Friday, August 24, 2012

AGAMA

"Agama tidak menyelamatkan jiwa manusia, yang selamatkan manusia adalah Tuhan Yesus Kristus."

"HIDUP ini bukan Agama, bukan karena Agama yang membuat manusia sekarang bisa makan, minum, berjalan, bekerja atau melakukan segala aktivitas yang lainnya. Bukan Agama yang membuat manusia hidup. Manusia hidup oleh karena Dia yang menciptakan manusia. Apa AgamaNya? AgamaNya adalah: Melakukan segala kehendak-Nya, menuruti perintah-perintah-Nya, memelihara hukum-hukum-Nya, mengikuti jalan dan jejak-Nya. Beriman kpd-Nya. Mengasihi sesama sambil menjaga diri sendiri !!"

Ini adalah 2 diantara sekian banyak status dan pernyataan tentang "AGAMA"
Saya kira, tidak ada yang tidak setuju dengan pendapat di atas! Secara fakta dan kasat mata, banyak yang mengaku beragama tapi perbuatannya jauh lebih buruk daripada yang tidak beragama.

Dari bbm an dengan beberapa hamba Tuhan, saya beranikan untuk sharing kepada reader:

#. Agama  dan melakukan perintah Tuhan bagaikan kesatuan dua sisi dalam satu mata uang , artinya kita tidak mungkin mengatakan  bahwa uang saya hanya gambar yang ini saja , sedang sisi baliknya kita tidak akui, begitu pula sebaliknya. : Agama ada kaitannya dengan ajaran dan perbuatan yang harus kita lakukan. Agama adalah suatu hubungan yang personal antar manusia dengan Sang Khalik (Pencipta) yang mengajarkan bahwa harapan manusia bukan hanya didunia ini saja melainkan juga pada alam kekal kemana kita pasti menuju.

#.  Dalam definisi umum, seorang beragama identik dengan beriman/ ber-Tuhan .
Agama tetap perlu, karena kita hidup dalam sistem dunia dimana agama dibuat untuk membuat penggolongan yang jelas dari setiap kepercayaan yang dianut manusia.
Agama adalah kerangka sedangkan  iman/perbuatan adalah dagingnya
Kerangka berguna untuk menegakkan daging dan ototnya, kerangka juga yang menyebabkan kumpulan daging dan otot terlihat bentuknya. Sedangkan kewajiban dari agama merupakan komitmen masing-masing pribadi penganutnya dalam menjalankan imannya.

#. Agama artinya - jalan untuk mencapai kebahagiaan , tidak kacau ; religi artinya orang yang senatiasa berhati - hati dengan sesuatu yang dianggap suci , agama secara terminologi - kepercayaan terhadap adanya Yang Agung diluar manusia dan penyembahan kepada yang Agung tersebut, serta suatu kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan sesama manusia.

#. Agama secara umum adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan, sedangkan agama kristen adalah sekelompok orang yang percaya kepada Kristus dan beribadah dengan mementingkan aspek-aspek rohani yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus. Jika seorang melakukan perintah dan teladan Yesus, ya otomatis beragama kristen atau menganut ajaran kristiani !

Menurut Wikipedia , ada 4 (cara orang ber agama):
1  Tradisional, yaitu cara beragama berdasar tradisi. Cara ini mengikuti cara beragamanya nenek moyang, leluhur atau orang-orang dari angkatan sebelumnya. Pada umumnya kuat dalam beragama, sulit menerima hal-hal keagamaan yang baru atau pembaharuan. Apalagi bertukar agama, bahkan tidak ada minat. Dengan demikian kurang dalam meningkatkan ilmu amal keagamaanya.

2  Formal, yaitu cara beragama berdasarkan formalitas yang berlaku di lingkungannya atau masyarakatnya. Cara ini biasanya mengikuti cara beragamanya orang yang berkedudukan tinggi atau punya pengaruh. Pada umumnya tidak kuat dalam beragama. Mudah mengubah cara beragamanya jika berpindah lingkungan atau masyarakat yang berbeda dengan cara beragamnya. Mudah bertukar agama jika memasuki lingkungan atau masyarakat yang lain agamanya. Mereka ada minat meningkatkan ilmu dan amal keagamaannya akan tetapi hanya mengenai hal-hal yang mudah dan nampak dalam lingkungan masyarakatnya.

3  Rasional, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan rasio sebisanya. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan pengetahuan, ilmu dan pengamalannya. Mereka bisa berasal dari orang yang beragama secara tradisional atau formal, bahkan orang tidak beragama sekalipun.

4  Metode Pendahulu, yaitu cara beragama berdasarkan penggunaan akal dan hati (perasaan) dibawah wahyu. Untuk itu mereka selalu berusaha memahami dan menghayati ajaran agamanya dengan ilmu, pengamalan dan penyebaran (dakwah). Mereka selalu mencari ilmu dulu kepada orang yang dianggap ahlinya dalam ilmu agama yang memegang teguh ajaran asli yang dibawa oleh utusan dari Sesembahannya semisal Nabi atau Rasul sebelum mereka mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar (berpegang teguh) dengan itu semua.

Kalau kita mengaku umat yang beragama, cara beragama manakah yang kita anut?
Semoga bermanfaat......Kemuliaan hanya bagi Nama Tuhan , Allah kita yang Esa dan Maha Kuasa

Friday, August 10, 2012

Matius 4:1-12...(sambungan)

Bagaimana Yesus memenangkan semua pencobaan si iblis?
Dengan bersandar/menggunakan firman-Nya
1. Ketika iblis menantang mengubah batu menjadi roti; Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah....... "Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kau kenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ulangan 8:3)

2. Saat iblis mengiming-imingi kemegahan dunia dengan syarat  mau menyembah iblis, Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!".....  "Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu(Ulangan 6:13-14)

3. Ketika iblis menguji keangkuhan Yesus,Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!".....Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa (Ulangan 6:16)

Lihat...Iblis mencobai dengan memancing keegoan dan juga firman Tuhan(yang di putar balik), dan Yesus juga menjawab dengan bersandarkan firman Tuhan (yang benar).
Firman Tuhan bagaikan pedang bermata dua....  “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”
“Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani 4:12-13)

Dan bagi kita umat jaman anugrah sekarang, pemahaman dan pengertian yang baik dan benar akan Firman Tuhan sangat perlu. Orang bisa memakai penggalan ayat untuk menyerang kita sesuai dengan keperluannya menghancurkan kita seperti iblis menggunakannya saat mencobai Yesus.

I Yohanes 2:15 Janganlah mencintai dunia ini, atau apa saja yang ada di dalam dunia ini. Kalau kalian mencintai dunia, kalian tidak mencintai Bapa.
2:16 Segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini--yang diinginkan oleh tabiat manusia yang berdosa, yang dilihat lalu diingini dan yang dibangga-banggakan--semuanya adalah hal-hal yang tidak berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.......imo, bukan berarti kita harus "tidak punya apa-apa", mencintai dunia maksudnya memberhalakan materi, menomorsatukan materi dan keduniawian.

Bukan bermaksud menghakimi...Menarik menyimak kasus Murdaya Poo, Hartati Murdaya, para direktur perusahaannya yang banyak yang membuat dia dan keluarganya berkelimpahan materi, menjadi orang terkaya nomer sekian di Indonesia, politikus, pembina partai(apa yang dibinanya ya?), pemuka agama lagi....di ujungnya...menjadi tersangka kasus korupsi, lalu buat apa semua yang telah di kumpulkannya? Menyedihkan :(

Matius 26:41   Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."
 
Mudah-mudahan bermanfaat...thank you to Pdt Nathan Dermawan

Tuesday, August 07, 2012

Matius 4: Yesus dicobai

MATIUS 4 ; PENCOBAAN DI PADANG GURUN (Kotbah Pdt Nathan Dermawan)

Matius 4 : 1-12 menceritakan bagaimana Yesus dicobai iblis...dari padang gurun, saat Yesus lapar setelah berpuasa selama 40 hari dan 40 malam.
1. Iblis mencobai Yesus dengan menantang Yesus untuk mengubah batu menjadi roti; Pencobaan keinginan daging. Jaman sekarang pencobaan kedagingan tsb dapat disetarakan dengan immoralitas dan biasanya melanda anak-anak muda...misalnya free sex, mabok-mabokan, narkoba; mereka melakukan bahkan hanya sekedar untuk merasa "hebat" dan tidak di cap ketinggalan jaman.

II Timotius 2:22   Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. ayar 23   Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,

I Korintus 15:33   Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

2. Iblis akan memberikan semua kemegahan dunia yang diperlihatkannya dari atas gunung bila Yesus mau menyembah iblis. Jadi jangan salah sangka, hidup mewah/megah di dunia tidak semua adalah berkat Tuhan, bisa saja itu dari iblis dan ujung-ujungnya adalah sengsara(misalnya seperti yang kita saksikan sekarang di TV, banyaknya pejabat bahkan pemuka agama yang di tuduh korupsi bahkan di penjara! padahal mereka PASTI tau bahwa apa yang mereka lakukan sebelumnya itu adalah tidak benar tapi demi tebalnya kantong/kemegahan di dunia, tetap mereka lakukan walaupun dengan penuh "hati-hati"- salah satunya dengan berbagi sesama rekan untuk menutupi "rekam jejak" kejahatannya).
Hal demikian biasanya banyak melanda orang-orang  dewasa, yang terobsesi materialisme! Keberhasilan orang dewasa di setarakan dengan berlimpahnya materi, terpuaskannya keinginan mata.

3. Terakhir, Yesus di cobai dengan menantang-Nya menjatuhkan diri dari bubungan Bait Suci.
Ini disetarakan dengan : Keangkuhan hidup, dan biasanya melanda kaum senior/ kaum tua-tua yang merasa sudah berpengalaman dan mengerti banyak, juga hamba Tuhan dan Guru. Seperti yang diceritakan Pdt Nathan kala istrinya Meru Susana komplain ke beliau :)

Mengapa Yesus mengalami pencobaan?
Ibrani 2:18  Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Ibrani 4:14-15  Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Bagaimana Yesus memenangkan semua pencobaan si iblis?...........Bersambung, karena menurut Indra, jangan kepanjangan kalau menulis hehehehehehe

Friday, August 03, 2012

(Manusia) Yesus bukanlah manusia biasa.

Tulisan ini adalah pendapat pribadi yang terangkum dari kotbah-kotbah hamba Tuhan dan terolah dengan suara hati pribadi.

Alkitab adalah Kitab yang jujur, dia beritahu yang baik untuk menjadi teladan bagi kita dan juga menulis yang tidak baik untuk kita pakai sebagai alat agar kita waspada dan bisa mengambil pelajaran dari kisah yang tidak baik itu.

Entah itu sebagai kelemahan ataupun kelebihan saya pribadi, saya tidak pernah mengidolakan seseorang (beda dengan favorit khan?)...bagi saya favorit masih bisa dimaklumi kalau mereka juga adalah manusia yang suatu saat bisa melakukan kesalahan dan kekeliruan. Kita bisa menghormati mereka selama mereka layak di hormati, kalau idola menurut saya...menjurus kearah fanatik, "Benar atau salah mereka adalah idola saya"( bercermin dari kasus Ariel yang tetap di puja walau telah di napikan).

Manusia adalah tempat salah dan khilaf dan "nilai" hidupnya baru bisa di rangkum setelah dia finish, sampai garis akhir menghadap/kembali kepada Sang Penciptanya. Entah itu nabi, rasul, hamba Tuhan, jemaat biasa bahkan orang "jahat" sekalipun.
Semua bisa berubah, yang awalnya alim (lurus) bisa jadi dursila, yang awalnya bejat bisa menjadi lurus kalau dia sempat bertobat.
So.... jangan pernah menyembah/menguduskan manusia; manusia yang lahir dari daging.
Sungguh berbeda dengan Yesus/Isa Almasih yang diakui oleh paling tidak 2 kitab suci bahwa DIA lahir bukan dari daging, melainkan dari Roh Kudus, yang lahir dari Perawan Maria. Beda dengan saudara-saudara Yesus yang lahir sebagai hasil hubungan badan antara Yusuf dan Maria. Baca ini http://www.gotquestions.org/indonesia/saudara-Yesus.html

Beberapa contoh bahwa manusia bisa berubah yang tertulis di Alkitab
1. Lot ; adalah orang yang benar di Sodom (II Petrus 2:7-8), tapi saat dia dan kedua putrinya tinggal mengungsi di gua dalam pelariannya, dia malah tidak mampu mempertahankan jalan hidupnya yang benar, padahal waktu di Sodom dia menderita melihat/menyaksikan cara kehidupan di Sodom.

2.Hizkia ; satu-satunya raja yang pada hari pertamanya bertahta memerintahkan untuk memperbaiki rumah Tuhan (II Taw 29:3 dan 30:26), dan dapat menyelesaikannya dalam 16 hari, sesuatu yang luar biasa!, Hizkia juga yang kembali merayakan Hari Raya Paskah(Passover).
Hizkia berubah menjadi angkuh/sombong setelah menerima tanda ajaib dari Tuhan dengan perpanjangan usia 15 tahun lagi (II Taw 32:24) tapi dia segera menyadari keangkuhannya dan kembali merendahkan diri (ayat 26).

3.Elia ; yang berani menghadapi 450 orang nabi-nabi Baal dan 400 orang nabi-nabi Asyera(I Raja-raja 18:18-19) dan mengalami penyertaan Tuhan langsung, merasa takut saat mendengar ancaman Izebel walau hanya lewat orang suruhan, tidak berhadapan langsung dengan Izebelnya.

Mungkin hanya Ishak yang agak sedikit ideal, selain beda kasih sayang terhadap anaknya yang kembar yang berbeda kesukaan/hobby, Ishak setia pada satu istri walaupun dia kaya raya dan masih bercumbu-cumbuan pada usia lanjut (Ishak menikah umur 40 th + 20 th baru dapat anak ), jadi paling tidak Ishak sudah berumur 80th an pada saat itu, pada saat Esau sudah pandai berburu.

Allah maha kuasa, Dia menjadi manusia untuk menjadi korban penebusan dosa manusia dan berkomunikasi, menjadi teladan bahwa perintah dan larangan-Nya mampu Dia kerjakan sebagai manusia, jadi pasti juga mampu kita kerjakan agar kita mengerti "jalan"-Nya untuk menerima janji-Nya, keselamatan kekal.

 “ Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran” ( Yohanes 4:24).

 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku“...Yohanes 14:6

Sembahlah Allah dalam ROH, dan temukan kebenaran dalam firman-Nya/Injil.

Dan Paulus bersaksi, dia menerima langsung dari Tuhan apa yang harus kita teladani dari Yesus dalam hal melakukan perintah-Nya, memperingati dan memberitakan kematian-Nya .
11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, TELAH AKU TERIMA DARI TUHAN, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "INILAH TUBUH-KU, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini MENJADI PERINGATAN AKAN AKU!"
11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru  yang dimeteraikan oleh DARAH-KU; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, MENJADI PERINGATAN AKAN AKU!"

11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Happy Friday...............Selamat menjelang Hari Sabat