Friday, March 14, 2014

Belajar dari kehidupan Simson.

Sebagai umat kristen, kita pasti mengimani bahwa Alkitab adalah Firman-Nya dimana Tuhan bisa berkomunikasi dengan kita.
Banyak tokoh di Alkitab yang ditulis dengan maksud menjadi SURI TELADAN(yang baik) dan menjadi PERINGATAN(yang tidak baik) bagi kita semua.

Salah satu tokoh Alkitab adalah Simson
Simson adalah seorang nazir Allah, seseorang yang dipersiapkan Allah dalam misi menyelamatka orang Israel dari bangsa Filistin (hakim-hakim 13:5  Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."  Sayangnya Simson tidak memelihara kekudusan hidupnya. Dia hidup dengan semau-maunya;
* Kawin dengan gadis Filistin dan ketika dikhianati, Simson dengan seenaknya saja memberikan istrinya ke bekas pengiringnya(Hakim-hakim pasal 14)
* Gampang jatuh cinta, asal ambil perempuan...istilah gaul sekarang "paly boy" cap kampung :). Perempuan sundalpun di hampirinya (Hak 16:1 Pada suatu kali, ketika Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal, lalu menghampiri dia; ayat 4 Sesudah itu Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila).
* Kekuatan yang dimilikinya, memenangkan perang melawan orang-orang Filistin untuk kepentingan pribadinya demi mendapatkan perempuan-perempuan dan juga harta/materi bukan demi memuliakan nama Tuhan. (Hakim-hakim pasal 14 dan 15)

Di akhir hidupnya Simson baru sadar atas segala kesalahan yang dia lakukan, setelah ia di butakan dan dipermalukan oleh orang-orang Filistin, DIA BERBALIK KEPADA ALLAH: (Hak 16:28, 30  Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: "Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin." Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu LEBIH BANYAK dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.)  …apakah ini yang disalahartikan oleh pelaku bom bunuh diri? Perang dijaman sekarang adalah perang terhadap diri sendiri, keinginan daging, hawa nafsu, bukan lagi perang kepada suatu bangsa/rakyat.

Kita diciptakan Tuhan bukan sebagai:
Robot; yang diprogram Tuhan untuk hanya melakukan sesuai kehendak-Nya, tidak juga sebagai budak; yang tidak bebas menentukan masa depannya.
Tapi kita diciptakan sebagai manusia bebas, yang mempunyai pilihan dan berhak memilih, tentu saja harus siap mempertanggungjawabkan pilihan kita kelak.

Firman-Nya member petunjuk ; Ulangan 30:19-20  Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."


Imanuel.






No comments: