Yohanes 5 : 16,17 Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.)

Salah satu dosa yang mendatangkan maut ,contohnya:
Zinah jasmani/raga: Adalah perintah Tuhan: Jangan berzinah!(Keluaran 20:14), tapi apabila kita yang sudah mempunyai pasangan hidup(menikah), masih berniat lalu melakukan selingkuh dengan orang lain apalagi pasangan orang lain(sudah berzinah, di+ lagi menginginkan yang dipunyai sesamamu(Keluaran 20:17) -- itu menunjukkan adanya SUATU PEMBERONTAKAN YANG SENGAJA TERHADAP ALLAH DAN FIRMAN-NYA, yang mengakibatkan kematian rohani dan pemisahan dari hidup Allah.

Zinah rohani: Untuk itu setiap orang yang mengaku percaya kepada Tuhan namun melakukan perbuatan menduakan Tuhan(ada kekuatan lain yang lebih ditakuti daripada Tuhan) , mereka sedang BERZINAH SECARA ROHANI.

1 Yoh 5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

Firman penutup
1 Yohanes 5:20  Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Semoga Roh Kudus selalu tinggal dihati kita, sebagai Roh Penolong kita yang menuntun kita untuk tetap setia dan taat akan perintah dan larangan-Nya

Yohanes 14:15  Yesus: "JIKALAU KAMU MENGASIHI AKU, KAMU AKAN MENURUTI SEGALA PERINTAH-KU. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.