Monday, July 29, 2013

Pendidikan ala Jepang vs Indonesia

Think ...think


Anak-anak SD di Jepang diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self),
Menghargai Orang Lain (Relation to Others),
Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta
Menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society).
Keempatnya DIAJARKAN DAN DITANAMKAN PADA SETIAP ANAK sehingga MEMBENTUK PRILAKU mereka

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain....(imo...ortu di Indo biasanya lalu protes ke kep-sek, merasa anak di "babu" kan)
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi.

Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang


Ini pendeknya versi saya, mudah-mudahan bisa menjadi masukan yang berharga buat para ortu yang selalu menyatakan sayang kepada anaknya melalui kemudahan-kemudahan hidup bahkan membayar orang lain/petugas kantin untuk menservice anak-anak mereka pada jam sekolah ..... dan bahayanya lagi...para ortu merasa telah meningkatkan "nilai"diri anaknya dengan membelikan dan menandingi sesama temannya dengan gadget yang terbaru. 

No comments: