Tuesday, August 19, 2014

(Hukum) kasih = (hanya) melakukan kebaikan?

Ditengah hiruk pikuk tentang pentingnya toleransi antar umat beragama, ada sebagian orang yang mengemukakan dalil baru, agama tidak penting, yang penting adalah KEBAIKAN/KASIH karena setiap agama pasti mengajarkan kebaikan. Benarkah?

In My Opinion. 
Agama adalah jalan/cara manusia mencari/mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Tuhan adil, Dia mampu menjadikan manusia seragam, baik semua, tapi Dia beri banyak  pilihan "jalan/cara" menuju Dia yang empunya Roh, Jiwa dan Raga.
Saat kita sampai garis finish, Roh kita kembali kepada-Nya, raga kita kembali keasalnya(debu tanah kembali menjadi debu tanah); jiwa kita yang akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama kita di dunia. Agama lah yang menjadi tuntunan jiwa kita selama hidup.

Bagi umat kristen, kitab suci nya adalah injil/alkitab. 
Hukum kasih yang terutama seperti yang Yesus ucapkan langsung, tertulis di Matius 22:37-40 : "Jawab Yesus kepadanya: "KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah HUKUM YANG TERUTAMA DAN YANG PERTAMA. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

HUKUM PERTAMA DAN TERUTAMA:
KASIHILAH TUHAN, ALLAHMU, DENGAN SEGENAP HATIMU DAN DENGAN SEGENAP JIWAMU DAN DENGAN SEGENAP AKAL BUDIMU….
Caranya? Lakukan 4(empat) dari 10 perintah-Nya
1.     Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

2.     Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di  langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di  bawah bumi dan Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya,  sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa  kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang  membenci Aku,

3.    Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya  dengan sembarangan.

4.     Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.


HUKUM KEDUA:
KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI…
Usahakan 6 sisa perintah-Nya
5.     Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang  diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

6.     Jangan membunuh.

7.     Jangan berzinah.

8.     Jangan mencuri.

9.     Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

10. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau  hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau  keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.


Semoga kita dimampukan tetap SETIA dan TAAT sampai akhir agar kelak kala kita berjumpa dengan-Nya, kita layak menerima janji-Nya, Kerajaan Sorga…..Haleluya

Wednesday, August 06, 2014

Pohon ara dan kita.



Lukas 13:6-9  Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah  pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,  mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"

Ada  4 elemen dalam hal ini:
Pohon Ara
Pemilik pohon ara
Kebun/ladang tempat tumbuh pohon ara
Pengurus/pengelola kebun

Pohon Ara diibaratkan KEIMANAN kita, kita bisa hidup dimana saja, tidak harus dalam satu komunitas,  seperti pohon ara yang hidup di kebun anggur, tapi jangan hanya terlihat berpenampilan fisik yang menawan, tinggi kokoh dibandingkan pohon anggur yang pendek dan menjalar dipagar, kita dituntut (pemilik kita) untuk  berbuah.
Bagaimana kita bisa berbuah? Dengan membaca dan merenungkan firman-Nya (Mazmur 1:2-3  tetapi yang kesukaannya  ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan  Taurat itu siang dan malam.  Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air ,  yang menghasilkan buahnya  pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;  apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Pemilik iman kita  adalah TUHAN

Kebun/ladang, tempat iman kita bertumbuh adalah gereja, dimana kita bisa bersekutu memuji dan mendengar firman; berdoa mengucap syukur, saling mengingatkan dan saling mendoakan.

Pengurus/pengelola iman kita adalah kita sendiri!

Sebagai pengikut Yesus, bijaklah kita rajin membaca, memahami dan merenungkan firman-Nya agar kita tidak tertipu/terseret arus penyesatan dengan penggalan ayat demi keuntungan kelompok/kekuasaan dan juga pribadi(teori kemakmuran).

Semoga kita dimampukan dan dikuatkan memberitakan Injil keselamatan-Nya melalui pikiran, perkataan dan prilaku kita.

Semoga tahun depan kita bisa berbuah….berbuah Roh(kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri – Galatia 5:22-23)
dan juga berbuah jiwa, menyelamatkan orang-orang yang mendengar lalu percaya. Semoga!