Monday, September 08, 2014

PENYERTAAN TUHAN, Tabut Perjanjian lalu Roh Kudus

In My Opinion, sadar atau nggak sadar, benar ataupun masih belum benar…semua manusia pasti mempunyai keyakinan(walau terkadang samar) bahwa ada Sang Maha Kuasa, yang mencipta dan mengatur semua yang ada di dunia ini, dalam perjalanan hidup manusia, sering kita sebut “nasib – garisan hidup”

Dalam menjalani kehidupan ,sesuatu yang paling berharga yang harus kita punyai ialah “PENYERTAAN TUHAN”, dimana DIA berkenan dengan kita dan kita mengalami apa yang disebut “DAMAI SEJAHTERA”.
Sebagai umat Kristen, Alkitab menulis bahwa bangsa Israel jaman dulu meyakini bahwa Tabut Perjanjian-Nya melambangkan  penyertaan Tuhan .
Keluaran 25:21-22   Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu. Dan di sanalah AKU AKAN BERTEMU DENGAN ENGKAU dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."
1 Samuel 4:3  Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? MARILAH KITA MENGAMBIL DARI SILO TABUT PERJANJIAN TUHAN, SUPAYA IA DATANG KE TENGAH-TENGAH KITA dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."

Kenyataannya, walau tabut sudah berada ditengah-tengah bangsa Israel, Bangsa Filistin tetap bisa mengalahkan mereka.
1 Samuel 4: 10-11    Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. Lagipula TABUT ALLAH DIRAMPAS dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
KENAPA? karena bangsa Israel hidup dalam gelimang dosa dibawah pimpinan Hofni dan Pinehas(Nabi Eli tidak tegas menegur mereka, salah didik), mereka  dikenal dengan kejahatan dan ketamakan, mereka adalah imam-imam yang tidak lagi mengindahkan TUHAN, memandang rendah kurban untuk Tuhan – 1 Samuel 2:12-17).

Bangsa Israel pada masa itu boleh saja mengatakan bahwa kemuliaan Tuhan telah hilang karena tabut telah dirampas oleh orang-orang filistin, padahal hakekat dasar dari kekalahan mereka dan dirampasnya tabut Tuhan karena sudah TIDAK ADA PENYERTAAN TUHAN LAGI!

Jaman sekarang, penyertaan Tuhan kepada umat-Nya adalah dengan adanya/menerima Roh Kudus, Roh  Penolong kita dalam menjalani kehidupan fana ini.
Yohanes 14:16, 17, 26  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, SUPAYA IA MENYERTAI KAMU SELAMA-LAMANYA, YAITU ROH KEBENARAN. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan MENGAJARKAN segala sesuatu kepadamu dan akan MENGINGATKAN kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Berbahasa roh(menerima Roh Kudus) adalah bentuk komunikasi kita pribadi dengan Tuhan
1 Korintus 14:2: Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata dengan manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

So…tetaplah BERUSAHA bagi yang belum mendapatkan ROH KUDUS( Yesus berkata:”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."(Lukas 11:13)  dan
PERTAHANKANLAH bagi kita yang sudah mendapatkannya, dengan selalu menggunakannya dalam kehidupan doa kita.

Detail tentang Roh Kudus:



Tuesday, August 19, 2014

(Hukum) kasih = (hanya) melakukan kebaikan?

Ditengah hiruk pikuk tentang pentingnya toleransi antar umat beragama, ada sebagian orang yang mengemukakan dalil baru, agama tidak penting, yang penting adalah KEBAIKAN/KASIH karena setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Benarkah?

In My Opinion. 
Agama adalah jalan/cara manusia mencari/mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Tuhan adil, Dia mampu menjadikan manusia seragam, baik semua, tapi Dia beri banyak  pilihan "jalan/cara" menuju Dia yang empunya Roh, Jiwa dan Raga.
Saat kita sampai garis finish, Roh kita kembali kepada-Nya, raga kita kembali keasalnya(debu tanah kembali menjadi debu tanah); jiwa kita yang akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama kita di dunia. Agama lah yang menjadi tuntunan jiwa kita selama hidup.

Bagi umat kristen, kitab suci nya adalah injil/alkitab. 
Hukum kasih yang terutama seperti yang Yesus ucapkan langsung, tertulis di Matius 22:37-40 : "Jawab Yesus kepadanya: "KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah HUKUM YANG TERUTAMA DAN YANG PERTAMA. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

HUKUM PERTAMA DAN TERUTAMA:
KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU, DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU….
Caranya? Lakukan 4(empat) dari 10 perintah-Nya
1.     Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

2.     Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di  langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di  bawah bumi dan Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,  sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa  kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang  membenci Aku,

3.    Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya  dengan sembarangan.

4.     Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.


HUKUM KEDUA:
KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI…
Usahakan 6 sisa perintah-Nya
5.     Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang  diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

6.     Jangan membunuh.

7.     Jangan berzinah.

8.     Jangan mencuri.

9.     Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau  hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau  keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.


Semoga kita dimampukan tetap SETIA dan TAAT sampai akhir agar kelak kala kita berjumpa dengan-Nya, kita layak menerima janji-Nya, Kerajaan Sorga…..Haleluya

Wednesday, August 06, 2014

Pohon ara dan kita.



Lukas 13:6-9  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah  pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Ada  4 elemen dalam hal ini:
Pohon Ara
Pemilik pohon ara
Kebun/ladang tempat tumbuh pohon ara
Pengurus/pengelola kebun

Pohon Ara diibaratkan KEIMANAN kita, kita bisa hidup dimana saja, tidak harus dalam satu komunitas,  seperti pohon ara yang hidup di kebun anggur, tapi jangan hanya terlihat berpenampilan fisik yang menawan, tinggi kokoh dibandingkan pohon anggur yang pendek dan menjalar dipagar, kita dituntut (pemilik kita) untuk  berbuah.
Bagaimana kita bisa berbuah? Dengan membaca dan merenungkan firman-Nya (Mazmur 1:2-3  tetapi yang kesukaannya  ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan  Taurat itu siang dan malam.  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air ,  yang menghasilkan buahnya  pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;  apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Pemilik iman kita  adalah TUHAN

Kebun/ladang, tempat iman kita bertumbuh adalah gereja, dimana kita bisa bersekutu memuji dan mendengar firman; berdoa mengucap syukur, saling mengingatkan dan saling mendoakan.

Pengurus/pengelola iman kita adalah kita sendiri!

Sebagai pengikut Yesus, bijaklah kita rajin membaca, memahami dan merenungkan firman-Nya agar kita tidak tertipu/terseret arus penyesatan dengan penggalan ayat demi keuntungan kelompok/kekuasaan dan juga pribadi(teori kemakmuran).

Semoga kita dimampukan dan dikuatkan memberitakan Injil keselamatan-Nya melalui pikiran, perkataan dan prilaku kita.

Semoga tahun depan kita bisa berbuah….berbuah Roh(kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri – Galatia 5:22-23)
dan juga berbuah jiwa, menyelamatkan orang-orang yang mendengar lalu percaya. Semoga!



Friday, June 06, 2014

Hari Sabat, perintah-Nya atau hanya hukum Taurat?

Hari ketujuh adalah hari perhentian tertulis dalam Kitab Kejadian 2:2-3  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Saat itu belum ada Hukum Taurat. Jelas bahwa Allah sendiri yang menyatakan bahwa hari ketujuh adalah hari peristirahatan/hari perhentian

Kapan Allah menetapkan hari sabat?
Saat bangsa Israel berada dipadang gurun, Tuhan sendiri menurunkan roti dari langit, bangsa Israel tinggal memungutnya setiap pagi dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, tidak lebih karena kalau lebih, keesokan harinya akan membusuk dan berulat….Tiap pagi selama 6 hari, dan pada hari keenam bangsa Israel boleh memungut 2x lipat karena pada hari ketujuh, tidak turun lagi roti dari langit.
Keluaran 16:21,22,26 dan 27   Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu. Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa. Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu."  Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.
Dan mereka melakukan/diperlakukan Allah demikian(hari keenam memungut 2xlipat dan besoknya tidak ada lagi roti yang turun, mereka memakan roti yang mereka pungut kemarin yang tidak rusak seperti kalau mereka pungut pada hari yang lain)….selama 40(empat puluh) tahun.(Keluaran 16 :35  Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.) 40 tahun = 40x52 minggu = 2.080 minggu, tentu mereka SANGAT PASTI mengenal, menghitung tentang hari ketujuh/Hari Sabat.

Jadi, Allah sudah menginspirasi tentang hari perhentian dalam masa penciptaan-Nya, jauh sebelum diberlakukannya hukum Taurat oleh bangsa Yahudi.
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat(Keluaran 20:8) adalah perintah-Nya, bukan hukum Taurat
Semoga kita dimampukan untuk bisa menjalankan perintah-Nya sesimple bangsa Israel dulu memungut manna 2x lipat pada hari keenam dan beristirahat pada hari ketujuh.

Sebagai tambahan, asal nama-nama hari: 
Ahad = hari kesatu; Istnaan = isnin= Senin = hari kedua; Tsalaatsah = selasa = hari ketiga; Arba'ah= arba = Rabu = hari keempat; Khomsah = kamis = hari kelima; Jumu’ah = Jumat = hari keenam dan As’sabt = Sabat = Sabtu = hari ketujuh

Thursday, June 05, 2014

INJIL dan INJIL LAIN




Awalnya manusia bersama dengan Allah. 
Ketika manusia jatuh dalam dosa (Roma 3:23), dosa telah memisahkan manusia dengan Allah, upah dosa adalah maut (Roma 6:23).
Awalnya orang-orang Yahudi dan kristen Yahudi percaya bahwa hanya dengan melakukan Hukum Taurat lah maka jurang pemisah itu terjembatani, makanya mereka memaksakan Hukum Taurat kepada orang-orang kristen non Yahudi.
Memang tidak ada yang salah bila orang-orang non Yahudi menjalankan Hukum Taurat karena memang mengandung hukum moral, seperti cara makan, cara berpakaian, hubungan lelaki dan wanita dll.
Yang ingin dikabarkan Paulus pada Kitab galatia adalah bukan dengan melakukan Hukum Taurat kita menerima anugrah/kasih karunia Allah, melainkan dengan lahirnya Yesus dan matinya Yesus di saliblah yang telah mengambil alih dosa kita dan  yang membangun JEMBATAN PENGHUBUNG antara manusia dan Allah. 
Jembatan inilah yang disebut anugrah/kasih karunia Allah. Manusia yang seharusnya  jatuh ke jurang maut tapi karena kebaikan Allah, bukan karena kebaikan kita, bukan karena usaha kita, kematian Yesuslah yang mengambil alih dosa kita, melepaskan kita dari maut, membangun jembatan yang membuat manusia bisa berhubungan kembali dengan Allah.

Lalu apa yang dimaksudkan Rasul Paulus dengan injil lain dalam Galatia 1:6 dan 7 ?
Injil bukan alkitab atau 4 kitab pertama di Perjanjian Baru (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes)
Injil artinya KABAR BAIK, bahwa Allah telah menggenapi janji-janji Allah yang telah ditulis para nabi tentang lahirnya/turunnya Mesias ke dunia ini, yang telah menanggung seluruh dosa manusia dengan mati diatas kayu salib, 3 hari kemudian bangkit dan terangkat ke surga.
Inilah yang dimaksud Paulus dengan Injil di kitab Galatia. Sedangkan injil lain adalah Hukum Taurat yang dipercayai orang-orang Yahudi dan Kristen Yahudi sebagai keselamatan, hanya dengan melakukan hukum Taurat saja manusia pasti diselamatkan,  inilah yang ingin diluruskan oleh Rasul Paulus.

Percaya adalah tahap awal untuk meyakini Yesus sebagai Juru Selamat, setelah percaya kita harus bertobat, menanggalkan manusia lama, berbalik dari arah asal kita, menjadi manusia baru, setelah bertobat lalu memberi diri kita di baptis.
Pada jaman sekarang ini pandangan bahwa hanya dengan PERCAYA kita diselamatkan bisa termasuk apa yang disebut injil lain. Hanya PERCAYA saja, bagaimana kita bisa menerima keselamatan/kasih anugrah itu? tidak tahu. --- Pokoknya : percaya saja!
Galatia pasal 3:22-27 ..."silahkan baca sendiri"
Penjelasan detailnya:
Ayat 22 -- "Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa".....Kitab Suci disini adalah Perjanjian Lama, karena disitulah Allah memperkenalkan/menjanjikan Mesias,
"Mengurung segala sesuatu dalam kekuasaan dosa", karena Yesus belum turun, jadi meskipun wahyu Allah sudah diturunkan kepada para nabi tapi tidak semua yang membaca Kitab Suci bisa memahami bahwa Yesus adalah Juru Selamat. Dosa tetap mengurung manusia karena Yesus belum mati, belum mengucurkan darah-Nya sebagai korban penebus dosa umat manusia.
Ayat 23-24 -- Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. Jadi hukum Taurat adalah PENUNTUN bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.... JELAS SEKALI FIRMAN TUHAN BUKAN?
Hukum  Taurat hanya PENUNTUN sampai Kristus datang, sedangkan 
Iman adalah mempercayai bahwa Yesus adalah Tuhan, Yesus mati di atas kayu salib, Dia mencurahkan darahnya bagi kita, bagaimana kita bisa menerima darah Kristus? , saat kita di baptis. (Roma 6:3-6)

Ayat 27 -- Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
Saat kita dibaptis, kita telah mengenakan Kristus, kita adalah anak-anak Allah dan berhak menerima janji Allah
Kematian Yesus adalah makna terdalam keselamatan yang kita terima melalui baptisan, mati dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. (Roma 6:4)

Percaya, bertobat dan dibaptis....Baptisan adalah pengampunan dosa
Kisah Rasul 2:38   Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk PENGAMPUNAN DOSAMU, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Markus 16:16  Siapa yang PERCAYA dan DIBAPTIS akan DISELAMATKAN, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.....Jadi bukan hanya percaya saja.....PERCAYA, BERTOBAT dan DIBAPTIS lalu KERJAKAN KESELAMATAN yang kita terima.

Friday, May 30, 2014

Mata Najwa..Anies B vs Mahfud MD

http://www.youtube.com/watch?v=TDNfWpDdzL8

Friday, May 23, 2014

Bc-"Tabut Perjanjian ditemukan!" Sikap kita?

Dalam seminggu ini banyak menerima broadcast-an tentang ditemukannya tabut Allah/Tabut Perjanjian/Tabut Musa dikedalaman bumi, darah Yesus yang kering yang menembus bumi sampai ke tabut, yang setelah diselidiki hanya mempunyai 24 chromosome(tidak 46 seperti normalnya manusia)….Seperti yang sering dikotbahkan para hamba Tuhan:” jangan cepat terpesona, waspada dan selalu uji”…Sayapun berkomunikasi dengan para hamba Tuhan, dan penjelasan beliau mengutip firman(PS; sebagai umat Kristiani, Alkitab adalah paduan dasar kita) sbb:
*Sebagai orang percaya, firman-Nya mengatakan: “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus MENYEMBAH-NYA DALAM ROH dan KEBENARAN."(Yohanes 4:24)
*Tabut Allah adanya di sorga : Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah TABUT PERJANJIAN-NYA di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.(Wahyu 11:19)

Jadi, kita hendaknya JANGAN terjebak dengan materi-materi pemujaan dan penyembahan. Sembah DIA dalam ROH dan KEBENARAN.

Diakhir video broadcast-an tersebut ada keterangan, hilangkan bahwa Yesus adalah manusia biasa…terbaca sepertinya rohani sekali, tapi kebenaran firman-Nya mengatakan: “ FIRMAN ITU TELAH MENJADI MANUSIA, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran”.(Yohanes 1:14)

Tuhan Maha Kuasa, DIA mampu menampakkan diri-Nya dalam wujud yang dikehendaki-Nya.
*Dalam wujud “api ”-- Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.(keluaran 3:2)
*Dalam wujud “tiang awan dan tiang api” -- Dan TUHAN menampakkan diri di kemah itu dalam tiang awan, dan tiang awan itu berdiri pada pintu kemah.(Ulangan 31:15).
*Dalam wujud seorang laki-laki, saat bergumul dengan Yakub(Kejadian 32:24-30). Tetapi wujud Allah yang sesungguhnya dalam ROH dan TIDAK pernah dilihat manusia -- Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.”(Keluaran 33:20)
Yesus adalah Allah yang menjadi manusia.(Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” (1Timotius 3:16)

Jadi bagaimana kita bisa menafikan “kemanusiaan-Nya?” --- Pengorbanan-Nya dalam wujud manusialah yang menebus dosa kita, semua umat manusia.

Haleluya…..Semoga bermanfaat. 

Monday, April 28, 2014

Peperangan Adam dan...... Menang!

HIDUP adalah sebuah peperangan, selama kita hidup, peperangan(logika dan nurani ; kebutuhan dan keinginan) akan terus bergolak; jangan pernah punya pikiran sebagai orang yang percaya/beriman lalu masalah ngacir....Masalah kita perlukan  untuk menguji level(lulus - naik tingkat or mandeqnya) keimanan kita. Musuh yang terbesar yang harus kita hadapi adalah (ego) diri kita sendiri!
Peperangan akan berakhir dengan berakhirnya kontrak hidup kita di dunia.

Kejadian 2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk MENGUSAHAKAN  dan MEMELIHARA taman itu.

Ketika manusia pertama diciptakan Tuhan, dalam keadaan masih belum berdosa, ditempatkan di taman Eden yang serba tersedia...Tuhan perintahkan agar manusia mengusahakan(to work it) dan memelihara (to take care of it).... Pesan Tuhan jelas, jangan terlena karena serba tersedia, BEKERJA - membuat lebih dan PEDULI - menjaga.
Peperangannya.... rasa nyaman/semua tersedia vs perintah Allah/usahakan dan pelihara.

Kejadian 2:18-20  TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang SEPADAN dengan dia."  Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah SEGALA BINATANG HUTAN dan SEGALA BURUNG di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi BAGINYA SENDIRI ia TIDAK MENJUMPAI PENOLONG yang SEPADAN dengan dia.

Ketika Tuhan berfirman akan menjadikan penolong YANG SEPADAN untuk Adam, Tuhan tidak langsung menjadikan Hawa, malah membentuk segala BINATANG dan semua dibawa-Nya kepada Adam. Adam tidak langsung menolak(karena disorongi binatang untuk dipilih tapi tetap TAAT dan SETIA untuk memberi nama kepada semua binatang tsb....walau akhirnya Adam mengaku  TIDAK MENJUMPAI PENOLONG yang SEPADAN seperti yang dijanjikan Tuhan.

Ketika Adam tetap PERCAYA pada janji Tuhan dan tidak ngeyel menuntut, melainkan pasrah saja ketika Tuhan membuatnya tidur(padahal Adam belum mendapatkan penolong yang sepadan), Allah menjadikan Hawa untuk Adam dan Adam menyambut kemenangan dengan mengucap :"Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."

PEMENANG adalah orang yang MAMPU MENGUASAI/MENGONTROL (reaksi) DIRI terhadap perlakuan orang sekitar/lingkungan.
Orang lain boleh menghina, mengecam, meremehkan kita, reaksi kita terhadap semua itu TERGANTUNG KITA! mau MARAH? TERHINA? DEPRESI? ACUH? EGP? atau DIBAWA KETAWA....semua KITA yang KENDALIKAN, semua terserah kita :)

Semoga kita dimampukan untuk mengembangkan hidup, berjalan bersama DIA didalam KEBENARAN-NYA! lalu memenangkan *peperangan* pribadi kita.
Imanuel

Saturday, April 19, 2014

Paskah

Makna paskah yg sebenarnya adalah  memperingati kematian Kristus;
1Korintus 11:23-26  Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti; dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; PERBUATLAH INI menjadi PERINGATAN AKAN AKU!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; PERBUATLAH INI, setiap kali kamu meminumnya, menjadi PERINGATAN AKAN AKU!"  Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang…..
Kaitan yang pasti adalah “Tubuh Yesus”(roti yang tidak beragi) dan “Darah Yesus”(air buah anggur)….dan perintah-Nya…perbuat itu(Perjamuan Kudus) menjadi peringatan akan(kematian) Yesus.

Lalu, dimana kaitan paskah dengan telor dan kelinci seperti banyak orang lakukan sekarang ini? 
Tradisi? 
Yesus berkata: " Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia; Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri"(Markus 7:8-9)

Waspada dan uji selalu ajaran yang kita terima, Rasul Pauluspun memberi peringatan: "Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa MEREKA SUNGGUH-SUNGGUH GIAT UNTUK ALLAH, tetapi TANPA PENGERTIAN YANG BENAR. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.(Roma 10:1-3)

Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan,...Yesaya 29:13

Kesempurnaan iman harus tetap kita usahakan agar saat kita "pulang" kita dikenal, diakui dan layak menerima janji-Nya...keselamatan kekal dirumah-Nya karena Yesus berkata: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia YANG MELAKUKAN kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" "Setiap orang YANG MENDENGAR PERKATAAN-KU INI DAN MELAKUKANNYA, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.(Matius 7:21-24)

Semoga kita dimampukan untuk tetap setia dan akhirnya layak menerima janji keselamatan yang dijanjikan-Nya. Haleluya!


Happy Sabbath Day…

Sunday, April 13, 2014

Good luck Son! GOD bless.



Jumat, 11 April 2014, selesai kebaktian sabat awal, saya, hubby, sdr Ayung, sdri Helen, sdri Inge diminta Pdt Dede kembali ke aula untuk menyaksikan pelatihan pelayan mimbar/penyampai firman amatir.
Indra tampil pertama. Setelah "ehem", mengucap dalam nama Tuhan Yesus, Indra mulai pelatihannya....
Indra memulai dengan mengambil nas alkitab Yesaya 41:10  Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan....lalu Indra mengaitkan dengan pengalamanan perjalanan kami berempat ke Yerusalem, bagaimana kita diajak mendaki ke Gunung Sinai pada hari kedua, pada tengah malam dimana seharusnya kita enak-enak tidur; mendaki dalam kegelapan. 
Memulai perjalanan dengan naik onta(kalau beruntung) atau jalan kaki(kehabisan onta); naik ontapun tidak merupakan pekerjaan mudah, "wangi " onta dan kita harus menaruh kepercayaan kepada sipemilik onta dalam membimbing perjalanan ontanya. 
Dalam perjalanan menuju puncak, ada tempat persinggahan dimana kita bisa istirahat dan kalau orang lokal disana ditanya, jawabnya pasti:"sudah dekat", padahal perjalanan masih panjang.
Bahkan pada persinggahan terakhir sebelum puncak, masih ada anak tangga yang tingginya tidak beraturan yang harus dijalani.....dimana masih terdapat ada orang yang memutuskan berhenti/stop sampai disana, tidak lagi ikut mencapai puncak. 
Turun dari puncakpun ternyata bukan perjalanan yang gampang, setelah kita melihat bagaimana kondisi gunung dan tangga yang kita daki kemarin malam, takkan mau kita daki kalau kita tahu/melihat nya di awal. 
Indra mengaitkan dengan perjalanan kehidupan dan juga bergereja(antar jemaat - tempat persinggahan=gereja, dimana kita antar jemaat bisa saling menguatkan, memberi support untuk tetap bertahan menggapai tujuan akhir..Rumah Bapa kita)
Lama tampil nya 14,5 menit....padahal yang diminta hanya 10 menit.

Selesai Indra, sdri Helen tampil.

Setelah keduanya, lalu Pdt Dede evaluasi:
Bahan yang disampaikan Indra bisa jadi bahan kotbah dengan durasi 35-40 menit, dengan pemecahan segmen..
* Memulai perjalanan dengan naik onta dan jalan kaki, Allah beri kemudahan dan juga ijinkan terjadi kesulitan dalam kehidupan kita
* Kepada pembimbing onta saja kita menaruh kepercayaan atas keselamatan kita, kenapa kepada Tuhan kita bisa ragu?
* Tempat persinggahan: sesuai dengan penjabaran Indra, tempat banyak pertanyaan diajukan dan tempat dimana kita bisa memperoleh penguatan.
* Puncak Sinai sudah dekat/sudah terlihat, tetap butuh perjuangan untuk mencapainya. Jangan sampai kita berhenti/menyerah saat puncak kehidupan hampir kita raih.
* Tidak ada batasan umur untuk mendaki G Sinai, semua orang bisa meraih puncak, semua punya kesempatan yang sama untuk meraih puncak, keputusan terletak di diri manusia kita masing-masing, mau tetap berusaha atau menyerah.

Sebagai penutup, Pdt Dede bilang...minggu depan latihan dengan jangka waktu 12 menit, "Saya akan pegang bel, begitu 12 menit saya bunyikan bel, anda punya waktu 1 menit untuk menutupnya, kalau tetap lebih, saya akan bunyikan bel berulang-ulang...ting a ling a ling :D)
Harus bisa membatasi diri/penguasaan diri, ( mom: jangan ngelindur seenak dewe....bukannya firman yang disampaikan tumbuh didalam hati, bisa bisa semua hanya JJS, masuk telinga kiri keluar telinga kanan jemaat sambil tengak tengok jam tangan....:) 
Good luck Son....tetap mohon bimbingan Roh Kudus atas kesiapan dan kelayakkan engkau dipakai sebagai pelayan-Nya.

Di Gereja Yesus Sejati, penyampai firman adalah benar-benar pelayan, yang melayani mimbar sebagai penyampai kebenaran firman, modal utama: Bimbingan dan tuntunan Roh Kudus.
Hamba Tuhan pun bukan manusia 1/2 dewa, bukan pemilik gereja yang menerima semua persembahan jemaatnya. Kebutuhan rumah tangga para hamba Tuhan di support oleh Majelis Pusat yang didapat dari iuran dan persembahan gereja-gereja cabang dan jemaat. 
Terima kasih banyak kepada hamba-hamba Tuhan yang mau dan berdedikasi tinggi memberi pengertian dan menuntun kami kepada kebenaran yang sejati. Semoga kita semua dimampukan untuk tetap setia sampai garis akhir....amin

Ps 
Pada saat Indra latihan di belakang mimbar, ponakannya di Surabaya(baby William) berada di ruang bedah dokter bedah anak, di sunat... :) 
Puji Tuhan.

Monday, March 17, 2014

Penikahan dan prilaku anak..Daniel Chu

Ini adalah sesi pertama Seminar Suami Istri by Daniel Chu, saya tidak bisa hadir dan mengikuti...thank to Yenny Gunawan yang bersedia sharing....

Hubungan suami istri  erat hubungannya dengan kehidupan anak-anak  kelak. Anak-anak  melihat, memperhatikan dan merekam semua  yg menyangkut  pernikahan kedua ortunya.
Anak-anak  adalah mahluk  yang piawai mencontoh/ meniru/ meneladani seseorang..
Yg paling anak-anak  takutkan adalah bila melihat kedua ortu mereka bertengkar...
Didalam  otak anak ada 2 hal yg akan terekam saat mereka melihat kedua ortu mereka  bertengkar:
1. Anak akan berpikir: wo bu hao alias saya tidak baik
2. Saya tidak perlu ada dalam situasi ini, atau mungkin saya tidak ingin berada dalam rumah ini...
Saat anak-anak  menyentuh usia tunas muda dan remaja, kadang ortu kaget dan bingung ketika anaknya dapat mengeluarkan perkataan yang pedas.. Mengapa? Karena  mereka  merekam dan melihat bagaimana cara orang tua nya bertengkar  di rumah...

Bagaimana solusi yang baik.....
1. Kita harus berusaha menemukan 1 cara u/ bertengkar
Kita sebagai suami - istri harus bisa membina hubungan yg baik...kalaupun kita harus bertengkar, JANGAN  bertengkar di hadapan anak...
Misal: 1. Kita marah pada pasangan kita via sms...
          2. Pergi ke restoran spt Mc donald..jadi anak-anak bisa bermain, dan kita bertengkar pun suaranya tidak begitu terdengar.. Karena disana suasana cukup riuh...
          3. Carter kapal kecil/ klotok yg suaranya cukup nyaring(hanya bisa di Banjarmasin
J.. Dan kita berdua  bisa bertengkar tanpa mengganggu org lain
          4. Kalo memang harus terus bertengkar  juga, kedua pihak harus bikin appoinment/ janji suatu tempat untuk dapat  bertengkar dengan baik...apakah cukup 1 minggu 1x bertengkar atau 2 minggu 1 x bertengkar tergantung pd kesepakatan 2 belah pihak...
(from me….ada ilmu baru…katanya kalau mau mulai bertengkar atau mau marah….hitung dulu dalam hati 1 sampai dengan sepuluh dengan tempo yang normal).

2. Mohon pertolongan roh Tuhan untuk membantu kita memperbaiki hubungan kita dengan pasangan kita, buka hati kita untuk  pasrah dan rela...
Tuhan menciptakan otak manusia itu luar biasa. Otak berfungsi u/ntuk merekam sesuatu( mirip seperti mesin foto cuci cetak).. Hal-hal  yang paling menyedihkan terletak pada memori bagian paling bawah, sebaliknya hal-hal yg menyenangkan berada di bagian atas. Seolah-olah ada 1 kunci yang bisa mengunci memori yang menyedihkan..
Kapan kunci memori tentang hal yang menyedihkan ini bisa terbuka/ terkuak kembali?
Saat peristiwa menyedihkan itu terulang kembali.
Saat anak-anak  kita menikah dan menghadapi persoalan dgn pasangannya, hal-hal kecil kadang bisa menjadi sesuatu yang besar,... Mengapa? Karena memori bagian bawah ( kotak memori paling dasar) ttg hal-hal  yang menyedihkan terbuka lagi... satu per satu memori yang menyedihkan , keluar / terkuak kembali...
Ketika kita marah itu sama dengan kita sedang melukai otak kita...

3.Kedua belah pihak HARUS SATU KATA!
Saat papah memarahi anak, mama TIDAK BOLEH membela anak …..demikian juga sebaliknya...
Tujuan apa? supaya otak anak tidak kebingungan.....Satu input! Hal tersebut TIDAK BAIK!


ANAK MELIHAT APA YANG DIA LIHAT
Anak-anak memperhatikan bagaimana cara ortu  menyelesaikan masalah. Mereka memperhatikan ekspresi dan bagaimana cara ortu mereka bicara saat bertengkar.
Semua ekspresi cara ortu bicara akan ditirukan oleh anak kita.
Para ilmuwan meneliti saat ini, bahwa anak-anak  yang suka diperdengarkan lagu-lagu rohani ; yang senang membaca Alkitab ternyata membuat otak anak lebih berwarna dan lebih tenang.
Penting sekali sebagai ortu, kita bisa membangun mezbah keluarga seumur hidup ...ini sangat berpengaruh besar pada memori anak-anak kita...
Kalau hari ini kita melihat iman kepercayaan anak kita tidak tumbuh... Mengapa? Anak melihat pada ortunya...Kita berusaha menekankan pada anak penting datang beribadah, tapi kita sebagai ortu juga jarang beribadah...Bagaimana iman anak kita bisa bertumbuh?


Cara makan juga diteliti berpengaruh pada otak...
Orang yang suka makan cepat, biasa ada masalah dengan otaknya... Orang seperti ini biasa cenderung bertemperamen  tinggi dan punya emosi yang tidak stabil.
Demi anak-anak, perhatikan dan perbaiki cara makan kita..
- makanlah  perlahan
- bicarakan hal yang baik selama makan
- minimal 1 minggu sekali harus duduk makan bersama.


Akhir kata, PERNIKAHAN SANGAT BERDAMPAK BESAR BAGI PERTUMBUHAN ANAK..



Friday, March 14, 2014

Belajar dari kehidupan Simson.

Sebagai umat kristen, kita pasti mengimani bahwa Alkitab adalah Firman-Nya dimana Tuhan bisa berkomunikasi dengan kita.
Banyak tokoh di Alkitab yang ditulis dengan maksud menjadi SURI TELADAN(yang baik) dan menjadi PERINGATAN(yang tidak baik) bagi kita semua.

Salah satu tokoh Alkitab adalah Simson
Simson adalah seorang nazir Allah, seseorang yang dipersiapkan Allah dalam misi menyelamatka orang Israel dari bangsa Filistin (hakim-hakim 13:5  Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."  Sayangnya Simson tidak memelihara kekudusan hidupnya. Dia hidup dengan semau-maunya;
* Kawin dengan gadis Filistin dan ketika dikhianati, Simson dengan seenaknya saja memberikan istrinya ke bekas pengiringnya(Hakim-hakim pasal 14)
* Gampang jatuh cinta, asal ambil perempuan...istilah gaul sekarang "paly boy" cap kampung :). Perempuan sundalpun di hampirinya (Hak 16:1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia; ayat 4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila).
* Kekuatan yang dimilikinya, memenangkan perang melawan orang-orang Filistin untuk kepentingan pribadinya demi mendapatkan perempuan-perempuan dan juga harta/materi bukan demi memuliakan nama Tuhan. (Hakim-hakim pasal 14 dan 15)

Di akhir hidupnya Simson baru sadar atas segala kesalahan yang dia lakukan, setelah ia di butakan dan dipermalukan oleh orang-orang Filistin, DIA BERBALIK KEPADA ALLAH: (Hak 16:28, 30  Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin." Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu LEBIH BANYAK dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.)  …apakah ini yang disalahartikan oleh pelaku bom bunuh diri? Perang dijaman sekarang adalah perang terhadap diri sendiri, keinginan daging, hawa nafsu, bukan lagi perang kepada suatu bangsa/rakyat.

Kita diciptakan Tuhan bukan sebagai:
Robot; yang diprogram Tuhan untuk hanya melakukan sesuai kehendak-Nya, tidak juga sebagai budak; yang tidak bebas menentukan masa depannya.
Tapi kita diciptakan sebagai manusia bebas, yang mempunyai pilihan dan berhak memilih, tentu saja harus siap mempertanggungjawabkan pilihan kita kelak.

Firman-Nya member petunjuk ; Ulangan 30:19-20  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."


Imanuel.






Sunday, March 02, 2014

AKHIR JAMAN?

Filipi 1:27  Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

Filipi 2:15  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

Roma 1: 21 – 32  Sebab SEKALIPUN MEREKA MENGENAL ALLAH, MEREKA TIDAK MEMULIAKAN DIA  sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran  yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.  Karena itu Allah menyerahkan   mereka  kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.  Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta  dan memuja dan MENYEMBAH MAKHLUK  DENGAN MELUPAKAN PENCIPTANYA yang harus dipuji  selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan  mereka kepada hawa nafsu  yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.  Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki , dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan  mereka. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:  penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.  Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju  dengan mereka yang melakukannya. ….dalam pikiran “nakal “saya….coba lihat para anggota dewan(koruptor yang belum ketahuan)  dan keinginan mereka merevisi Undang-Undang yang (katanya) melemahkan KPK—yang bakal menjerat mereka setelah KPK menemukan bukti yang kuat. Salah satunya merevisi bahwa Mahkamah Agung tidak boleh memperberat hukuman yang telah diputuskan oleh pengadilan dibawahnya (tepok jidat deh). Juga legalisasi Negara bahkan pemimpin agama akan penikahan sejenis, bukankah sekarang kita telah berada di jaman yang mempunyai ciri-ciri akhir jaman yang sering disebut-sebut di Alkitab? 

Thursday, February 13, 2014

Hukum Kasih

Apakah 10 hukum Allah sudah tidak lagi berlaku dan telah digantikan Yesus dengan 2 hukum yaitu kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia? Apakah ini merupakan perintah baru?

Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 22:37-40

Kalau seandainya 10 hukum sekarang sudah tidak berlaku lagi, berarti kalau saya membunuh orang atau mencuri atau berdusta atau mempunyai allah lain sudah tidak berdosa lagi?.
Ayat diatas sangat betul dan tidak ada yang salah, namun jangan sampai anda salah mengerti. Berdoa dan ikutilah penjelasan di bawah ini.

Pembaca yang saya hormati, Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8) dan Hukum Allah adalah Hukum Kasih. Kasih terbagi 2 yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih kepada sesama manusia (Matius 22:37-39 yaitu ayat diatas). Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua, total = 10 Hukum Allah (Keluaran 20:3-17).

Inilah sebabnya dikatakan ayat diatas dalam ayat 40 (Matius 22:40) bahwa “pada kedua hukum inilah (kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia) tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Artinya adalah Kasih kepada Allah adalah 4 hukum pertama dan Kasih kepada sesama manusia adalah 6 hukum kedua berikutnya.

10 Hukum Allah tidak dihapus Yesus dengan perkataan ini (ayat Matius 22:37-40 diatas), mengapa? Karena isi 10 Hukum Allah adalah Kasih kepada Allah (4 hukum pertama) dan Kasih kepada sesama manusia (6 hukum kedua). Mari kita lihat:

Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada Allah? Bila anda Kasih kepada Allah, maka anda akan menuruti 4 hukum pertama, yaitu:

Hukum ke-1: Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Hukum ke-2: Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

Hukum ke-3: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Hukum ke-4: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Hukum ke-1 sampai ke-4 adalah bukti cinta kita kepada Allah, penjabaran dari "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Bagaimana cara anda membuktikan bahwa anda kasih kepada sesama manusia? Bila anda Kasih kepada sesama manusia, maka anda akan menuruti 6 hukum kedua, yaitu:

Hukum ke-5: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Hukum ke-6: Jangan membunuh.

Hukum ke-7: Jangan berzinah.

Hukum ke-8: Jangan mencuri.

Hukum ke-9: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

Hukum ke-10: Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."

Hukum ke-5 sampai ke-10 adalah bukti cinta anda kepada sesama  manusia.

Perhatikan gambar di bawah ini:



Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.Yohanes 13:34

Banyak sekali orang yang salah mengerti dengan ayat ini lalu tidak lagi menuruti 10 Hukum Allah, Yohanes yang menulis ayat ini adalah Yohanes kekasih atau Yohanes murid Yesus, adalah Yohanes yang sama yang menulis I,II dan III Yohanes mari kita lihat kata Yohanes sendiri dalam kitab I Yohanes 2:7

Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. I Yohanes 2:7

Link aslinya http://charleysakul.net/hidupbaru/imandanhukumtaurat.html

Mudah-mudahan bermanfaat dan menguatkan kita untuk melakukan kebenaranNya...jangan sampai kita di tolakNya pada saat kita mengharapkan hadiratNya kelak......Imanuel.

Monday, February 10, 2014

Daniel Chu: Perkawinan menurut Alkitab


Kejadian 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan MENINGGALKAN ayahnya dan ibunya dan BERSATU dengan istrinya, sehingga keduanya MENJADI SATU daging. 

Daniel Chu mengupas ayat ini dalam Seminar Perkawinan yang diadakan Gereja Yesus Sejati pada hari Minggu tgl 9 Februari 2014, saya sharing versi saya:

Ada 3 tahapan dalam ayat ini:
1. "Meninggalkan ayahnya dan ibunya" ...firman ini diucapkan Allah pada masa penciptaan, Adam dan Hawa diciptakan, jadi tidak punya ayah dan ibu, jadi bagaimana mereka bisa meninggalkan ayah dan ibu? Itulah MISTERI ALKITAB! Allah kita Maha Kuasa, Maha Tahu, DIA sudah rancang segala jalan yang terbaik(untuk ditaati dan setia) bagi umat-Nya jauh melampaui masa/waktu.

Anak-anak dibawah 6 tahun, menyerap/merekam semua perkataan dan prilaku orang-orang terdekat yang berada disekitarnya, mereka tidak langsung mengekspresikan apa yang mereka rekam, mereka hanya merekam dan close!tersimpan rapi di memori mereka dan pada saat mereka dewasa dimana hati nurani mereka mulai "terpakai" biasanya pada saat jatuh cinta(ada main perasaan), apa yang terekam mulai terekspose. Jadi bagaimanapun juga perkataan dan perbuatan anak-anak kita adalah hasil "tanam" dari orang tuanya. Pengaruh orangtua adalah dasar dari cara pandang dan cara pikir anak-anak kita.
Jadi sebagai orangtua kita harus didik dan ajar anak kita tentang yang baik dan benar, pembinaan rohani harus sejak dini. Diharapkan saat mereka menghadapi masalah mereka bisa berpikir mandiri, cara pikir pemecahan masalah yang dihadapi adalah pengaruh tradisi/orangtua atau alkitab/jalan Tuhan.

"meninggalkan ayahnya dan ibunya" bukan diartikan berpisah! yang benar adalah "MANDIRI!". Berapa banyak anak yang secara pisik pisah dari orangtua tapi secara finansial dan potensial masih bergantung pada kedua orangtuanya? ketika menghadapi masalah dengan pasangan, curhat dan lapor kepada orangtua dengan harapan orangtua dapat memecahkan masalah mereka. Mereka lupa, mereka akan balik tidur satu kamar lagi dan bisa lebih mesra lagi sedangkan orangtua sudah di "input" hal negatif.

"meninggalkan ayahnya dan ibunya", mandiri dalam pemikiran dan prilaku adalah langkah pertama yang HARUS dilakukan dalam usaha mencapai perkawinan yang sukses, hal ini tidak memakan waktu sebentar kata Daniel Chu, bisa berlangsung sampai 15 tahun. 

2. "bersatu dengan istrinya" ... setelah langkah pertama kita jalankan(Tuhan pasti bantu kalau kita menghadapi masalah dalam mencapainya, asal kita memang berniat serius kata Daniel Chu lagi), kita baru bisa melangkah yang kedua "bersatu dengan pasangan kita", bukan saja  bersatu secara pisik tapi juga BERSATU DALAM ROHANI. Disini pembinaan iman sangat serius diperlukan/ dibenahi. Sebagai orang dewasa kita sudah harus bisa membedakan mana prilaku "bawaan" hasil input dulu(selama 6 tahun pertama) dan bagaimana seharusnya prilaku yang sesuai dengan firman.
Pembinaan rohani sangat diperlukan karena hatilah menjadi dasar segala prilaku dan perbuatan kita kepada sesama terutama kepada pasangan kita.

Maleakhi 2 :15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? KETURUNAN ILAHI! jadi JAGALAH DIRIMU! dan janganlah orang TIDAK SETIA terhadap isteri dari masa mudanya. 

3. "keduanya menjadi satu daging"
Kita dan pasangan kita bukanlah sebagai parohan jiwa sebagai selama ini kita ketahui, bukan saling melengkapi.
Pernikahan secara kristen adalah dimana 1+1=1; kita adalah masing-masing manusia sempurna, mempelai wanita Kristus saat DIA(mempelai pria) datang menjemput kelak.


Saat kita menikah dengan pasangan kita, kita  ibarat ditempatkan dalam sebuah ruangan dimana hanya ada kita berdua dan Tuhan, jadi apa yang ingin kita katakan atau perbuat kepada pasangan kita, pikirkan lebih dahulu apakah itu berkenan/tidak mendukakan Tuhan sebagai Pencipta kita dan juga pasangan kita? Bagaimana kita bisa mencintai Tuhan yang tidak kelihatan jika kita tidak mencintai apa yang ditaroh Tuhan disamping kita sebagai "wakil" Tuhan dalam rangka membentuk Kerajaan Sorga di dunia?. Pasangan kitalah yang benar-benar mengetahui "isi" kita, secara kasat dan rohaniah; jadi diharapkan pasangan saling support dan membangun kearah kebaikan.


Kejadian 2:25  Mereka keduanya TELANJANG, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka TIDAK MERASA MALU
"menjadi satu daging" ibarat kita bercermin sendirian dalam keadaan telanjang, melihat diri kita sendiri seutuhnya dan tidak merasa malu, kita mampu melihat kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri dicermin, diharapkan saat kita ingin memperbaiki kelemahan pasangan kita, kita merasa memperbaiki diri kita sendiri.


Instropeksi diri bagi para mama dan ama....kebanyakkan wanita(mama dan ama) lebih memilih "bersatu" dengan anak atau cucu dibanding dengan pasangannya....kalau anak/cucu susah makan atau sakit, serasa mama/ama yang sakit; kalau pasangan pulang kantor minta dilayani dan mama/ama sedang melayani anak/cucu...langsung pasangan diminta melayani diri sendiri sementara anak/cucu dikejar-kejar sambil aaa...aaa...mangap-mangap untuk nyuapin si anak/cucu ... Lol
Anak DIDIDIK, BERSATUnya dengan pasangan kita; bukan sebaliknya! :) 

Amsal 22:6 DIDIKLAH orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu..... 

Memang berat melepas pengaruh/wibawa/ketergantungan anak atas orangtua- ketergantungan anak kepada orangtua merupakan "kepuasan/keegoan" tersendiri...Daniel Chu mengibaratkan seorang mama yang mendokrin anaknya: "Selalu datang ke mama kalau ada masalah, mama pasti bantu! nah, saat anaknya yang sudah punya cucu bermasalah tetap lapor ke mama; walau mama sudah jalan dengan tongkat masih datangi mantu yang menganggu anaknya untuk membela sang anak, lalu stroke setelah memarahi mantunya hahahahhahaha)
Firman-Nya menyatakan: MANDIRIKAN ANAK! BERSATULAH DENGAN PASANGAN.


Thank you to Daniel Chu atas pencerahannya....semoga kita berjumpa lagi tahun depan.