Wednesday, April 08, 2009

Bapa,Putra dan Roh Kudus

Orang kristiani ber tuhan 3....demikian kata-kata orang yang tidak mengerti,membuat kuping kita "merah".
Mereka menyoal tentang Tritunggal:  Bapa, Putra/Anak dan Roh Kudus.

Aku ada penjelasan yang bagus yang aku dapat dari pdt Nathan Jurnawan(penulis buku Rahasia dibalik pencobaan dan natal,haruskah dirayakan?)  Mudah-mudahan berkenan dihati pembaca.

Konsep Tritunggal yang dijabarkan beliau bukanlah 3 menjadi 1 (seperti selama ini banyak disalahtafsirkan orang) melainkan 3 ADALAH 1 artinya 1 pribadi(Allah) dengan 3 fungsi/sebutan.
Dengan contoh analogi duniawi sbb:
Seorang pendeta/hamba Tuhan pada waktu kotbah di mimbar , beliau bertindak sebagai KEPALA JEMAAT/GEMBALA. Pada saat beliau pulang kerumah, kepada istrinya, beliau sebagai SUAMI, dan untuk anak-anaknya , pendeta dan suami tadi adalah seorang AYAH.
1 pribadi (pendeta) adalah 3 fungsi (Kepala Jemaat, suami dan ayah)

Kita, umat kristiani penganut Allah Tunggal/Esa, seperti yang tertulis di Ulangan 6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!

Allah sebagai BAPA --- bekerja pada zaman Perjanjian Lama, masa penciptaan, dimana Allah mencipta langit,bumi dan seluruh isinya.

Allah sebagai ANAK --- pada masa transisi, masa penebusan dosa/penyelamatan umat manusia. Allah menjadi manusia Yesus Kristus.
Pengampunan/penyelamatan manusia dari dosa hanya bisa dilakukan melalui media darah(Ibrani 9 : 22) yang suci, yang tidak bernoda = darah korban bakaran, darah anak domba -- darah hewan adalah suci karena hewan tidak makan buah larangan.
Karena Allah adalah ROH  maka DIA  menjadi manusia Yesus Kristus (berdarah) melalui rahim perawan suci Maria.
Darah Yesus adalah suci karena berasal dari ROH, darah inilah yang dikucurkan sebagai penebus dosa kita. Untuk itulah DIA hadir didunia ini. Sebagai PENYELAMAT kita.
I Yoh 4 : 9 .......,yaitu bahwa Allah telah mengutus anak-Nya yang tunggal kedalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya
I Yoh 4 : 14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
Ibrani 7:27  yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri
sebagai korban.

Allah sebagai ROH KUDUS --- bekerja pada masa Perjanjian Baru, masa pencurahan anugrah.
Roh Kudus dicurahkan pertama kali pada hari Pentakosta,hari kebangkitan DIA dari kematian, setelah firman Allah digenapi...Yesus mati disalib dikayu salib dan dari lambungnya mengucur darah dan air.
Roh Kudus adalah penuntun gereja dan umat kristen dijaman anugrah ini,
Yoh 14 : 26 tetapi penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKU, DIA lah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
I Yoh 4 : 13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada didalam Allah dan Dia didalam kita:Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya(he has given us of his Spirit).
Tetaplah berusaha memohon Roh Kudus dihatimu sebagai jaminan bahwa kita adalah milik Kristus.(Roma 8 : 9)

Akhir kata.....
"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (Tertuang dalam 4 hukum pertama); Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(6 hukum dari sisanya).  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.(Matius 22:37-40)



Salam damai.

6 comments:

elixurious said...
This comment has been removed by the author.
elixurious said...

duh ie,byk bnr di lingkungan bet skrg ni yg pecaya Allah 3tunggal, bujuran, rasany tu panas bnr kuping,he6

Primadi said...

Bukan sekedar fungsi/ sebutan tetapi pribadi/ oknum yang berbeda, sebab banyak ayat yg menunjukkan bahwa Yesus berdoa/ memohon kepada Bapa (misal: Yoh 17:1-26), bukan percakapan antar Tuhan yang sederajat.

Ada juga dikatakan Yesus duduk disebelah kanan Bapa.. (jadi Bapa dan Yesus pribadi yang berbeda - lupa ayat mana tapi ada).

Kekuasaan Bapa lebih besar dari Yesus, bukan sederajat (Yoh 5:30) Aku tak dapat berbuat apa-apa atas kemauan-Ku sendiri. Aku hanya menghakimi sesuai dengan yang diperintahkan Allah. Dan keputusan-Ku adil, sebab Aku tidak mengikuti kemauan sendiri, melainkan kemauan Bapa yang mengutus Aku.

Anonymous said...

:)
saya setuju dengan artikel anda :)
1 Allah tapi 3 tampilan (pribadi) bkn 3 Allah,itu yang dimaksud :)
dan bnyk yg mempertanyakan "kenapa kallo Yesus itu Tuhan harus berdoa (di taman Getsemani dll)?" jwbnnya "karena Dia adalah Anak Allah yg saat itu derajatnya direndahkan (melepaskan sifat keIlahianNya) untuk turun ke alam maut agar manusia yg percaya n tunduk kepadaNya terselamatkan dan dipindahkan dari alam maut ke dalam hidup yang kekal seperti yg dinubuatkan Nabi Yeremia,tetapi memang maut tidak dapat berkuasa atasNya dan kita yg telah ditebusNya,dan jika hal ini dipikirkan scr nalar manusia tidak akan masuk akal sedangkan tidak ada yang mustahil bagi Allah (anda mau menyangkal ini? 'emang nyawamu enek piro le wani nantang Gusti Allah?' LOL),jd kalo ada yg tidak percaya silakan,karena memang inilah Allah,inilah sifatNya yg tidak bisa diterima dengan akal sehat manusia (otak manusia ga akan 'nyantol' kalo dipikirkan scr nalar krn konsep berikirnya hanya menuruti otak dan pikirannya saja tanpa menggunakan pola pikir batiniah) kalo dipikirkan scr mentah2 saja,krn kbnykn manusia hanya memikirkan apa yang dapat dilihat oleh mata kepalanya saja tanpa memikirkan apa yg tidak terlihat oleh mata telanjang :)"
semoga membantu bagi sodara-sodari yang sudah menerima Tuhan kita Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamatnya :)

Anonymous said...

Sebagai agamawan sungguh suatu kerugian jika maseh terbawa emosi negatif untuk mnanggapi hall seperti ini,kita boleh merasa keadaan salah tapi kalu kita sampai terbawa maka kitalah yang rugi............tulisanya bagus,hmmmm...........

Sanni said...

Thanks to anonymous,dan u/Primadi..seperti penjelasan anonymous :) Yesus sampai pada hari penghakiman tiba,adalah sebagai pengantara kita kepada Allah(Roh Kudus).Pada hari penghakiman nanti DIa adalah HAKIM AGUNG,ALLAH kita yang Esa....Alangkah bijak untuk tidak membahas diluar kemampuan kita(logika kita sbg ciptaanNYA adalah terbatas, DIA Maha Kuasa!)...Iman adalah percaya pada yang tidak terlihat(juga tidak terjangkau nalar dan logika). Salam damai. ^_^