Tuesday, September 14, 2010

Kuatir,hati-hati dan berjaga-jaga.

Rasa kuatir adalah manusiawi.
Rasul Paulus pun dihinggapi rasa kuatir, di 2 ayat II Kor12: 20 dan 21 aja ada 3(tiga) kali tertulis rasa kuatir Rasul Paulus.
Bukan kuatir karena masalah makan,minum dan pakai,karena Rasul Paulus tahu ,Tuhan pasti pelihara kita, anak-anak-Nya (Mazmur 55:23 Serahkan kuatirmu kepada TUHAN,maka Ia akan memelihara engkau!...)
II Kor 12:20 Sebab aku kuatir,bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang aku inginkan
Aku kuatir akan adanya perselisihan,iri hati,,amarah,kepentingan diri sendiri,fitnah,bisik-bisikan,keangkuhan dan kerusuhan
Ayat 21 Aku kuatir,bahwa apabila aku datang lagi,Allahku akan merendahkan aku didepan kamu,dan bahwa aku akan berduka cita terhadap banyak orang yang dimasa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran,percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.

Semua kekuatiran Rasul Paulus adalah ke kuatiran dimasa yang akan datang(belum terjadi,tapi di kuatirkan akan terjadi).Untuk itulah Alkitab juga menulis untuk selalu hati-hati dan berjaga-jaga.

Markus 13:33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah!Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
Ayat 34 dan halnya sama seperti seorang yang bepergian,yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggungjawab kepada hamba-hambanya,masing2 dengan tugasnya dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.
Ayat 35 Karena itu berjaga-jagalah,sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang,menjelang malam,atau tengah malam,atau larut malam atau pagi-pagi buta
Ayat 37 Apa yang Kukatakan kepada kamu,Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"

imo,dengan daya tangkap jemaat biasa ^_^....
Ada 3(tiga) kekuatiran Rasul Paulus di atas,ada (satu)hati-hati dan 4(empat) berjaga-jaga.

Jadi,bukan berarti menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan lalu menyebabkan kita lalai dan sembrono(tidak hati-hati).
Waspada atau berjaga-jaga juga bukan berarti kita mencurigai atau berpikir negatif terhadap sesuatu atau seseorang.
Hati-hati ,waspada dan berjaga-jaga juga adalah penolak hipnotis ^_^ Imanuel!

Wednesday, September 08, 2010

(Kilaunya) orang fasik.

Dalam kehidupan didunia ini,tidak bisa dipungkiri,banyak fakta bahwa orang yang tidak mengenal Tuhan pun banyak yang hidupnya berkecukupan bahkan berlebihan daripada kehidupan orang-orang yang mengenal Tuhan.

Alkitab pun mencatat kecemburuan pemazmur Asaf dalam Mazmur 73:3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
ayat 4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka,sehat dan gemuk tubuh mereka.
ayat 5 Mereka tidak mengalami kesusahan manusia dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

Pemazmur Asaf mengamati kehidupan (duniawi)
ayat 10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka,mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah......*Orang-orang yang percaya berbalik menjadi orang fasik karena "kilau" harta duniawi*
ayat 12 Sesungguhnya,itulah orang-orang fasik:mereka menambah harta benda dan senang selamanya!

Didalam berjalannya proses,pemazmur Asaf mengambil kesimpulan yang kurang tepat;
Mazmur 73:13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih,dan membasuh tanganku,tanda tak bersalah

Namun akhirnya dia mengakui bahwa mengikuti DIA adalah anugrah yang tidak didapat setiap orang (II Tes 3:2 dan supaya kami terlepas daripada pengacau dan orang-orang jahat,sebab bukan semua orang beroleh iman)

Mazmur 73:17 sampai aku masuk kedalam tempat kudus Allah,dan memperhatikan kesudahan mereka.
ayat 18 Sesungguhnya ditempat-tempat licin Kau taruh mereka,Kau jatuhkan mereka sehingga hancur.
ayat 19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata,lenyap,habis oleh karena kedasyatan!

Ayat 27 Sebab sesungguhnya,siapa yang jauh daripada-Mu akan binasa;Kau binasakan semua orang yang berzinah dengan meninggalkan Engkau

Pdt Dede bilang(@7th anniversary Titi & Selfy malam tadi),kita jangan sekali-sekali iri dan dengki kepada "kelimpahan" orang fasik,kalau cemburu boleh saja...diharapkan cemburu yang benar lalu kita intropeksi diri,berbenah diri....lalu berusaha agar kita menjadi layak menerima limpahan berkatNYA.

imo...
Bersyukurlah selalu dengan apa yang kita peroleh ,berusahalah dalam jalanNYA,jangan jual kebenaranNYA,teguhlah pegang perintah-perintahNYA,jauhi laranganNYA,tetaplah bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juru selamat kita,Yesus Kristus.BagiNYA kemuliaan,sekarang dan sampai selama-lamanya.

ps
Tsunami di Aceh,meletusnya G Sinabung (yg "tidur" selama 400 tahunan),bencana tanah longsor,perampokan,kebakaran,siapa yang bisa menghindar dari kedasyatanNYA?
Pengalaman pribadiku....Ada yang berlimpah materi,sanak saudara,anak mantu dan cucunya saling "cakar".
Atau menerima akibat dari perbuatannya dulu saat mengumpul harta(dengan jalan yang salah) dengan "menikmati" dinginnya sel tahanan,seperti para koruptor kita.Bisa saja kita atau siapapun berdalih,sesudah keluar sel dia "sugih" lagi....Dapatkan mereka mengingkari hati nurani mereka akan "siksanya" tinggal di sel?
Aaaaahhhh....amit-amit deh,semua habis untuk mereka(Rini Vania mode on) =_=

Thursday, September 02, 2010

Kesia-siaan kekayaan ( ilegal)

Hari ini bacaanku sampai pada Pengkotbah dan "mind" ku me"mix" antara bacaan dan fakta..
Rame-rame kasus memanasnya hubungan RI dan Malaysia,kasus pidato Presiden di Cilangkap,kasus "pelecehan nurani rakyat" oleh "yang mewakilinya", dimana mereka mau berfoya-foya atas gedung yang masih layak dibanding sekolah-sekolah yang ambrol dan rusak se antero Indonesia,kasus Anggodo,kasus Gayus(hari ini Milla sang istri bersaksi atas "pembagian" harta Gayus,suaminya :( dll dll.
Alkitab menulis :
Pengkotbah 5 : 7 Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa,janganlah heran akan perkara itu,karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain,begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka

ayat 8 Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah,kalau rajanya dihormati didaerah itu.
imo....Rakyat Malaysia menghormati rajanya,bagaimana dengan kita? :p

Berkaitan dengan para koruptor
Pengkotbah 5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,dan siapa yang mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.Lalu korupsi! =_=

ayat 10 Dengan bertambahnya harta,bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya.Dan apakah keuntungan pemiliknya selain daripada melihatnya?
ayat 12 ......kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
ayat 13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan,sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya
ayat 16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan,mengalami banyak kesusahan,penderitaan dan kekesalan.

imo.....Koruptor yang kaya karena harta yang bukan hak nya,menyimpannya di safety deposit box,takutan kalo mendadak berubah gaya hidupnya-->hanya dipandang aja RP dan $ nya :D ,lalu ketahuan,"berbagi" dengan "markus" dan para pemutus keadilan yang "serong".Semua turut menghabiskan hartanya,tentu saja dia(sang koruptor) menjadi sedih,susah dan kesal dan kalau bukan karena remisi dll ia akan mengahabiskan sepanjang hidupnya dalam kegelapan sel tahanan.Harta disita buat negara,apa yang didapat anaknya? selain "sejarah" bapaknya yang kelam....amit-amit deh.......

Sebaliknya
Pengkotbah 5:17 Lihatlah,yang kuanggap baik dan tepat ialah ,kalau orang makan,minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah dbawah matahari selama hidup yang pendek,yang dikaruniakan Allah kepadanya,sebab itulah bahagiannya

Ayat 18 Setiap orang yang dikaruniakan Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya,untuk menerima bahagiannya,dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya -- juga itupun karunia Allah.

Jadi ,Berjerih lelahlah(jangan terpikat dengan yang serba instan) untuk memperoleh bahagian kita,bersyukurlah dengan apa yang kita peroleh,kembalikan kepadaNYA bagianNYA,ke rumah dan para hambaNYA yang membantu mengelola dan menyalurkan (untuk membantu saudara-saudara kita yang masih "dibawah")
Bagaimana?

Ps
Ini adalah imo ,my interpretasi,kalau reader ada cara penafsiran yang lain,mari berbagi....Thanks

Kesia-siaan kekayaan ( ilegal)

Hari ini bacaanku sampai pada Pengkotbah dan "mind" ku me"mix" antara bacaan dan fakta..
Rame-rame kasus memanasnya hubungan RI dan Malaysia,kasus pidato Presiden di Cilangkap,kasus "pelecehan nurani rakyat" oleh "yang mewakilinya", dimana mereka mau berfoya-foya atas gedung yang masih layak dibanding sekolah-sekolah yang ambrol dan rusak se antero Indonesia,kasus Anggodo,kasus Gayus(hari ini Milla sang istri bersaksi atas "pembagian" harta Gayus,suaminya :( dll dll.
Alkitab menulis :
Pengkotbah 5 : 7 Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa,janganlah heran akan perkara itu,karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain,begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka

ayat 8 Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah,kalau rajanya dihormati didaerah itu.
imo....Rakyat Malaysia menghormati rajanya,bagaimana dengan kita? :p

Berkaitan dengan para koruptor
Pengkotbah 5:9 Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,dan siapa yang mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.Lalu korupsi! =_=

ayat 10 Dengan bertambahnya harta,bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya.Dan apakah keuntungan pemiliknya selain daripada melihatnya?
ayat 12 ......kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
ayat 13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan,sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya
ayat 16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan,mengalami banyak kesusahan,penderitaan dan kekesalan.

imo.....Koruptor yang kaya karena harta yang bukan hak nya,menyimpannya di safety deposit box,takutan kalo mendadak berubah gaya hidupnya-->hanya dipandang aja RP dan $ nya :D ,lalu ketahuan,"berbagi" dengan "markus" dan para pemutus keadilan yang "serong".Semua turut menghabiskan hartanya,tentu saja dia(sang koruptor) menjadi sedih,susah dan kesal dan kalau bukan karena remisi dll ia akan mengahabiskan sepanjang hidupnya dalam kegelapan sel tahanan.Harta disita buat negara,apa yang didapat anaknya? selain "sejarah" bapaknya yang kelam....amit-amit deh.......

Sebaliknya
Pengkotbah 5:17 Lihatlah,yang kuanggap baik dan tepat ialah ,kalau orang makan,minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah dbawah matahari selama hidup yang pendek,yang dikaruniakan Allah kepadanya,sebab itulah bahagiannya

Ayat 18 Setiap orang yang dikaruniakan Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya,untuk menerima bahagiannya,dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya -- juga itupun karunia Allah.

Jadi ,Berjerih lelahlah(jangan terpikat dengan yang serba instan) untuk memperoleh bahagian kita,bersyukurlah dengan apa yang kita peroleh,kembalikan kepadaNYA bagianNYA,ke rumah dan para hambaNYA yang membantu mengelola dan menyalurkan (untuk membantu saudara-saudara kita yang masih "dibawah")
Bagaimana?

Ps
Ini adalah imo ,my interpretasi,kalau reader ada cara penafsiran yang lain,mari berbagi....Thanks