http://www.youtube.com/watch?v=TDNfWpDdzL8
Friday, May 30, 2014
Friday, May 23, 2014
Bc-"Tabut Perjanjian ditemukan!" Sikap kita?
Dalam seminggu ini banyak
menerima broadcast-an tentang ditemukannya tabut Allah/Tabut Perjanjian/Tabut
Musa dikedalaman bumi, darah Yesus yang kering yang menembus bumi sampai ke
tabut, yang setelah diselidiki hanya mempunyai 24 chromosome(tidak 46 seperti
normalnya manusia)….Seperti yang sering dikotbahkan para hamba Tuhan:” jangan
cepat terpesona, waspada dan selalu uji”…Sayapun berkomunikasi dengan para
hamba Tuhan, dan penjelasan beliau mengutip firman(PS; sebagai umat Kristiani,
Alkitab adalah paduan dasar kita) sbb:
*Sebagai orang percaya,
firman-Nya mengatakan: “Allah itu Roh dan
barangsiapa menyembah Dia, harus MENYEMBAH-NYA
DALAM ROH dan KEBENARAN."(Yohanes
4:24)
*Tabut Allah adanya di
sorga : Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di
sorga, dan kelihatanlah TABUT
PERJANJIAN-NYA di dalam Bait Suci
itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.(Wahyu
11:19)
Jadi, kita hendaknya
JANGAN terjebak dengan materi-materi pemujaan dan penyembahan. Sembah DIA dalam
ROH dan KEBENARAN.
Diakhir video broadcast-an
tersebut ada keterangan, hilangkan bahwa Yesus adalah manusia biasa…terbaca
sepertinya rohani sekali, tapi kebenaran firman-Nya mengatakan: “ FIRMAN ITU
TELAH MENJADI MANUSIA, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal
Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.(Yohanes 1:14)
Tuhan Maha Kuasa, DIA
mampu menampakkan diri-Nya dalam wujud yang dikehendaki-Nya.
*Dalam wujud “api ”-- Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di
dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah:
semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.(keluaran 3:2)
*Dalam
wujud “tiang awan dan tiang api” -- Dan TUHAN menampakkan diri di kemah itu
dalam tiang awan, dan tiang awan itu berdiri pada pintu kemah.(Ulangan 31:15).
*Dalam
wujud seorang laki-laki, saat bergumul dengan Yakub(Kejadian 32:24-30). Tetapi wujud
Allah yang sesungguhnya dalam ROH dan TIDAK pernah dilihat manusia -- Lagi
firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang
yang memandang Aku dapat hidup.”(Keluaran 33:20)
Yesus adalah Allah yang menjadi manusia.(Dan sesungguhnya agunglah rahasia
ibadah kita: "Dia, yang telah
menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang
menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia,
diangkat dalam kemuliaan.” (1Timotius 3:16)
Jadi bagaimana kita bisa
menafikan “kemanusiaan-Nya?” --- Pengorbanan-Nya dalam wujud manusialah yang
menebus dosa kita, semua umat manusia.
Haleluya…..Semoga
bermanfaat.
Monday, April 28, 2014
Peperangan Adam dan...... Menang!
HIDUP adalah sebuah peperangan, selama kita hidup, peperangan(logika dan nurani ; kebutuhan dan keinginan) akan terus bergolak; jangan pernah punya pikiran sebagai orang yang percaya/beriman lalu masalah ngacir....Masalah kita perlukan untuk menguji level(lulus - naik tingkat or mandeqnya) keimanan kita. Musuh yang terbesar yang harus kita hadapi adalah (ego) diri kita sendiri!
Peperangan akan berakhir dengan berakhirnya kontrak hidup kita di dunia.
Kejadian 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk MENGUSAHAKAN dan MEMELIHARA taman itu.
Ketika manusia pertama diciptakan Tuhan, dalam keadaan masih belum berdosa, ditempatkan di taman Eden yang serba tersedia...Tuhan perintahkan agar manusia mengusahakan(to work it) dan memelihara (to take care of it).... Pesan Tuhan jelas, jangan terlena karena serba tersedia, BEKERJA - membuat lebih dan PEDULI - menjaga.
Peperangannya.... rasa nyaman/semua tersedia vs perintah Allah/usahakan dan pelihara.
Kejadian 2:18-20 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah SEGALA BINATANG HUTAN dan SEGALA BURUNG di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi BAGINYA SENDIRI ia TIDAK MENJUMPAI PENOLONG yang SEPADAN dengan dia.
Ketika Tuhan berfirman akan menjadikan penolong YANG SEPADAN untuk Adam, Tuhan tidak langsung menjadikan Hawa, malah membentuk segala BINATANG dan semua dibawa-Nya kepada Adam. Adam tidak langsung menolak(karena disorongi binatang untuk dipilih tapi tetap TAAT dan SETIA untuk memberi nama kepada semua binatang tsb....walau akhirnya Adam mengaku TIDAK MENJUMPAI PENOLONG yang SEPADAN seperti yang dijanjikan Tuhan.
Ketika Adam tetap PERCAYA pada janji Tuhan dan tidak ngeyel menuntut, melainkan pasrah saja ketika Tuhan membuatnya tidur(padahal Adam belum mendapatkan penolong yang sepadan), Allah menjadikan Hawa untuk Adam dan Adam menyambut kemenangan dengan mengucap :"Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
PEMENANG adalah orang yang MAMPU MENGUASAI/MENGONTROL (reaksi) DIRI terhadap perlakuan orang sekitar/lingkungan.
Orang lain boleh menghina, mengecam, meremehkan kita, reaksi kita terhadap semua itu TERGANTUNG KITA! mau MARAH? TERHINA? DEPRESI? ACUH? EGP? atau DIBAWA KETAWA....semua KITA yang KENDALIKAN, semua terserah kita :)
Semoga kita dimampukan untuk mengembangkan hidup, berjalan bersama DIA didalam KEBENARAN-NYA! lalu memenangkan *peperangan* pribadi kita.
Imanuel
Peperangan akan berakhir dengan berakhirnya kontrak hidup kita di dunia.
Kejadian 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk MENGUSAHAKAN dan MEMELIHARA taman itu.
Ketika manusia pertama diciptakan Tuhan, dalam keadaan masih belum berdosa, ditempatkan di taman Eden yang serba tersedia...Tuhan perintahkan agar manusia mengusahakan(to work it) dan memelihara (to take care of it).... Pesan Tuhan jelas, jangan terlena karena serba tersedia, BEKERJA - membuat lebih dan PEDULI - menjaga.
Peperangannya.... rasa nyaman/semua tersedia vs perintah Allah/usahakan dan pelihara.
Kejadian 2:18-20 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia." Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah SEGALA BINATANG HUTAN dan SEGALA BURUNG di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi BAGINYA SENDIRI ia TIDAK MENJUMPAI PENOLONG yang SEPADAN dengan dia.
Ketika Tuhan berfirman akan menjadikan penolong YANG SEPADAN untuk Adam, Tuhan tidak langsung menjadikan Hawa, malah membentuk segala BINATANG dan semua dibawa-Nya kepada Adam. Adam tidak langsung menolak(karena disorongi binatang untuk dipilih tapi tetap TAAT dan SETIA untuk memberi nama kepada semua binatang tsb....walau akhirnya Adam mengaku TIDAK MENJUMPAI PENOLONG yang SEPADAN seperti yang dijanjikan Tuhan.
Ketika Adam tetap PERCAYA pada janji Tuhan dan tidak ngeyel menuntut, melainkan pasrah saja ketika Tuhan membuatnya tidur(padahal Adam belum mendapatkan penolong yang sepadan), Allah menjadikan Hawa untuk Adam dan Adam menyambut kemenangan dengan mengucap :"Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."
PEMENANG adalah orang yang MAMPU MENGUASAI/MENGONTROL (reaksi) DIRI terhadap perlakuan orang sekitar/lingkungan.
Orang lain boleh menghina, mengecam, meremehkan kita, reaksi kita terhadap semua itu TERGANTUNG KITA! mau MARAH? TERHINA? DEPRESI? ACUH? EGP? atau DIBAWA KETAWA....semua KITA yang KENDALIKAN, semua terserah kita :)
Semoga kita dimampukan untuk mengembangkan hidup, berjalan bersama DIA didalam KEBENARAN-NYA! lalu memenangkan *peperangan* pribadi kita.
Imanuel
Saturday, April 19, 2014
Paskah
Makna paskah yg
sebenarnya adalah memperingati kematian Kristus;
1Korintus 11:23-26 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu,
telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia
diserahkan, mengambil roti; dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya;
Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku,
yang diserahkan bagi kamu; PERBUATLAH INI menjadi PERINGATAN AKAN AKU!"
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan
oleh darah-Ku; PERBUATLAH INI, setiap kali kamu meminumnya, menjadi PERINGATAN
AKAN AKU!" Sebab
setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian
Tuhan sampai Ia datang…..
Kaitan yang pasti adalah “Tubuh Yesus”(roti yang tidak
beragi) dan “Darah Yesus”(air buah anggur)….dan perintah-Nya…perbuat itu(Perjamuan
Kudus) menjadi peringatan akan(kematian) Yesus.
Lalu, dimana kaitan
paskah dengan telor dan kelinci seperti banyak orang lakukan sekarang
ini?
Tradisi?
Yesus berkata: " Perintah Allah
kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia; Sungguh pandai kamu
mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu
sendiri"(Markus 7:8-9)
Waspada dan uji selalu ajaran yang kita terima, Rasul Pauluspun memberi peringatan: "Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa MEREKA SUNGGUH-SUNGGUH GIAT UNTUK ALLAH, tetapi TANPA PENGERTIAN YANG BENAR. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.(Roma 10:1-3)
Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,...Yesaya 29:13
Kesempurnaan iman harus tetap kita usahakan agar saat kita "pulang" kita dikenal, diakui dan layak menerima janji-Nya...keselamatan kekal dirumah-Nya karena Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia YANG MELAKUKAN kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" "Setiap orang YANG MENDENGAR PERKATAAN-KU INI DAN MELAKUKANNYA, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.(Matius 7:21-24)
Semoga kita dimampukan untuk tetap setia dan
akhirnya layak menerima janji keselamatan yang dijanjikan-Nya. Haleluya!
Happy Sabbath
Day…
Sunday, April 13, 2014
Good luck Son! GOD bless.
Jumat, 11 April 2014, selesai kebaktian sabat awal, saya, hubby, sdr Ayung, sdri Helen, sdri Inge diminta Pdt Dede kembali ke aula untuk menyaksikan pelatihan pelayan mimbar/penyampai firman amatir.
Indra tampil pertama. Setelah "ehem", mengucap dalam nama Tuhan Yesus, Indra mulai pelatihannya....
Indra memulai dengan mengambil nas alkitab Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan....lalu Indra mengaitkan dengan pengalamanan perjalanan kami berempat ke Yerusalem, bagaimana kita diajak mendaki ke Gunung Sinai pada hari kedua, pada tengah malam dimana seharusnya kita enak-enak tidur; mendaki dalam kegelapan.
Memulai perjalanan dengan naik onta(kalau beruntung) atau jalan kaki(kehabisan onta); naik ontapun tidak merupakan pekerjaan mudah, "wangi " onta dan kita harus menaruh kepercayaan kepada sipemilik onta dalam membimbing perjalanan ontanya.
Dalam perjalanan menuju puncak, ada tempat persinggahan dimana kita bisa istirahat dan kalau orang lokal disana ditanya, jawabnya pasti:"sudah dekat", padahal perjalanan masih panjang.
Bahkan pada persinggahan terakhir sebelum puncak, masih ada anak tangga yang tingginya tidak beraturan yang harus dijalani.....dimana masih terdapat ada orang yang memutuskan berhenti/stop sampai disana, tidak lagi ikut mencapai puncak.
Turun dari puncakpun ternyata bukan perjalanan yang gampang, setelah kita melihat bagaimana kondisi gunung dan tangga yang kita daki kemarin malam, takkan mau kita daki kalau kita tahu/melihat nya di awal.
Indra mengaitkan dengan perjalanan kehidupan dan juga bergereja(antar jemaat - tempat persinggahan=gereja, dimana kita antar jemaat bisa saling menguatkan, memberi support untuk tetap bertahan menggapai tujuan akhir..Rumah Bapa kita)
Lama tampil nya 14,5 menit....padahal yang diminta hanya 10 menit.
Selesai Indra, sdri Helen tampil.
Setelah keduanya, lalu Pdt Dede evaluasi:
Bahan yang disampaikan Indra bisa jadi bahan kotbah dengan durasi 35-40 menit, dengan pemecahan segmen..
* Memulai perjalanan dengan naik onta dan jalan kaki, Allah beri kemudahan dan juga ijinkan terjadi kesulitan dalam kehidupan kita
* Kepada pembimbing onta saja kita menaruh kepercayaan atas keselamatan kita, kenapa kepada Tuhan kita bisa ragu?
* Tempat persinggahan: sesuai dengan penjabaran Indra, tempat banyak pertanyaan diajukan dan tempat dimana kita bisa memperoleh penguatan.
* Puncak Sinai sudah dekat/sudah terlihat, tetap butuh perjuangan untuk mencapainya. Jangan sampai kita berhenti/menyerah saat puncak kehidupan hampir kita raih.
* Tidak ada batasan umur untuk mendaki G Sinai, semua orang bisa meraih puncak, semua punya kesempatan yang sama untuk meraih puncak, keputusan terletak di diri manusia kita masing-masing, mau tetap berusaha atau menyerah.
Sebagai penutup, Pdt Dede bilang...minggu depan latihan dengan jangka waktu 12 menit, "Saya akan pegang bel, begitu 12 menit saya bunyikan bel, anda punya waktu 1 menit untuk menutupnya, kalau tetap lebih, saya akan bunyikan bel berulang-ulang...ting a ling a ling :D)
Harus bisa membatasi diri/penguasaan diri, ( mom: jangan ngelindur seenak dewe....bukannya firman yang disampaikan tumbuh didalam hati, bisa bisa semua hanya JJS, masuk telinga kiri keluar telinga kanan jemaat sambil tengak tengok jam tangan....:)
Good luck Son....tetap mohon bimbingan Roh Kudus atas kesiapan dan kelayakkan engkau dipakai sebagai pelayan-Nya.
Di Gereja Yesus Sejati, penyampai firman adalah benar-benar pelayan, yang melayani mimbar sebagai penyampai kebenaran firman, modal utama: Bimbingan dan tuntunan Roh Kudus.
Hamba Tuhan pun bukan manusia 1/2 dewa, bukan pemilik gereja yang menerima semua persembahan jemaatnya. Kebutuhan rumah tangga para hamba Tuhan di support oleh Majelis Pusat yang didapat dari iuran dan persembahan gereja-gereja cabang dan jemaat.
Terima kasih banyak kepada hamba-hamba Tuhan yang mau dan berdedikasi tinggi memberi pengertian dan menuntun kami kepada kebenaran yang sejati. Semoga kita semua dimampukan untuk tetap setia sampai garis akhir....amin
Ps
Pada saat Indra latihan di belakang mimbar, ponakannya di Surabaya(baby William) berada di ruang bedah dokter bedah anak, di sunat... :)
Puji Tuhan.
Monday, March 17, 2014
Penikahan dan prilaku anak..Daniel Chu
Ini adalah sesi pertama Seminar Suami Istri by Daniel Chu, saya tidak bisa hadir dan mengikuti...thank to Yenny Gunawan yang bersedia sharing....
Hubungan suami istri
erat hubungannya dengan kehidupan anak-anak kelak. Anak-anak melihat, memperhatikan dan merekam semua yg menyangkut pernikahan kedua ortunya.
Anak-anak adalah mahluk yang piawai mencontoh/ meniru/ meneladani seseorang..
Yg paling anak-anak takutkan adalah bila melihat kedua ortu mereka bertengkar...
Didalam otak anak ada 2 hal yg akan terekam saat mereka melihat kedua ortu mereka bertengkar:
1. Anak akan berpikir: wo bu hao alias saya tidak baik
2. Saya tidak perlu ada dalam situasi ini, atau mungkin saya tidak ingin berada dalam rumah ini...
Saat anak-anak menyentuh usia tunas muda dan remaja, kadang ortu kaget dan bingung ketika anaknya dapat mengeluarkan perkataan yang pedas.. Mengapa? Karena mereka merekam dan melihat bagaimana cara orang tua nya bertengkar di rumah...
Bagaimana solusi yang baik.....
1. Kita harus berusaha menemukan 1 cara u/ bertengkar
Kita sebagai suami - istri harus bisa membina hubungan yg baik...kalaupun kita harus bertengkar, JANGAN bertengkar di hadapan anak...
Misal: 1. Kita marah pada pasangan kita via sms...
2. Pergi ke restoran spt Mc donald..jadi anak-anak bisa bermain, dan kita bertengkar pun suaranya tidak begitu terdengar.. Karena disana suasana cukup riuh...
3. Carter kapal kecil/ klotok yg suaranya cukup nyaring(hanya bisa di Banjarmasin J.. Dan kita berdua bisa bertengkar tanpa mengganggu org lain
4. Kalo memang harus terus bertengkar juga, kedua pihak harus bikin appoinment/ janji suatu tempat untuk dapat bertengkar dengan baik...apakah cukup 1 minggu 1x bertengkar atau 2 minggu 1 x bertengkar tergantung pd kesepakatan 2 belah pihak...
Anak-anak adalah mahluk yang piawai mencontoh/ meniru/ meneladani seseorang..
Yg paling anak-anak takutkan adalah bila melihat kedua ortu mereka bertengkar...
Didalam otak anak ada 2 hal yg akan terekam saat mereka melihat kedua ortu mereka bertengkar:
1. Anak akan berpikir: wo bu hao alias saya tidak baik
2. Saya tidak perlu ada dalam situasi ini, atau mungkin saya tidak ingin berada dalam rumah ini...
Saat anak-anak menyentuh usia tunas muda dan remaja, kadang ortu kaget dan bingung ketika anaknya dapat mengeluarkan perkataan yang pedas.. Mengapa? Karena mereka merekam dan melihat bagaimana cara orang tua nya bertengkar di rumah...
Bagaimana solusi yang baik.....
1. Kita harus berusaha menemukan 1 cara u/ bertengkar
Kita sebagai suami - istri harus bisa membina hubungan yg baik...kalaupun kita harus bertengkar, JANGAN bertengkar di hadapan anak...
Misal: 1. Kita marah pada pasangan kita via sms...
2. Pergi ke restoran spt Mc donald..jadi anak-anak bisa bermain, dan kita bertengkar pun suaranya tidak begitu terdengar.. Karena disana suasana cukup riuh...
3. Carter kapal kecil/ klotok yg suaranya cukup nyaring(hanya bisa di Banjarmasin J.. Dan kita berdua bisa bertengkar tanpa mengganggu org lain
4. Kalo memang harus terus bertengkar juga, kedua pihak harus bikin appoinment/ janji suatu tempat untuk dapat bertengkar dengan baik...apakah cukup 1 minggu 1x bertengkar atau 2 minggu 1 x bertengkar tergantung pd kesepakatan 2 belah pihak...
(from me….ada ilmu
baru…katanya kalau mau mulai bertengkar atau mau marah….hitung dulu dalam hati
1 sampai dengan sepuluh dengan tempo yang normal).
2. Mohon pertolongan roh Tuhan untuk membantu kita memperbaiki hubungan kita dengan pasangan kita, buka hati kita untuk pasrah dan rela...
Tuhan menciptakan otak manusia itu luar biasa. Otak berfungsi u/ntuk merekam sesuatu( mirip seperti mesin foto cuci cetak).. Hal-hal yang paling menyedihkan terletak pada memori bagian paling bawah, sebaliknya hal-hal yg menyenangkan berada di bagian atas. Seolah-olah ada 1 kunci yang bisa mengunci memori yang menyedihkan..
Kapan kunci memori tentang hal yang menyedihkan ini bisa terbuka/ terkuak kembali?
Saat peristiwa menyedihkan itu terulang kembali.
Saat anak-anak kita menikah dan menghadapi persoalan dgn pasangannya, hal-hal kecil kadang bisa menjadi sesuatu yang besar,... Mengapa? Karena memori bagian bawah ( kotak memori paling dasar) ttg hal-hal yang menyedihkan terbuka lagi... satu per satu memori yang menyedihkan , keluar / terkuak kembali...
Ketika kita marah itu sama dengan kita sedang melukai otak kita...
3.Kedua belah pihak HARUS SATU KATA!
Saat papah memarahi anak, mama TIDAK BOLEH membela anak …..demikian juga sebaliknya...
Tujuan apa? supaya otak anak tidak kebingungan.....Satu input! Hal tersebut TIDAK BAIK!
ANAK MELIHAT APA YANG DIA LIHAT
Anak-anak memperhatikan bagaimana cara ortu menyelesaikan masalah. Mereka memperhatikan ekspresi dan bagaimana cara ortu mereka bicara saat bertengkar.
Semua ekspresi cara ortu bicara akan ditirukan oleh anak kita.
Para ilmuwan meneliti saat ini, bahwa anak-anak yang suka diperdengarkan lagu-lagu rohani ; yang senang membaca Alkitab ternyata membuat otak anak lebih berwarna dan lebih tenang.
Penting sekali sebagai ortu, kita bisa membangun mezbah keluarga seumur hidup ...ini sangat berpengaruh besar pada memori anak-anak kita...
Kalau hari ini kita melihat iman kepercayaan anak kita tidak tumbuh... Mengapa? Anak melihat pada ortunya...Kita berusaha menekankan pada anak penting datang beribadah, tapi kita sebagai ortu juga jarang beribadah...Bagaimana iman anak kita bisa bertumbuh?
Cara makan juga diteliti berpengaruh pada otak...
Orang yang suka makan cepat, biasa ada masalah dengan otaknya... Orang seperti ini biasa cenderung bertemperamen tinggi dan punya emosi yang tidak stabil.
Demi anak-anak, perhatikan dan perbaiki cara makan kita..
- makanlah perlahan
- bicarakan hal yang baik selama makan
- minimal 1 minggu sekali harus duduk makan bersama.
Akhir kata, PERNIKAHAN SANGAT BERDAMPAK BESAR BAGI PERTUMBUHAN ANAK..
2. Mohon pertolongan roh Tuhan untuk membantu kita memperbaiki hubungan kita dengan pasangan kita, buka hati kita untuk pasrah dan rela...
Tuhan menciptakan otak manusia itu luar biasa. Otak berfungsi u/ntuk merekam sesuatu( mirip seperti mesin foto cuci cetak).. Hal-hal yang paling menyedihkan terletak pada memori bagian paling bawah, sebaliknya hal-hal yg menyenangkan berada di bagian atas. Seolah-olah ada 1 kunci yang bisa mengunci memori yang menyedihkan..
Kapan kunci memori tentang hal yang menyedihkan ini bisa terbuka/ terkuak kembali?
Saat peristiwa menyedihkan itu terulang kembali.
Saat anak-anak kita menikah dan menghadapi persoalan dgn pasangannya, hal-hal kecil kadang bisa menjadi sesuatu yang besar,... Mengapa? Karena memori bagian bawah ( kotak memori paling dasar) ttg hal-hal yang menyedihkan terbuka lagi... satu per satu memori yang menyedihkan , keluar / terkuak kembali...
Ketika kita marah itu sama dengan kita sedang melukai otak kita...
3.Kedua belah pihak HARUS SATU KATA!
Saat papah memarahi anak, mama TIDAK BOLEH membela anak …..demikian juga sebaliknya...
Tujuan apa? supaya otak anak tidak kebingungan.....Satu input! Hal tersebut TIDAK BAIK!
ANAK MELIHAT APA YANG DIA LIHAT
Anak-anak memperhatikan bagaimana cara ortu menyelesaikan masalah. Mereka memperhatikan ekspresi dan bagaimana cara ortu mereka bicara saat bertengkar.
Semua ekspresi cara ortu bicara akan ditirukan oleh anak kita.
Para ilmuwan meneliti saat ini, bahwa anak-anak yang suka diperdengarkan lagu-lagu rohani ; yang senang membaca Alkitab ternyata membuat otak anak lebih berwarna dan lebih tenang.
Penting sekali sebagai ortu, kita bisa membangun mezbah keluarga seumur hidup ...ini sangat berpengaruh besar pada memori anak-anak kita...
Kalau hari ini kita melihat iman kepercayaan anak kita tidak tumbuh... Mengapa? Anak melihat pada ortunya...Kita berusaha menekankan pada anak penting datang beribadah, tapi kita sebagai ortu juga jarang beribadah...Bagaimana iman anak kita bisa bertumbuh?
Cara makan juga diteliti berpengaruh pada otak...
Orang yang suka makan cepat, biasa ada masalah dengan otaknya... Orang seperti ini biasa cenderung bertemperamen tinggi dan punya emosi yang tidak stabil.
Demi anak-anak, perhatikan dan perbaiki cara makan kita..
- makanlah perlahan
- bicarakan hal yang baik selama makan
- minimal 1 minggu sekali harus duduk makan bersama.
Akhir kata, PERNIKAHAN SANGAT BERDAMPAK BESAR BAGI PERTUMBUHAN ANAK..
Friday, March 14, 2014
Belajar dari kehidupan Simson.
Sebagai umat kristen, kita pasti mengimani bahwa
Alkitab adalah Firman-Nya dimana Tuhan bisa berkomunikasi dengan kita.
Banyak tokoh di
Alkitab yang ditulis dengan maksud menjadi SURI TELADAN(yang baik) dan menjadi
PERINGATAN(yang tidak baik) bagi kita semua.
Salah satu tokoh
Alkitab adalah Simson
Simson adalah seorang
nazir Allah, seseorang yang dipersiapkan Allah dalam misi menyelamatka orang
Israel dari bangsa Filistin (hakim-hakim 13:5 Sebab engkau akan mengandung dan
melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab
sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan
dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin." Sayangnya
Simson tidak memelihara kekudusan hidupnya. Dia hidup dengan semau-maunya;
*
Kawin dengan gadis Filistin dan ketika dikhianati, Simson dengan seenaknya saja
memberikan istrinya ke bekas pengiringnya(Hakim-hakim pasal 14)
*
Gampang jatuh cinta, asal ambil perempuan...istilah gaul sekarang "paly
boy" cap kampung :).
Perempuan sundalpun di hampirinya (Hak
16:1 Pada suatu kali, ketika Simson
pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri
dia; ayat 4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari
lembah Sorek yang namanya Delila).
* Kekuatan yang dimilikinya,
memenangkan perang melawan orang-orang Filistin untuk kepentingan pribadinya
demi mendapatkan perempuan-perempuan dan juga harta/materi bukan demi memuliakan
nama Tuhan. (Hakim-hakim pasal 14 dan 15)
Di akhir hidupnya
Simson baru sadar atas segala kesalahan yang dia lakukan, setelah ia di butakan
dan dipermalukan oleh orang-orang Filistin, DIA BERBALIK KEPADA ALLAH: (Hak 16:28, 30 Berserulah
Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku
dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan
juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin." Berkatalah
Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini."
Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja
kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu LEBIH BANYAK dari pada yang
dibunuhnya pada waktu hidupnya.) …apakah ini yang disalahartikan oleh pelaku
bom bunuh diri? Perang dijaman sekarang adalah perang terhadap diri sendiri,
keinginan daging, hawa nafsu, bukan lagi perang kepada suatu bangsa/rakyat.
Kita diciptakan Tuhan bukan sebagai:
Robot; yang diprogram Tuhan untuk
hanya melakukan sesuai kehendak-Nya, tidak juga sebagai budak; yang tidak bebas
menentukan masa depannya.
Tapi kita diciptakan sebagai manusia
bebas, yang mempunyai pilihan dan berhak memilih, tentu saja harus siap
mempertanggungjawabkan pilihan kita kelak.
Firman-Nya member petunjuk ; Ulangan 30:19-20 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."
Imanuel.
Sunday, March 02, 2014
AKHIR JAMAN?
Filipi 1:27 Hanya,
hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang
aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh
berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari
Berita Injil,
Filipi
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda,
sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang
bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka
seperti bintang-bintang di dunia,
Roma 1:
21 – 32 Sebab SEKALIPUN MEREKA
MENGENAL ALLAH, MEREKA TIDAK MEMULIAKAN DIA
sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran
mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka
berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
Mereka menggantikan kemuliaan Allah
yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana,
burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang
menjalar. Karena itu
Allah menyerahkan mereka kepada
keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan
tubuh mereka.
Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta
dan memuja dan MENYEMBAH MAKHLUK DENGAN MELUPAKAN
PENCIPTANYA yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu
yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang
wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan
persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi
mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki ,
dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk
kesesatan
mereka. Dan karena mereka
tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka
kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak
pantas: penuh dengan
rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki,
pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah,
pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak
taat kepada orang tua, tidak
berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak
mengenal belas kasihan. Sebab
walaupun mereka mengetahui
tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan
hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka
bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju
dengan mereka yang melakukannya. ….dalam pikiran “nakal
“saya….coba lihat para anggota dewan(koruptor yang belum ketahuan) dan keinginan mereka merevisi Undang-Undang
yang (katanya) melemahkan KPK—yang bakal menjerat mereka setelah KPK menemukan
bukti yang kuat. Salah satunya merevisi bahwa Mahkamah Agung tidak boleh
memperberat hukuman yang telah diputuskan oleh pengadilan dibawahnya (tepok
jidat deh). Juga legalisasi Negara bahkan pemimpin agama akan penikahan
sejenis, bukankah sekarang kita telah berada di jaman yang mempunyai ciri-ciri
akhir jaman yang sering disebut-sebut di Alkitab?
Thursday, February 13, 2014
Hukum Kasih
Apakah 10 hukum Allah sudah tidak lagi berlaku dan telah digantikan Yesus dengan 2 hukum yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia? Apakah ini merupakan perintah baru?
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:37-40
Kalau seandainya 10 hukum sekarang sudah tidak berlaku lagi, berarti kalau saya membunuh orang atau mencuri atau berdusta atau mempunyai allah lain sudah tidak berdosa lagi?.
Ayat diatas sangat betul dan tidak ada yang salah, namun jangan sampai anda salah mengerti. Berdoa dan ikutilah penjelasan di bawah ini.
Pembaca yang saya hormati, Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8) dan Hukum Allah adalah Hukum Kasih. Kasih terbagi 2 yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia (Matius 22:37-39 yaitu ayat diatas). Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua, total = 10 Hukum Allah (Keluaran 20:3-17).
Inilah sebabnya dikatakan ayat diatas dalam ayat 40 (Matius 22:40) bahwa “pada kedua hukum inilah (kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia) tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Artinya adalah Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua berikutnya.
10 Hukum Allah tidak dihapus Yesus dengan perkataan ini (ayat Matius 22:37-40 diatas), mengapa? Karena isi 10 Hukum Allah adalah Kasih kepada Allah (4 hukum pertama) dan Kasih kepada sesama manusia (6 hukum kedua). Mari kita lihat:
Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada Allah? Bila anda Kasih kepada Allah, maka anda akan menuruti 4 hukum pertama, yaitu:
Hukum ke-1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Hukum ke-2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Hukum ke-3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Hukum ke-4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Hukum ke-1 sampai ke-4 adalah bukti cinta kita kepada Allah, penjabaran dari "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada sesama manusia? Bila anda Kasih kepada sesama manusia, maka anda akan menuruti 6 hukum kedua, yaitu:
Hukum ke-5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Hukum ke-6: Jangan membunuh.
Hukum ke-7: Jangan berzinah.
Hukum ke-8: Jangan mencuri.
Hukum ke-9: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Hukum ke-10: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."
Hukum ke-5 sampai ke-10 adalah bukti cinta anda kepada sesama manusia.
Perhatikan gambar di bawah ini:

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.Yohanes 13:34
Banyak sekali orang yang salah mengerti dengan ayat ini lalu tidak lagi menuruti 10 Hukum Allah, Yohanes yang menulis ayat ini adalah Yohanes kekasih atau Yohanes murid Yesus, adalah Yohanes yang sama yang menulis I,II dan III Yohanes mari kita lihat kata Yohanes sendiri dalam kitab I Yohanes 2:7
Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. I Yohanes 2:7
Link aslinya http://charleysakul.net/hidupbaru/imandanhukumtaurat.html
Mudah-mudahan bermanfaat dan menguatkan kita untuk melakukan kebenaranNya...jangan sampai kita di tolakNya pada saat kita mengharapkan hadiratNya kelak......Imanuel.
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:37-40
Kalau seandainya 10 hukum sekarang sudah tidak berlaku lagi, berarti kalau saya membunuh orang atau mencuri atau berdusta atau mempunyai allah lain sudah tidak berdosa lagi?.
Ayat diatas sangat betul dan tidak ada yang salah, namun jangan sampai anda salah mengerti. Berdoa dan ikutilah penjelasan di bawah ini.
Pembaca yang saya hormati, Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8) dan Hukum Allah adalah Hukum Kasih. Kasih terbagi 2 yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia (Matius 22:37-39 yaitu ayat diatas). Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua, total = 10 Hukum Allah (Keluaran 20:3-17).
Inilah sebabnya dikatakan ayat diatas dalam ayat 40 (Matius 22:40) bahwa “pada kedua hukum inilah (kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia) tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Artinya adalah Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua berikutnya.
10 Hukum Allah tidak dihapus Yesus dengan perkataan ini (ayat Matius 22:37-40 diatas), mengapa? Karena isi 10 Hukum Allah adalah Kasih kepada Allah (4 hukum pertama) dan Kasih kepada sesama manusia (6 hukum kedua). Mari kita lihat:
Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada Allah? Bila anda Kasih kepada Allah, maka anda akan menuruti 4 hukum pertama, yaitu:
Hukum ke-1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Hukum ke-2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Hukum ke-3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Hukum ke-4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Hukum ke-1 sampai ke-4 adalah bukti cinta kita kepada Allah, penjabaran dari "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada sesama manusia? Bila anda Kasih kepada sesama manusia, maka anda akan menuruti 6 hukum kedua, yaitu:
Hukum ke-5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Hukum ke-6: Jangan membunuh.
Hukum ke-7: Jangan berzinah.
Hukum ke-8: Jangan mencuri.
Hukum ke-9: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Hukum ke-10: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."
Hukum ke-5 sampai ke-10 adalah bukti cinta anda kepada sesama manusia.
Perhatikan gambar di bawah ini:
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.Yohanes 13:34
Banyak sekali orang yang salah mengerti dengan ayat ini lalu tidak lagi menuruti 10 Hukum Allah, Yohanes yang menulis ayat ini adalah Yohanes kekasih atau Yohanes murid Yesus, adalah Yohanes yang sama yang menulis I,II dan III Yohanes mari kita lihat kata Yohanes sendiri dalam kitab I Yohanes 2:7
Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. I Yohanes 2:7
Link aslinya http://charleysakul.net/hidupbaru/imandanhukumtaurat.html
Mudah-mudahan bermanfaat dan menguatkan kita untuk melakukan kebenaranNya...jangan sampai kita di tolakNya pada saat kita mengharapkan hadiratNya kelak......Imanuel.
Monday, February 10, 2014
Daniel Chu: Perkawinan menurut Alkitab
Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan MENINGGALKAN ayahnya dan ibunya dan BERSATU dengan istrinya, sehingga keduanya MENJADI SATU daging. Daniel Chu mengupas ayat ini dalam Seminar Perkawinan yang diadakan Gereja Yesus Sejati pada hari Minggu tgl 9 Februari 2014, saya sharing versi saya:
Ada 3 tahapan dalam ayat ini:
1. "Meninggalkan ayahnya dan ibunya" ...firman ini diucapkan Allah pada masa penciptaan, Adam dan Hawa diciptakan, jadi tidak punya ayah dan ibu, jadi bagaimana mereka bisa meninggalkan ayah dan ibu? Itulah MISTERI ALKITAB! Allah kita Maha Kuasa, Maha Tahu, DIA sudah rancang segala jalan yang terbaik(untuk ditaati dan setia) bagi umat-Nya jauh melampaui masa/waktu.
Anak-anak dibawah 6 tahun, menyerap/merekam semua perkataan dan prilaku orang-orang terdekat yang berada disekitarnya, mereka tidak langsung mengekspresikan apa yang mereka rekam, mereka hanya merekam dan close!tersimpan rapi di memori mereka dan pada saat mereka dewasa dimana hati nurani mereka mulai "terpakai" biasanya pada saat jatuh cinta(ada main perasaan), apa yang terekam mulai terekspose. Jadi bagaimanapun juga perkataan dan perbuatan anak-anak kita adalah hasil "tanam" dari orang tuanya. Pengaruh orangtua adalah dasar dari cara pandang dan cara pikir anak-anak kita.
Jadi sebagai orangtua kita harus didik dan ajar anak kita tentang yang baik dan benar, pembinaan rohani harus sejak dini. Diharapkan saat mereka menghadapi masalah mereka bisa berpikir mandiri, cara pikir pemecahan masalah yang dihadapi adalah pengaruh tradisi/orangtua atau alkitab/jalan Tuhan.
"meninggalkan ayahnya dan ibunya" bukan diartikan berpisah! yang benar adalah "MANDIRI!". Berapa banyak anak yang secara pisik pisah dari orangtua tapi secara finansial dan potensial masih bergantung pada kedua orangtuanya? ketika menghadapi masalah dengan pasangan, curhat dan lapor kepada orangtua dengan harapan orangtua dapat memecahkan masalah mereka. Mereka lupa, mereka akan balik tidur satu kamar lagi dan bisa lebih mesra lagi sedangkan orangtua sudah di "input" hal negatif.
"meninggalkan ayahnya dan ibunya", mandiri dalam pemikiran dan prilaku adalah langkah pertama yang HARUS dilakukan dalam usaha mencapai perkawinan yang sukses, hal ini tidak memakan waktu sebentar kata Daniel Chu, bisa berlangsung sampai 15 tahun.
2. "bersatu dengan istrinya" ... setelah langkah pertama kita jalankan(Tuhan pasti bantu kalau kita menghadapi masalah dalam mencapainya, asal kita memang berniat serius kata Daniel Chu lagi), kita baru bisa melangkah yang kedua "bersatu dengan pasangan kita", bukan saja bersatu secara pisik tapi juga BERSATU DALAM ROHANI. Disini pembinaan iman sangat serius diperlukan/ dibenahi. Sebagai orang dewasa kita sudah harus bisa membedakan mana prilaku "bawaan" hasil input dulu(selama 6 tahun pertama) dan bagaimana seharusnya prilaku yang sesuai dengan firman.
Pembinaan rohani sangat diperlukan karena hatilah menjadi dasar segala prilaku dan perbuatan kita kepada sesama terutama kepada pasangan kita.
Maleakhi 2 :15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? KETURUNAN ILAHI! jadi JAGALAH DIRIMU! dan janganlah orang TIDAK SETIA terhadap isteri dari masa mudanya.
3. "keduanya menjadi satu daging"
Kita dan pasangan kita bukanlah sebagai parohan jiwa sebagai selama ini kita ketahui, bukan saling melengkapi.
Pernikahan secara kristen adalah dimana 1+1=1; kita adalah masing-masing manusia sempurna, mempelai wanita Kristus saat DIA(mempelai pria) datang menjemput kelak.

Saat kita menikah dengan pasangan kita, kita ibarat ditempatkan dalam sebuah ruangan dimana hanya ada kita berdua dan Tuhan, jadi apa yang ingin kita katakan atau perbuat kepada pasangan kita, pikirkan lebih dahulu apakah itu berkenan/tidak mendukakan Tuhan sebagai Pencipta kita dan juga pasangan kita? Bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak mencintai apa yang ditaroh Tuhan disamping kita sebagai "wakil" Tuhan dalam rangka membentuk Kerajaan Sorga di dunia?. Pasangan kitalah yang benar-benar mengetahui "isi" kita, secara kasat dan rohaniah; jadi diharapkan pasangan saling support dan membangun kearah kebaikan.Kejadian 2:25 Mereka keduanya TELANJANG, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka TIDAK MERASA MALU
"menjadi satu daging" ibarat kita bercermin sendirian dalam keadaan telanjang, melihat diri kita sendiri seutuhnya dan tidak merasa malu, kita mampu melihat kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri dicermin, diharapkan saat kita ingin memperbaiki kelemahan pasangan kita, kita merasa memperbaiki diri kita sendiri.
Instropeksi diri bagi para mama dan ama....kebanyakkan wanita(mama dan ama) lebih memilih "bersatu" dengan anak atau cucu dibanding dengan pasangannya....kalau anak/cucu susah makan atau sakit, serasa mama/ama yang sakit; kalau pasangan pulang kantor minta dilayani dan mama/ama sedang melayani anak/cucu...langsung pasangan diminta melayani diri sendiri sementara anak/cucu dikejar-kejar sambil aaa...aaa...mangap-mangap untuk nyuapin si anak/cucu ... Lol
Anak DIDIDIK, BERSATUnya dengan pasangan kita; bukan sebaliknya! :)
Amsal 22:6 DIDIKLAH orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.....
Memang berat melepas pengaruh/wibawa/ketergantungan anak atas orangtua- ketergantungan anak kepada orangtua merupakan "kepuasan/keegoan" tersendiri...Daniel Chu mengibaratkan seorang mama yang mendokrin anaknya: "Selalu datang ke mama kalau ada masalah, mama pasti bantu! nah, saat anaknya yang sudah punya cucu bermasalah tetap lapor ke mama; walau mama sudah jalan dengan tongkat masih datangi mantu yang menganggu anaknya untuk membela sang anak, lalu stroke setelah memarahi mantunya hahahahhahaha)
Firman-Nya menyatakan: MANDIRIKAN ANAK! BERSATULAH DENGAN PASANGAN.
Thank you to Daniel Chu atas pencerahannya....semoga kita berjumpa lagi tahun depan.
Tuesday, December 24, 2013
Why Some Christians Don't Celebrate Christmas - by Jerold Aust
Terjemahan bebas dari potongan-potongan yang aku anggap perlu di share, semoga jadi penguatan agar KEBENARAN-NYA makin nyata!
I soon learned that the Bible didn't teach Christmas.
I also found that its origins have nothing to do with the Bible. It was an
important lesson about things I'd long assumed to be true.
Just because some 2 billion people—roughly 1 billion
Catholics and another billion in Protestant faiths—observe Christmas, does that
make it right? Does it really matter one way or the other?
Saya segera tahu bahwa ALKITAB TIDAK MENGAJARKAN (untuk merayakan)NATAL.
Saya juga menemukan bahwa asal-usulnya tidak ada hubungannya dengan Alkitab.
Itu adalah pelajaran penting tentang hal yang saya akan lama dianggap benar.
Hanya karena 2 miliar orang - sekitar 1 miliar umat Katolik
dan Protestan miliar lain merayakan natal, apakah itu membuatnya menjadi suatu
kebenaran?
If the Christmas holiday is an important celebration
to honor the birth of Jesus Christ, why is it nowhere mentioned in the Bible?
Why didn't Christ instruct His closest followers, His 12 chosen apostles, to
keep Christmas? Why didn't they institute or teach it to the early Church?
Before you answer, consider that Jesus gave great
authority to His 12 apostles, assuring them that they will hold positions of
great importance and responsibility in His Kingdom (Matthew 18:18; 19:28; Luke
22:29-30
Jika Natal merupakan
perayaan penting untuk menghormati kelahiran Yesus Kristus, mengapa TIDAK ada
satupun disebut dalam Alkitab?
Mengapa Kristus tidak menginstruksikan pengikut terdekatnya,
12 rasul-Nya yang dipilih, untuk menjaga perayaan Natal?
Mengapa mereka tidak mengajarkannya kepada gereja
mula-mula?
Sebelum Anda menjawab,
ingat, Yesus telah memberikan otoritas yang besar kepada 12 rasul, meyakinkan
mereka bahwa mereka akan memegang posisi penting dan tanggung jawab dalam
Kerajaan-Nya (Matius 18:18; 19:28; Lukas 22:29-30.
Jesus never told His followers to celebrate Christmas,
but He did warn us not to adhere to false, man-made religious doctrines:
"And in vain they worship Me, teaching as doctrines the commandments of
men" (Mark 7:7). The truth is, Christmas and other non-biblical religious
holidays constitute vain or empty worship of Christ.
Yesus tidak pernah
mengatakan kepada para pengikut-Nya untuk merayakan Natal, tetapi Dia
memperingatkan kita untuk tidak mematuhi yang palsu, doktrin agama buatan
manusia: "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran
yang mereka ajarkan ialah perintah manusia." (Markus 7:7). Yang benar adalah, Natal dan hari libur keagamaan
non-Alkitab lainnya merupakan ibadah yang sia-sia atau penyembahan yang kosong.
But since Jesus never taught His apostles to keep
Christmas, nor did they ever teach it to the Church though they had years of
opportunity to do so, shouldn't that make us question whether Christmas is
something Jesus really wants or appreciates?
So how did Christmas become such a widespread practice
if the Bible doesn't sanction it, if Christ didn't observe it and if He never
taught His disciples and the early Church to celebrate it?
History shows that Christmas
does not represent Christ. It misrepresents sound biblical teaching and is in
opposition to God's truth. God wants us to worship Him in truth (John 4:23-24),
not fable.
In Deuteronomy 12:28-32,
God told His people to worship only in the ways He commanded, telling them
"Whatever I command you, be careful to observe it; you shall not add to it
nor take away from it." He explicitly ordered them not to copy or adopt
the religious practices of the pagans, calling such practices "abomination
[ s ] . . . which He hates."
Sejarah menunjukkan bahwa
Natal tidak mewakili Kristus. Ini salah mengartikan ajaran Alkitab yang sehat
dan bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Tuhan ingin kita menyembah Dia dalam
kebenaran-Nya (Yohanes 4:23-24 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa
penyembah-penyembah benar akan MENYEMBAH
BAPA DALAM ROH DAN KEBENARAN; sebab Bapa menghendaki
penyembah-penyembah demikian. ALLAH
ITU ROH dan barangsiapa menyembah Dia, harus MENYEMBAH-NYA DALAM ROH DAN KEBENARAN."), bukan dongeng.
Dalam Ulangan 12:28-32 DENGARKANLAH BAIK-BAIK SEGALA YANG KUPERINTAHKAN
KEPADAMU, supaya baik keadaanmu dan keadaan
anak-anakmu yang kemudian untuk selama-lamanya, apabila engkau melakukan
apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahmu." ............(32) SEGALA YANG KUPERINTAHKAN KEPADAMU HARUSLAH
KAMU LAKUKAN DENGAN SETIA, JANGANLAH ENGKAU MENAMBAHINYA ATAUPUN
MENGURANGINYA. Dia secara eksplisit memerintahkan mereka untuk tidak
menyalin atau mengadopsi praktik keagamaan dari orang-orang kafir, menyebut
praktek-praktek seperti "kekejian ... yang Dia benci."
The
crucial question is, do we worry more about what others think or about what God
requires? Also, can other human beings give us salvation? If honoring God's
truth determines our salvation, then why honor men over God?
Jesus
Christ said to those who appeared religious but denied the power of His true
teaching, "But why do you call Me 'Lord, Lord,' and do not do the things
which I say?" (Luke 6:46; compare Matthew 7:21. Since Christ is opposed to
Christmas, why would any thoughtful Christian observe it?
Walking
in Jesus' footsteps in a world that doesn't is never easy. But it is much
better and eminently more rewarding than following the empty ways of the world.
God
tells us in 1 John 2:15-17: "Do not love the world or the things in the
world. If anyone loves the world, the love of the Father is not in him. For all
that is in the world—the lust of the flesh, the lust of the eyes, and the pride
of life—is not of the Father but is of the world. And the world is passing
away, and the lust of it; but he who does the will of God abides forever."
Pertanyaan penting adalah , APAKAH
KITA LEBIH KHAWATIR TENTANG APA YANG ORANG LAIN PIKIRKAN ATAU APA YANG
DIKEHENDAKI ALLAH? Juga , bisakah manusia lain memberi kita keselamatan? Jika
menghormati kebenaran Allah menentukan keselamatan kita , lalu mengapa kita
lebih patuh pada(peraturan yang dibuat) manusia di atas Allah?
Yesus Kristus berkata kepada mereka yang memunculkan agama tetapi
membantah KEBENARAN-NYA." Lukas 6:46 "Mengapa
kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal KAMU TIDAK MELAKUKAN APA YANG AKU KATAKAN?;
Bandingkan Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan,
Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, MELAINKAN DIA YANG MELAKUKAN KEHENDAK BAPA-KU YANG DI SORGA .
Karena tidak ada perintah Kristus untuk merayakan Natal, hendaklah
sebagai orang kristen yang bijaksana lebih memperhatikan hal ini.
Berjalan dijalan Yesus (menjalankan perintah dan menjauhi
larangan-Nya) tidak pernah mudah. Tapi itu jauh
lebih baik dan nyata lebih berharga daripada mengikuti cara-cara kosong
dunia.
Allah memberitahu kita dalam 1 Yohanes 2:15-17 " Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau
orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan
daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari
Bapa, melainkan dari dunia, Dan
dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi ORANG YANG MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH TETAP HIDUP SELAMA-LAMANYA.
link aslinya
Why Some Christians Don't Celebrate Christmas - article by Jerold Aust
Wednesday, December 11, 2013
Natal bagi Gereja Yesus Sejati
Gereja Yesus Sejati mengakui dan percaya akan NATAL/KELAHIRAN
Kristus Yesus tapi Gereja Yesus Sejati tidak merayakannya, karena:
Sebagai umat kristen kita mengimani Alkitab/Injil
adalah firmanNya, yang menjadi dasar patokan kita dalam berprilaku menjalani
kehidupan didunia ini.
Didalam Alkitab tidak ada satu ayatpun
menyinggung tanggal lahir Yesus, tidak ada satupun perintah yang tertulis di
alkitab untuk memperingati hari lahirnya; yang ada perintah
untuk memperingati kematiannya,seperti yang tertulis di
I Korintus 11: 24 dan 25
24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur
atasnya; Ia memecah-mecahkannya(SEKETUL roti yg tidak beragi) dan
berkata:"Inilah tubuhKu,yang diserahkan bagi kamu;PERBUATLAH ini menjadi PERINGATAN akan Aku!"
25 Demikian juga Ia mengambil
cawan,sesudah makan,lalu berkata:"Cawan ini adalah perjanjian baru yang
dimateraikan oleh darahKu:PERBUATLAH
ini,setiap kali kamu meminumnya,menjadi PERINGATAN akan Aku.
Ke empat penulis kitab Injil(Matius
,Lukas,Markus dan Yohanes) sama sekali tidak pernah menulis tentang tanggal
lahir Yesus .Namun ke empatnya mencatat secara sistematis proses kematian Tuhan
Yesus, dari ditangkap, disidang, disiksa, disalibkan, mati, dikubur dan bangkit
dari kematian pada hari ketiga.Mengapa?
KARENA KEMATIAN DAN KEBANGKITAN TUHAN YESUS ADALAH PUNCAK DARI
SEGALA RENCANA PENYELAMATANNYA. Dan secara khusus Yesus memerintahkan semua pengikutNya untuk
memperingati kematianNya,bukan kelahiranNya.
Yesus adalah Allah
yang kekal, Ia MENJADI manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa asal dengan tumpahan darah-Nya yang suci karena Ia lahir oleh Roh Kudus, bukan anak karena sperma dan sel telur manusia -- ini diakui oleh 3 agama samawi( Kristen, Islam dan Yahudi), dan
supaya apa yang diperbuat-Nya bisa menjadi teladan dan mampu dilakukan kita
manusia.(Ibrani 4:5 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat
turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.)
Ada ilustrasi yang pas mengenai Allah menjadi manusia seperti kita, baca disini
Ada ilustrasi yang pas mengenai Allah menjadi manusia seperti kita, baca disini
Yesus Kristus sudah ada sebelum Ia datang kedunia ( Yohanes
1:1-18).
Sebagai Allah yang kekal,apakah Yesus memerlukan
tanggal lahir yang akan membuatNya sama seperti manusia fana umumnya?
Ulangan 4:2 janganlah kamu menambahi
apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya,dengan
demikian kamu BERPEGANG PADA PERINTAH
TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.
Ulangan 12:32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu
lakukan dengan setia,janganlah engkau menambahinya atau menguranginya
Kalau ayat-ayat tersebut terdapat pada perjanjian lama,maka mari
kita renungkan ayat penutup keseluruh Alkitab yang kita imani sebagai firmanNya
Wahyu 22 : 18-19
18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang
mendengar perkataan-perkataan nubuat dalam kitab ini:Jika seorang menambahkan sesuatu kepada
perkataan-perkataan ini,maka Allah akan MENAMBAHKAN KEPADANYA MALAPETAKA-MALAPETAKA yang tertulis
didalam kitab ini
19 dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari
perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini,maka Allah akan MENGAMBIL BAGIANNYA dari pohon kehidupan
dan dari kota kudus,seperti yang tertulis didalam kitab
ini.
Dan jangan sampai juga kita menjadi
"penggenap" firman-Nya di Markus
7: 6-9 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang
kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini MEMULIAKAN AKU DENGAN BIBIRNYA, PADAHAL HATINYA
JAUH DARI
PADA-KU. PERCUMA mereka beribadah
kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang
pada adat istiadat manusia. " YESUS BERKATA pula
kepada mereka: "Sungguh pandai kamu MENGESAMPINGKAN PERINTAH ALLAH, SUPAYA KAMU
DAPAT MEMELIHARA ADAT ISTIADATMU SENDIRI.
Jadi, mana yang kita pilih....Adat
istiadat/tradisi/kebiasaan yang dilakukan oleh orang banyak? atau bertahan pada
firman-Nya walau dipandang "aneh" oleh orang kebanyakan?.
Hidup adalah pilihan dan
keselamatan adalah tanggungjawab masing-masing pribadi.
Haleluya ...
PS
Penulis hanya me rewind apa yang diterima, berlandaskan alkitab.
Jauhhh dari merasa paling benar tapi hanya menunaikan "tugas", memberitakan Injil-Nya.
Jauhhh dari merasa paling benar tapi hanya menunaikan "tugas", memberitakan Injil-Nya.
Hidup adalah pilihan....Penghakiman hanya milik DIA.
Subscribe to:
Posts (Atom)